Jumat, 18 Juli 2025

Dugaan Jaksa Blokir Nomor Korban hingga Janji Pasal Berlapis Tak Terwujud, Sidang Penganiayaan Jurnalis Leo Sembiring Disorot

Administrator - Kamis, 10 Juli 2025 11:30 WIB
Dugaan Jaksa Blokir Nomor Korban hingga Janji Pasal Berlapis Tak Terwujud, Sidang Penganiayaan Jurnalis Leo Sembiring Disorot
IST
Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPC GRIB Jaya Medan, Dudi Efni Pasaribu

POSMETRO MEDAN,Medan – Sidang lanjutan kasus penganiayaan terhadap jurnalisLeo Sembiring kembali menjadi sorotan publik. Dalam sidang kedua yang digelar di Pengadilan Negeri Medan, kasus dengan terdakwa Oscar Sebayang alias Os ini memunculkan berbagai dugaan pengabaian oleh penegak hukum serta tidak terealisasinya sejumlah janji hukum yang pernah disampaikan aparat.

Ketua Bidang Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (OKK) DPC GRIB Jaya Medan, Dudi Efni Pasaribu, menegaskan pentingnya profesionalisme aparat dalam menangani kasus ini.

"Meski di tengah dugaan pengabaian oleh jaksa, saya berharap agar jaksa dan majelis hakim dapat bekerja secara profesional. Semoga korban mendapatkan keadilan dan terdakwa dijatuhi hukuman maksimal," ujarnya.

Baca Juga:

Pada persidangan kedua dengan agenda mendengarkan kesaksian korban, Leo Sembiring menyampaikan kekecewaannya terhadap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Evi Yanti Pengabean. Menurutnya, informasi soal jadwal sidang diterima bukan dari JPU langsung, melainkan melalui asisten jaksa via WhatsApp.

"Saya kecewa. Saya menduga Ibu JPU Evi Yanti telah memblokir nomor WhatsApp saya. Saat saya konfirmasi pada 20 Juni, pesan saya tidak dibalas. Setelah dicek, nomor saya diduga sudah diblokir," ungkap Leo.

Baca Juga:

Kendati demikian, Leo tetap berharap jaksa bekerja secara profesional dan menuntut Oscar Sebayang dengan hukuman maksimal. Ia menilai dugaan tindakan pemblokiran ini tidak etis, apalagi dilakukan oleh aparat penegak hukum kepada korban.

"Saya bingung, kenapa jaksa yang menangani perkara justru diduga memblokir nomor korban, dan menyerahkan tugas komunikasi kepada asistennya," lanjutnya.

Leo Sembiring menambahkan bahwa aksi penganiayaan terhadap dirinya tidak hanya menyebabkan luka fisik dan trauma berat, tetapi juga kerugian materiil. Sejumlah barang miliknya seperti perekam digital, kacamata, uang tunai, flashdisk, dan topi dinyatakan hilang di lokasi kejadian.

"Saat olah TKP, saya melihat tas saya berada di meja Oscar Sebayang. Tapi uang, flashdisk, dan alat rekam sudah tidak ada," jelas Leo.

Ia menyatakan telah menyampaikan hal tersebut kepada penyidik Polsek Medan Tuntungan agar pelaku dijerat dengan pasal berlapis. Namun, permintaannya tidak ditindaklanjuti.

Leo juga mengungkap bahwa Kapolsek Medan Tuntungan, Iptu Syawal Sitepu, sempat menjanjikan pelaku akan dijerat dengan pasal berlapis. Namun, janji itu tidak terealisasi hingga berkas perkara dilimpahkan ke kejaksaan. Selain itu, Leo sempat meminta agar perkara ini juga dikenakan Undang-Undang Pers, namun permintaannya ditolak secara tidak pantas.

"Saya malah difitnah oleh Kanit Reskrim Iptu Omrin. Dia bilang saya tidak terdaftar di Dewan Pers, bahkan menantang saya taruhan satu juta berbanding lima ratus juta jika saya bisa membuktikan," tutur Leo.

Hingga berita ini diturunkan, Kasi Pidum Kejari Medan Deny Marincka Pratama belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi terkait dugaan pengabaian ini. Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Sumut, Andre Ginting, menyatakan akan meneruskan informasi tersebut kepada pihak terkait.

"Kami akan teruskan ke Kejari yang menangani perkara tersebut," singkat Andre.

Kasus ini semakin menegaskan pentingnya perlindungan terhadap jurnalis serta akuntabilitas aparat penegak hukum dalam menangani laporan kekerasan terhadap profesi yang dilindungi undang-undang. (dud)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Rapat Paripurna Masa Persidangan III, Darma Putra Rangkuti Pastikan Rencana Pembangunan Dilakukan Secara Terbuka dan Terarah
Dosen Pembunuh Suami Usai Dituntut Mati, Saya Sangat Bahagia yang Dilakukan Jaksa Sudah Benar
Syah Afandin Serahkan Kunci Ruko Korban Kebakaran: Wujud Kepedulian dan Gotong Royong Warga Bahorok
Menang Lawan IJTI FC, Wartawan Presisi Polres Asahan FC Pastikan Masuk 8 Besar
Di Hadapan Gubernur Sumut Bobby Nasution, Wartawan Presisi Polres Asahan Bungkam JAP FC 4-0
Terungkap! Pelaku Pembunuhan Berantai di Padang Pariaman Adalah Pacar Korban, Keluarga Tak Curiga
komentar
beritaTerbaru