Kamis, 20 Agustus 2026
Lembaga Wakaf UINSU Medan

Salurkan Hasil Wakaf Produktif Untuk Bantu UKT Dan Penyelesaian Studi Mahasiswa

Evi Tanjung - Kamis, 20 Agustus 2026 16:20 WIB
Salurkan Hasil Wakaf Produktif Untuk Bantu UKT Dan Penyelesaian Studi Mahasiswa
ist
Lembaga Wakaf UINSU Medan salurkan UKT pada mahasiswa berprestasi

Tidak hanya untuk kebutuhan UKT, manfaat wakaf juga mulai diarahkan untuk mendukung penyelesaian pendidikan pada jenjang pascasarjana. Pada tahun ini diberikan bantuan penyelesaian disertasi sebesar Rp4.500.000 dan bantuan penyelesaian tesis sebesar Rp4.500.000 untuk tujuh orang penerima.

Prof. Saparuddin menegaskan bahwa penyaluran tersebut merupakan bukti bahwa wakaf produktif dapat menjadi instrumen pemberdayaan yang memberikan manfaat berkelanjutan apabila dikelola secara baik dan profesional.

Baca Juga:

Aset Wakaf Terus Dikembangkan

Prof. Saparuddin mengakui bahwa aset wakaf yang dikelola UIN Sumatera Utara Medan saat ini masih relatif kecil jika dibandingkan dengan perguruan tinggi Islam besar di dunia, seperti Universitas Al-Azhar di Mesir.

Baca Juga:

Saat ini, aset wakaf UIN Sumatera Utara Medan telah mencapai lebih dari Rp2 miliar. Menurutnya, jumlah tersebut memang masih jauh dari ideal, tetapi merupakan langkah awal yang penting dalam membangun ekosistem wakaf produktif di lingkungan perguruan tinggi.

"Kalau dibandingkan dengan aset wakaf perguruan tinggi seperti Al-Azhar di Mesir, aset wakaf UIN Sumatera Utara Medan masih sangat kecil. Namun, paling tidak UIN Sumatera Utara Medan sudah memulai. Insyaallah, meskipun pergerakannya masih kecil, wakaf ini akan terus berkembang," ujar Prof. Saparuddin.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada para ASN UIN Sumatera Utara Medan yang telah berpartisipasi dalam gerakan wakaf melalui kontribusi 1 persen dari P1 remunerasi, yang rata-rata sekitar Rp10.000 per bulan.

Menurutnya, kontribusi tersebut mungkin terlihat kecil secara individual, tetapi apabila dilakukan secara konsisten dan melibatkan banyak orang, akan menjadi kekuatan besar bagi pengembangan aset wakaf.

"Terima kasih kami sampaikan kepada para ASN UIN Sumatera Utara Medan yang bersedia berwakaf 1 persen dari P1 remunerasi. Meskipun pertumbuhannya kecil, inilah hebatnya wakaf. Ia akan terus berkembang," katanya.

Prof. Saparuddin berharap kesadaran berwakaf di lingkungan UIN Sumatera Utara Medan semakin tumbuh. Dengan bertambahnya aset wakaf, hasil pengelolaannya diharapkan dapat memberikan manfaat yang lebih luas, bukan hanya bagi mahasiswa, tetapi juga bagi dosen, tenaga kependidikan, masyarakat, serta pengembangan berbagai program keumatan.

Tags
beritaTerkait
Ratusan Pelajar Keracunan di Berastagi, Pemerintah tak Cukup Hanya Minta Maaf
Pejabat Baru Lapas Lubuk Pakam Turun ke Blok Hunian, Dialog dengan Warga Binaan
HM Nezar Djoeli Minta KPK Hentikan Opini Tak Bertanggung Jawab Soal Raja Juli Antoni
Belum Beraksi Ketahuan, Maling Masuk Rumah Sakit Dimassa, 2 Polisi Juga Ikut Kena Pukul
Diduga Ilegal, Polres Padang Lawas Utara Cek Lokasi Galian C di Sipiongot
Tim Inafis Sat Reskrim Polres Simalungun dan Polsek Purba Cepat Tindak Lanjuti Penemuan Mayat
komentar
beritaTerbaru