Ia menilai, pengolahan ikan dengan cara tersebut merupakan terobosan positif karena dapat menjadi alternatif menu sehat bagi anak-anak yang terkadang kesulitan mengonsumsi ikan akibat adanya duri.
"Awalnya saya sempat khawatir amis, ternyata tidak dan rasanya enak sekali. Ini inovasi bagus, apalagi bisa menjadi pilihan menu untuk anak-anak yang biasanya kesulitan memisahkan duri ikan," ungkap Ny. Airin.
Baca Juga:
Ia berharap, gerakan B2SA tidak hanya menjadi kegiatan perlombaan, tetapi juga dapat diterapkan secara berkelanjutan dan membudaya di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat luas.
Menurutnya, kesadaran mengonsumsi makanan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman perlu dibangun sejak dini sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas kesehatan keluarga.
Baca Juga:
Pada akhir kegiatan, Kecamatan Medan Timur berhasil meraih juara pertama, disusul Kecamatan Medan Kota sebagai juara kedua dan Kecamatan Medan Polonia di posisi ketiga. Penghargaan dan hadiah diserahkan langsung oleh Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Bayu Waas bersama Ny. Airin Rico Waas kepada para pemenang.
Kegiatan tersebut juga dirangkai dengan penyerahan bibit ikan lele dan nila serta tanaman produktif berupa kunyit, merica, dan jeruk purut. Bantuan ini diharapkan dapat mendorong masyarakat memanfaatkan potensi pangan lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan keluarga.
Melalui kegiatan B2SA 2026, Pemerintah Kota Medan bersama TP PKK Kota Medan terus mengajak masyarakat untuk lebih kreatif dalam mengolah bahan pangan lokal, meningkatkan kesadaran gizi keluarga, serta membangun pola konsumsi pangan sehat demi mewujudkan masyarakat Medan yang lebih sehat dan sejahtera. (ATN)
Tags
beritaTerkait
komentar