Polemik Dua Yayasan, Aliansi Keadilan Darma Agung Minta Kemendiktisaintek Segera Turun Tangan
Polemik Dua Yayasan, Aliansi Keadilan Darma Agung Minta Kemendiktisaintek Segera Turun Tangan.
Medan 5 menit lalu
Posmetro Medan, Medan – Aktivitas penimbunan lahan secara masif di kawasan rawa Medan Belawan memicu kemarahan warga dan sorotan publik. Lahan yang selama ini menjadi sumber penghidupan masyarakat berubah menjadi hamparan timbunan, menghilangkan aliran air alami, merusak ekosistem mangrove, dan menyebabkan banjir di pemukiman warga.
Sabtu, 21 Juni 2025, anggota Komisi XII DPR RI Ade Jonaprasetyo turun langsung ke lokasi terdampak. Bagi Ade, ini bukan sekadar tugas sebagai legislator. Sebagai putra daerah Medan Utara, ia mengaku geram dan prihatin melihat kampung halamannya dirusak atas nama kepentingan bisnis. Salah satu perusahaan yang disorot keras dalam kasus ini adalah PT STTC, yang diduga kuat sebagai pelaku utama penimbunan rawa tanpa dasar hukum yang sah.
"Ini penimbunan di wilayah sepadan air, itu artinya wilayah lindung. Ini pidana murni, dan harus ditindak!" tegas Ade.
Ia menilai kegiatan ini bukan hanya menghilangkan ekosistem rawa, tetapi juga merupakan bentuk perampasan tanah negara dan pengabaian hak hidup masyarakat lokal.
"Ini bukti bahwa kepentingan negara dikalahkan oleh kaum kapitalis. Tanpa legalitas yang jelas, mereka seenaknya mengklaim tanah ini milik mereka. Kami Komisi XII akan telusuri dan kawal sampai tuntas," katanya.
Sebelumnya, masyarakat sekitar menggantungkan hidup dari rawa tersebut. Mereka menangkap ikan dan udang dengan bubu, alat tangkap tradisional dari bambu. Dari situ, warga bisa memperoleh penghasilan harian antara Rp10.000 hingga Rp20.000. Namun kini, setelah lahan ditimbun, penghasilan mereka lenyap.
"Bubu tak bisa dipasang. Air tertutup. Mereka tidak bisa hidup. Kami minta Kementerian Lingkungan Hidup segera turun dan menyegel lokasi penimbunan ini. Kalau ada aparat yang terlibat, telusuri!" kata Ade dengan nada tegas.
Penimbunan juga mengakibatkan aliran air alami terhambat.
Air hujan yang seharusnya mengalir ke rawa tertahan, sehingga justru masuk ke permukiman. Akibatnya, sejumlah rumah warga kini mulai tergenang karena hilangnya fungsi serapan alami.
Polemik Dua Yayasan, Aliansi Keadilan Darma Agung Minta Kemendiktisaintek Segera Turun Tangan.
Medan 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN,SIMALUNGUN Kapolres Simalungun, AKBP Marganda Aritonang SH SIK MM, menggelar kegiatan sosial Program Polri Bedah Rumah dala
Sumut 6 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Belawan Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke80, Polda Sumut bersama Polres Pelabuhan Belawan melaksanakan kegiatan
Medan 13 menit lalu
POSMETRO MEDAN,MEDAN Irjen. Pol. Whisnu Hermawan Februanto, S.I.K., M.H. menekankan pentingnya peran kehumasan sebagai ujung tombak dala
Medan 17 menit lalu
Bhabinkamtibmas Polsek Bosar Maligas memantau perkembangan tanaman jagung di Nagori Sordang Baru menjaga ketahanan pangan.
Sumut satu jam lalu
Video dua mahasiswa diduga berbuat mesum di kampusnya sedang viral di media sosial.
Viral 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Universitas Islam Negeri Sumatera Utara (UINSU) Medan kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung proses penerim
Medan 3 jam lalu
784 anak didik PAUDSAB seKota Pematangsiantar dilepas Wesly Silalahi, Walikota Pematangsiantar dan Bunda PAUD.
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Wakil Menteri Agama RI H. Romo Muhammad Syafii mengajak seluruh Umat Islam, khususnya di Sumatera Utara untuk memakn
Medan 4 jam lalu
PT DPM membeli lahan warga tapi diminta untuk meneken surat agar tak ribut di medsos (media sosial).
Sumut 4 jam lalu