Kamis, 03 September 2026

Kapolrestabes Medan Temui Mahasiswa Universitas Darma Agung yang Bertahan di Kantor LLDikti Sumut

Faliruddin Lubis - Senin, 31 Agustus 2026 23:20 WIB
Kapolrestabes Medan Temui Mahasiswa Universitas Darma Agung yang Bertahan di Kantor LLDikti Sumut
DAM/IST
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. mendatangi mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA) yang masih bertahan di LLDikti Wilayah I Sumatera Utara, Senin malam (31/8/2026).

POSMETRO MEDAN,MedanKapolrestabes Medan, Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H. mendatangi massa mahasiswa Universitas Darma Agung (UDA), yang masih bertahan di Kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah I Sumatera Utara, Jalan Sempurna, Kelurahan Tanjungsari, Kecamatan Medan Sunggal, Senin (31/8/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kedatangan pimpinan Polrestabes Medan tersebut bertujuan untuk membuka ruang dialog dengan mahasiswa terkait tuntutan relokasi atau perpindahan studi ke Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain.

Aksi unjuk rasa tersebut tercatat telah berlangsung lebih dari 10 jam sejak pukul 09.00 WIB. Jalannya demonstrasi juga sempat disiarkan secara langsung oleh sejumlah akun media sosial dan disaksikan ribuan penonton. Aparat kepolisian tetap bersiaga di lokasi untuk memastikan situasi tetap kondusif.

Baca Juga:

Aksi ini dipicu oleh pencabutan status akreditasi UDA oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) sejak 7 Juli 2026. Mahasiswa menuntut LLDikti Wilayah I Sumut memfasilitasi proses perpindahan kampus demi menjamin kelanjutan studi mereka.

Sebelumnya, Kepala LLDikti Wilayah I Sumut Prof Saiful Matondang sempat menemui massa dan menggelar dialog di halaman kantor. Kendati demikian, pertemuan tersebut belum membuahkan kesepakatan konkret, sehingga mahasiswa memilih untuk tetap bertahan di lokasi.

Baca Juga:

Selain persoalan akreditasi, massa juga menolak keras kewajiban membayar biaya sebesar Rp2 juta yang dipatok pihak kampus untuk menerbitkan surat rekomendasi pindah.

Orator aksi, Daniel Sinaga, menegaskan beban finansial tersebut sangat memberatkan mahasiswa yang hanya ingin menyelamatkan masa depan pendidikannya.

"Pada hari ini kami tegaskan kalau mahasiswa sudah muak dengan janji-janji. Kita tak mau mendengar lagi soal bicara akan kembali mendapatkan akreditasi. Kami secara tegas menolak membayar uang Rp2 juta untuk surat pindah," tegas Daniel saat berorasi.

Daniel menambahkan, mahasiswa kini telah kehilangan kepercayaan terhadap Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA) selaku pengelola universitas.

"Kami menyatakan sudah tak percaya lagi sama Yayasan Darma Agung," ujarnya.

Tags
beritaTerkait
PKK Deli Serdang Monitoring Program Bangga Kencana, Kesehatan dan PHBS di STM Hulu
Pemko Medan Tambah Kuota PKH Medan Makmur Sebanyak 10.000 Penerima, Erfin : Tak Ingin Lansia Dan Disabilitas Terabaikan
Perkuat Sinergi Lintas Sektor, Kecamatan Medan Selayang Perkuat Program Kesehatan dan Imunisasi Anak Sekolah
Gubernur Sumut Tinjau Pascaerupsi Sinabung, Cek Pos Pengamatan dan Pengungsi
THM Janna Kita di Patumbak Digerebek, Cewek Pengedar Ineks dan 2 Pemakek Diamankan
Respon Cepat, Tekab Polsek Medan Kota Tangkap Residivis Kasus Upal
komentar
beritaTerbaru