Selasa, 13 Oktober 2026

Mahasiswa UDA Gelar Unjuk Rasa, Rektor Ancam Drop Out

Faliruddin Lubis - Jumat, 28 Agustus 2026 17:22 WIB
Mahasiswa UDA Gelar Unjuk Rasa, Rektor Ancam Drop Out
Raden Arman
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kampus UDA.

POSMETRO MEDAN, Medan-- Aksi Saling dorong tak terhindar saat sejumlah mahasiswa Universitas Darma Agung lakukan aksi demonstrasi terkait nasib mereka, Jumat (28/8/2026). Mereka protes akibat akreditasi UDA yang dicabut oleh BAN PT awal Juli 2026 silam.

Para mahasiswa teriak soal kejelasan status mereka. Mahasiswa juga meminta pihak rektorat segera menerbitkan surat pindah perguruan tinggi, agar mereka bisa selesaikan perkuliahan di kampus lain.

"Ini bukan tentang kita. Ini tentang orangtua kita di kampung yang susah payah mencari uang untuk biaya kuliah kita," ujar salah seorang mahasiswa yang menjadi orator saat aksi demo di Kampus UDA.

Baca Juga:

Pada dasarnya, mahasiswa menolak biaya-biaya yang dibebankan pihak rektorat kepada mereka setelah Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) berpolemik.

"Kami jelas menolak uang Rp2 juta yang diminta pihak kampus," ucap orator.

Baca Juga:

Mahasiswa menuntut Rektor keluar kampus, menerima aspirasi mahasiswa yang sedang menggelar aksi demo di depan kampus.

"Rektor, keluar kau.. Jangan sembunyi di dalam," teriak mereka.

"Pihak Rektorat gak mau bertanggungjawab. Mahasiswa disuruh bayar tapi gak ada juga hasilnya," ujar salah seorang mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya.

Ironinya, pihak Rektorat tak satupun hadir dan menenangkan para mahasiswa yang beraksi.

"Kami tadi sudah menghadap pihak Rektorat, ngomong baik-baik, tapi belum ada juga solusinya. Makanya, kami demo sekarang," paparnya.

Suasana sempat memanas ketika dua orang keluar mengendarai sepeda motor melintasi kawasan aksi demo mahasiswa sambil menyalakan klakson panjang.

"Ini jalan umum. Mana izin polisinya," papar pengendara motor itu.

Kedua orang itu pun langsung dicegat mahasiswa. Sembari mengatakan bahwa aksi demo itu sudah mengantongi izin polisinya.

"Ini sudah ada izinnya. Buktinya, ini ada polisi yang mengawal," ujar mahasiswa.

Akhirnya Rektor UDA Prof Suwardi Lubis menemui para pendemo setelah satu jam mahasiswa berteriak di bawah terik matahari.

Suasana makin memanas saat mereka meminta Rektor menerbitkan surat rekomendasi pindahan. Namun Sang Rektor malah menanggapi dengan nada tinggi.

"Kalian belum bayar uang kuliah, yang ikut demo akan di DO (drop out)," tegasnya.

Mendengar jawaban itu, spontan mahasiswa naik tensi. Mereka pun berteriak dan mulai melakukan aksi melawan.

Beruntung, Wakil Rektor III, Aripin Sihombing yang ada saat itu pun langsung berusaha menenangkan Suwardi Lubis dan meminta kepada salah seorang dosen untuk membawa masuk ke Gedung Biro Rektor.

Tak puas dengan jawaban pihak Rektor, mahasiswa pun lalu malakukan konvoi untuk mendatangi Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 1 Sumatera Utara di Jalan Sempurna, Kelurahan Tanjungsari, Medan Sunggal. (den)

Tags
beritaTerkait
Mahasiswa Unimed  Dorong Proyek Kemanusiaan  Potensi TOGA di Desa Sukasari
Pengurus Forum Alumni UINSU Medan Periode 2024–2027 Dikukuhkan
Asri Ludin Tambunan Gandeng Kejari Cegah Penyimpangan Anggaran Sekolah
Sidang Roy Suryo Jadi Sorotan, Gajah Muda Nusantara DKI Hadir di PN Jakarta Timur
Bupati Vandiko Gultom Dorong Budaya Batak ke Dunia
2 Terduga Pembunuh Wakil Rektor IT&B Indonesia Kabanjahe Ditangkap di Medan
komentar
beritaTerbaru