Jumat, 07 Agustus 2026

Pelatihan Instruktur Madya DPD IMM Sumut Cetak Pemimpin Masa Depan

Faliruddin Lubis - Senin, 22 Juni 2026 22:50 WIB
Pelatihan Instruktur Madya DPD IMM Sumut Cetak Pemimpin Masa Depan
IST
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara menggelar agenda penting. Agenda tersebut adalah Pelatihan Instruktur Madya (PIM) yang mengusung tema mendalam, “Instruktur Sebagai Inkubator Perkaderan Humanistik”

POSMETRO MEDAN,Medan - Suasana khidmat menyelimuti Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Sumatera Utara, Jalan Kenanga Raya Medan.

Di tempat ini, sejak 22 hingga 27 Juni 2026, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Utara menggelar agenda penting. Agenda tersebut adalah Pelatihan Instruktur Madya (PIM) yang mengusung tema mendalam, "Instruktur Sebagai Inkubator Perkaderan Humanistik".

Pelatihan Instruktur Madya DPD IMM Sumut ini bukan sekadar pelatihan biasa, melainkan sebuah ruang penempaan jiwa. Kegiatan wajib ini menjadi program prioritas organisasi untuk menghasilkan instruktur tangguh.

Baca Juga:

Nantinya, merekalah yang memegang tanggung jawab besar dalam mengelola serta mengembangkan sistem perkaderan IMM di tingkat cabang maupun daerah.

"Sebelas orang ini mungkin bukan jumlah yang besar, tetapi begitulah instruktur. Instruktur adalah jalan yang sunyi, jalan yang memang tidak semua orang mampu melewatinya," ujar Ketua Panitia, Muhammad Fahri, dengan nada penuh keharuan.

Baca Juga:

Fakta di lapangan mencatat ada dinamika jumlah peserta dalam laporan pelaksanaan. Ketua Umum DPD IMM Sumut, Rahmat Taufiq Pardede, menyebutkan ada 13 orang kader terpilih yang datang dari berbagai daerah, seperti Jambi dan DKI Jakarta, serta enam peserta dari Sumatera Utara sendiri.

Sementara itu, Muhammad Fahri mencatat 11 peserta yang bertahan fokus mengikuti proses. Namun, sedikitnya jumlah peserta ini justru memancarkan emosi perjuangan yang kuat.

Menjadi instruktur berarti belajar mengikis keegoisan. Mereka harus menguasai cara memanajemen diri sendiri sebelum akhirnya ditugaskan untuk memanajemen orang lain.

Tugas ini sangat berat karena mereka memikul tanggung jawab moral dalam membina, mengarahkan, dan menjadi teladan utuh bagi para kader di tingkat dasar maupun madya.

Fokus pada Nilai Islam, Intelektual, dan Kemanusiaan

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Alumni MAS Tahfizhul Qur'an Yayasan Islamic Centre Sumut Raih Beasiswa BIB Kemenag
Komisioner Komisi Informasi Pusat 2026–2030 Dikukuhkan
KUA juga Ikut UKOm Demi Menjaga Kualitas dan Profesional
Mengenal Lebih Dekat Sosok Jimmy Andrea Lukita Sihombing
Prodi Teknik Lingkungan FT Unimed Latih Pegawai Lapas Perempuan Kelas II Medan Kelola Sampah
UINSU Medan Masuk Peringkat 3 PTKIN Terbaik Nasional Dalam Pemeringkatan Internasional OpenAlex
komentar
beritaTerbaru