Rico mengatakan, program bedah rumah tersebut merupakan bentuk komitmen Pemko Medan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya warga yang masih tinggal di rumah dengan kondisi kurang layak.
"Harapannya, masyarakat bisa hidup lebih berkualitas dan sehat di dalam rumahnya. Anak-anak juga bisa belajar dan tidur dengan lebih tenang," katanya.
Baca Juga:
Rico menyebutkan, Pemko Medan menargetkan perbaikan sebanyak 213 unit rumah tidak layak huni. Jumlah tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Dia menjelaskan, usulan rumah yang mendapatkan program bedah rumah berasal dari kelurahan. Usulan tersebut kemudian disampaikan dan ditampung dalam program serta penganggaran Pemerintah Kota Medan.
Baca Juga:
"Usulannya dari kelurahan, kemudian kita tampung dalam program Pemko Medan melalui APBD," jelasnya.
Rico menegaskan, pembiayaan program bedah rumah tersebut bersumber dari APBD Kota Medan. Dengan demikian, pemerintah memastikan pelaksanaan program berjalan melalui mekanisme penganggaran daerah yang telah ditetapkan.
Sementara itu, terkait rumah yang masih terlihat belum dicat, Rico menjelaskan bahwa proses pengerjaan belum sepenuhnya selesai. Masih terdapat bagian rumah yang akan dikerjakan pada hari berikutnya.
"Untuk rumah yang belum dicat, masih ada bagian yang akan dikerjakan besok. Setelah seluruh pekerjaan selesai, baru dilakukan pengecatan secara keseluruhan," ungkapnya.
Pemko Medan berharap program bedah rumah tidak sekadar memperbaiki kondisi fisik bangunan, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas lingkungan tempat tinggal dan memberikan rasa aman serta nyaman bagi keluarga penerima manfaat.
Pantauan dilokasi, Walikota Medan Rico Waas bersama Ketua TP PKK Kota Medan Airin didampingi Jhon Ester Lase selaku kepala Dinas Perumahan, Kawasan Pemukiman,Citpta Karya Dan Tata Ruang ( Perkimcikataru) Kota Medan serta Camat Medan Tuntungan dan Lurah Se-Kecamatan Medan Tuntungan ikut hadir dalam kegiatan tersebut.(;ATN)
Tags
beritaTerkait
komentar