Sabtu, 07 November 2026

KAMAK Gelar Dialog Publik Antikorupsi, Santuni Anak Yatim di Ramadan

Faliruddin Lubis - Kamis, 12 Maret 2026 11:59 WIB
KAMAK Gelar Dialog Publik Antikorupsi, Santuni Anak Yatim di Ramadan
IST/ERN
Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) menggelar dialog publik yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama lintas aktivis dan insan media serta pemberian santunan kepada anak yatim, Rabu (11/3/2026).

POSMETRO MEDAN,Medan- Pemberantasan korupsi kembali menjadi topik diskusi masyarakat sipil di Kota Medan. Koalisi Masyarakat Anti Korupsi (KAMAK) menggelar dialog publik yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama lintas aktivis dan insan media serta pemberian santunan kepada anak yatim, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang berlangsung di sebuah kafe di kawasan Jalan STM Kanal, Medan, itu menjadi ruang pertemuan aktivis, masyarakat sipil, dan jurnalis untuk membahas peran publik dalam memperkuat gerakan antikorupsi.

Sejumlah peserta terlihat terlibat aktif dalam diskusi yang menyoroti kondisi pemberantasan korupsi di Indonesia, serta pentingnya keterlibatan masyarakat dalam mengawal transparansi dan integritas di ruang publik.

Baca Juga:

Koordinator KAMAK, Azmi Hadli, mengatakan bahwa gerakan melawan korupsi tidak dapat hanya bergantung pada lembaga penegak hukum. Menurut dia, partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam mendorong terciptanya tata kelola yang bersih.

"Korupsi adalah musuh bersama bangsa. Karena itu, perlawanan terhadap korupsi tidak boleh berhenti pada wacana semata. Kita harus membangun gerakan moral yang kuat dari masyarakat sipil, aktivis, media hingga generasi muda," kata Azmi dalam sambutannya.

Baca Juga:

Menurut Azmi, dialog publik yang digelar KAMAK merupakan upaya memperkuat sinergi antara elemen masyarakat sipil dan media dalam mengawal isu-isu korupsi.

Ia menilai media memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran publik terhadap bahaya korupsi sekaligus menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap penyelenggaraan pemerintahan.

Azmi juga menyinggung momentum Ramadan sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat nilai kejujuran dan integritas dalam kehidupan bermasyarakat.

"Ramadan mengajarkan kejujuran, kesabaran, dan kepedulian. Nilai-nilai ini harus menjadi fondasi dalam membangun bangsa yang bersih dari praktik korupsi," ujarnya.

Selain dialog publik, kegiatan tersebut juga diisi dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.

Tags
beritaTerkait
FPK Medan Bedah Makna Sumpah Pemuda, Libatkan Tokoh Muda dalam Dialog Kebangsaan
Kapolres Binjai AKBP R. Bimo Moernanda Syukuran dan Doa Bersama Anak Yatim
Saksi Ungkap KUR Rp50 Juta, PH: Persetujuan Kredit Ada di Kepala Unit
Sosialisasi Antikorupsi, Pemkab Deli Serdang Perkuat Integritas dan Kepatuhan Hukum Aparatur
PH.Nur Erdian: Fakta Persidangan Uang Rp175 Juta Anggaran Maintenance Cost, Negara Justru Diuntungkan Lebih Rp1 Miliar
Bupati Pakpak Bharat bersama Kepala Daerah dan Ketua DPRD se Sumut Tandatangani Komitmen Bersama
komentar
beritaTerbaru