Farah Adiba, Santri Darul Hikmah Raih BIB Kementerian Agama
POSMETRO MEDAN, Medan Tangannya bergetar ketika membuka layar ponsel yang menampilkan hasil seleksi. Beberapa detik kemudian, air mata m
Medan 31 detik lalu
Pertunjukan semakin kuat melalui sinandong dedeng Deli yang disusun dalam tujuh bait. Musik pengiring menggunakan gaya sinandong lama, dengan kekayaan instrumen tradisional Melayu seperti gendang dua muka, pakpung, dol, ketipung, canang, serunai, bangsi, arbab, dan gong.
Perpaduan gerak, suara, musik, properti, busana, serta suasana ritus menjadikan "Dayang Nan Tujuh" bukan sekadar tontonan, tetapi sebuah perjalanan imajinatif menuju ruang kebudayaan Melayu Deli yang lebih tua dan dalam.
Baca Juga:
Ketika Tari Melayu Menjadi Ruang Sakral
Pertunjukan tersebut dipimpin oleh M. Muhar Omtatok, yang sekaligus menjadi narasumber dan penulis sinandong. Tata tari dipercayakan kepada Mateus Suwarsono, sedangkan tata musik digarap Zumaidi Abdullah. Dari Bidang Kebudayaan pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Medan, mendukung aktif dari pra pertunjukan hingga pertunjukan.
Baca Juga:
Respons penonton dan para pelaku seni terhadap pertunjukan itu menjadi catatan tersendiri. Seusai acara, sejumlah pakar tari dan seni pertunjukan berkumpul dan membicarakan "Dayang Nan Tujuh". Mereka mengaku menemukan sesuatu yang jarang hadir dalam pertunjukan Melayu kontemporer: dimensi sakral yang terasa utuh dan meyakinkan.
Selama ini, sebagian penonton dan pemerhati seni lebih sering berhadapan dengan tari Melayu dalam bentuk pertunjukan yang bersifat hiburan. "Dayang Nan Tujuh" justru membuka kemungkinan lain: menghadirkan tari Melayu sebagai medium untuk membaca kembali hubungan manusia, alam, leluhur, dan ruang kosmologis.
Salah seorang yang memberikan respons emosional positif adalah Elly D. Luthan, koreografer senior yang hadir menyaksikan pertunjukan tersebut.
Dengan suara bergetar dan air mata yang tak tertahan, Elly mengungkapkan kekagumannya.
"Saya menemukan sakralitas tari Melayu yang benar-benar matang dalam Dayang Nan Tujuh. Saat sinandong itu, saya tidak bisa menahan tangis. Saya dibawa ke alam Deli beberapa abad lalu. Saya kagum atas pertunjukan ini."
Pernyataan tersebut menjadi semacam penegasan bahwa kekuatan "Dayang Nan Tujuh" tidak semata-mata terletak pada keindahan koreografi atau kemerduan musiknya. Lebih jauh, pertunjukan ini berhasil menghadirkan atmosfer kebudayaan, sebuah pengalaman yang membuat penonton seolah tidak sedang menyaksikan tari, melainkan sedang memasuki kembali ruang ingatan kolektif masyarakat Melayu Kota Medan.
POSMETRO MEDAN, Medan Tangannya bergetar ketika membuka layar ponsel yang menampilkan hasil seleksi. Beberapa detik kemudian, air mata m
Medan 31 detik lalu
Kapolda Sumut Rombak Puluhan Jabatan Kapolsek, Ini Daftar Lengkapnya.
Profil 2 menit lalu
Polisi Tangkap Wanita Sekaligus Ibu yang Buang Bayi Perempuan di Asahan.
Peristiwa 17 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Sergai melaksanakan Program GEBER (Gerakan BersihBersih) sebagai bentuk dukungan terha
Sumut 24 menit lalu
Tim LINGKABER Polres Karo Amankan Remaja Bawa Sajam, Cegah Tawuran di Berastagi.
Peristiwa 32 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Jakarat Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kementerian Agama tengah memproses penyal
Berita 43 menit lalu
Polsek Balige mengamankan 22 unit sepeda motor yang menggunakan knalpot tidak sesuai spesifikasi.
Sumut 47 menit lalu
Polres Asahan berhasil mengamankan seorang pria berinisial RIS yang diduga terlibat dalam kasus pengeroyokan terhadap Dahlan Panjaitan.
Peristiwa satu jam lalu
Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Selatan Bantu Jemur Hasil Panen Jagung Petani Binaan.
Sumut satu jam lalu
Dinas SDABMBK Kota Medan Laksanakan Apel Rutin, Dorong Percepatan Program Kerja Dan Peningkatan Pelayanan.
Medan 2 jam lalu