"Kami memisahkan jalur antara masyarakat yang ingin mengisi BBM dengan pengguna jalan umum lainnya. Langkah ini terbukti efektif mengeliminasi kemacetan parah di Kota Medan akibat antrean yang mengular," jelasnya.
Ia pun bersyukur sistem rekayasa ini berjalan dengan baik. Sebagai contoh, di SPBU Perintis Kemerdekaan, masuknya satu tangki bermuatan 16 ton dengan pengawalan polisi langsung disambut positif oleh warga.
Baca Juga:
"Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat. Mudah-mudahan kebutuhan BBM masyarakat segera terpenuhi, dan kami dari kepolisian akan terus mendukung penuh dari sisi keamanan dan kelancaran lalu lintas," tegas Jean Calvijn
Baca Juga:
Sementara itu, Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut, Fahrougi, menyampaikan bahwa upaya pemulihan (recovery) distribusi sebenarnya sudah berjalan sejak dua hingga tiga hari lalu.
"Kami upayakan maksimal sampai nanti malam situasi terus membaik. Target kami, besok antrean sudah mulai terurai dan kondisi di SPBU bisa kembali kondusif," kata Fahrougi.
Terkait penyebab terjadinya antrean dalam beberapa hari terakhir, Fahrougi membeberkan bahwa Pertamina saat ini sedang fokus melakukan percepatan distribusi dengan menambah unit armada bantuan.
Ia tidak menampik adanya dinamika internal di lini logistik yang sempat menghambat operasional pengiriman.
"Melihat situasi tempo hari, secara manajemen kami memang sedang melakukan pembenahan terhadap mitra transportir kami. Selama masa pembenahan tersebut, terjadi dinamika dari awak mobil tangki yang sempat memicu sedikit kekosongan di lapangan. Namun saat ini, langkah-langkah percepatan pengisian ke SPBU terus kami kejar," pungkas Fahrougi. (Dam)
Tags
beritaTerkait
komentar