Jumat, 28 Agustus 2026

Mahasiswa UDA Gelar Unjuk Rasa, Rektor Ancam Drop Out

Faliruddin Lubis - Jumat, 28 Agustus 2026 17:22 WIB
Mahasiswa UDA Gelar Unjuk Rasa, Rektor Ancam Drop Out
Raden Arman
Sejumlah mahasiswa melakukan aksi unjuk rasa di depan kampus UDA.

POSMETRO MEDAN, Medan-- Aksi Saling dorong tak terhindar saat sejumlah mahasiswa Universitas Darma Agung lakukan aksi demonstrasi terkait nasib mereka, Jumat (28/8/2026). Mereka protes akibat akreditasi UDA yang dicabut oleh BAN PT awal Juli 2026 silam.

Para mahasiswa teriak soal kejelasan status mereka. Mahasiswa juga meminta pihak rektorat segera menerbitkan surat pindah perguruan tinggi, agar mereka bisa selesaikan perkuliahan di kampus lain.

"Ini bukan tentang kita. Ini tentang orangtua kita di kampung yang susah payah mencari uang untuk biaya kuliah kita," ujar salah seorang mahasiswa yang menjadi orator saat aksi demo di Kampus UDA.

Baca Juga:

Pada dasarnya, mahasiswa menolak biaya-biaya yang dibebankan pihak rektorat kepada mereka setelah Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) berpolemik.

"Kami jelas menolak uang Rp2 juta yang diminta pihak kampus," ucap orator.

Baca Juga:

Mahasiswa menuntut Rektor keluar kampus, menerima aspirasi mahasiswa yang sedang menggelar aksi demo di depan kampus.

"Rektor, keluar kau.. Jangan sembunyi di dalam," teriak mereka.

"Pihak Rektorat gak mau bertanggungjawab. Mahasiswa disuruh bayar tapi gak ada juga hasilnya," ujar salah seorang mahasiswa yang enggan menyebutkan namanya.

Ironinya, pihak Rektorat tak satupun hadir dan menenangkan para mahasiswa yang beraksi.

"Kami tadi sudah menghadap pihak Rektorat, ngomong baik-baik, tapi belum ada juga solusinya. Makanya, kami demo sekarang," paparnya.

Suasana sempat memanas ketika dua orang keluar mengendarai sepeda motor melintasi kawasan aksi demo mahasiswa sambil menyalakan klakson panjang.

"Ini jalan umum. Mana izin polisinya," papar pengendara motor itu.

Kedua orang itu pun langsung dicegat mahasiswa. Sembari mengatakan bahwa aksi demo itu sudah mengantongi izin polisinya.

"Ini sudah ada izinnya. Buktinya, ini ada polisi yang mengawal," ujar mahasiswa.

Akhirnya Rektor UDA Prof Suwardi Lubis menemui para pendemo setelah satu jam mahasiswa berteriak di bawah terik matahari.

Suasana makin memanas saat mereka meminta Rektor menerbitkan surat rekomendasi pindahan. Namun Sang Rektor malah menanggapi dengan nada tinggi.

"Kalian belum bayar uang kuliah, yang ikut demo akan di DO (drop out)," tegasnya.

Mendengar jawaban itu, spontan mahasiswa naik tensi. Mereka pun berteriak dan mulai melakukan aksi melawan.

Beruntung, Wakil Rektor III, Aripin Sihombing yang ada saat itu pun langsung berusaha menenangkan Suwardi Lubis dan meminta kepada salah seorang dosen untuk membawa masuk ke Gedung Biro Rektor.

Tak puas dengan jawaban pihak Rektor, mahasiswa pun lalu malakukan konvoi untuk mendatangi Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah 1 Sumatera Utara di Jalan Sempurna, Kelurahan Tanjungsari, Medan Sunggal. (den)

Tags
beritaTerkait
Benny Sembiring Ikut Gotong Royong GLBIA di Binjai Selatan
Demo Memanas Hingga Malam, Massa Main Bakar, Lempari Pagar Gedung DPR RI
Kapolrestabes Medan Jadi Negosiator Aksi GMNI di Kantor Walikota, Massa Bubar Dengan Tertib
Mahasiswa Goyang Pagar Balai Kota Medan
Tuntut Pengesahan RUU Perampasan Aset hingga Evaluasi Kebijakan Pemerintah
Hercules Minta Massa Demo Tertib, GRIB Jaya Siap Siaga 24 Jam
komentar
beritaTerbaru