Kamis, 05 November 2026

Berita Seminar Abal-Abal IECESS Fakultas Ekonomi Muncul Lagi, Humas Unimed tak Terima Seperti Marah-marah

Jafar Sidik - Kamis, 05 November 2026 16:27 WIB
Berita Seminar Abal-Abal IECESS Fakultas Ekonomi Muncul Lagi, Humas Unimed tak Terima Seperti Marah-marah
(ist)
Koordinator Pusat Kehumasan dan Pelayanan Terpadu Unimed, Dr Isli Iriani Indiah Pane.

POSMETRO MEDAN-Koordinator Pusat Kehumasan dan Layanan Terpadu Unimed Dr. Isli Iriani Indiah Pane, S.Pd., M.Hum, Rabu (4/11/2026) malam menelpon seperti marah-marah.

Isli keberatan dengan berita berjudul "Polemik Seminar Internasional IECES Unimed, DPRD Sumut akan Temui Dekanat?" tertanggal Selasa (4/11/2026).

Pada berita itu Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi menyoroti pelaksanaan seminar IECESS FEB Unimed yang memaksa mahasiswa mengikuti seminar 'abal-abal' tersebut dengan berbayar Rp100 ribu hingga Rp250 ribu. Dan semua pesertanya dari mahasiswa FE Unimed. Dekan FE Unimed Dr. Haikal Rahman dan Wakil Dekan 1 FE Unimed Prof. T Teviana pun hingga berita ini diturunkan tidak pernah mengklarifikasi dan mempertanggungjawabkan penggunaan dana pelaksanaan.

Baca Juga:

Terkait berita yang memuat komentar Salman Alfarisi itu, Isli mengaku keberatan. "Siapa aktor di belakangnya, kami udah bilang apa adanya, kalian tahu semua ini (seminar) terjadi di seluruh Indonesia," ujar Isli dengan nada marah.

Isli mengaku keberatan atas pemberitaan yang menghadirkan Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi yang berkomentar soal polemik seminar internasional IECES Fakultas Ekonomi dan Bisnis itu.

Baca Juga:

Selama pemberitaan ini muncul Isli memang pasang badan menampung semua konfirmasi media, sementara Dekan FEB Unimed dan Wakil Dekan 1 sebagai pihak yang paling bertanggungjawab atas pelaksanaan seminar itu tak pernah memberikan klarifikasi apapun.

Bahkan informasi yang didapatkan media, tidak ada tindakan internal apapun yang diberikan kepada Dekan dan Wakil Dekan 1 FEB Unimed sebagai pihak yang paling bertanggungjawab dalam penyelenggaraan.

"Kenapa naik lagi berita itu, nggak bisa tenang kalau begini. Sekarang saya cukup kecewa, karena sudah lapor ke pimpinan tak ada lagi pemberitaan. Saya sudah klarifikasi, tiba naik lagi. Saya kira semua sudah clear, kami sudah lakukan tindakan di internal. Untuk Rp100ribu itu untuk snack, kalau narasumber datang dari USA ya tidak mungkinlah, biayanya saja Rp100ribu," kata Isli.

Isli mengakui pihak Unimed tak akan menggunakan hak jawab karena merasa pertemuan dengan posmetromedan.id sudah dilakukan. Klarifikasi juga dirasa telah mencapai kata sepakat.

"Kata pimpinan buat apa lagi pakai hak jawab, nanti yang ada kita tiktokan lagi (dengan posmetromedan.id). Nanti ada lagi sambungan beritanya, iya juga saya pikir. Tapi saya lupa memberitahukan bahwa hak jawab batal diberikan (ke posmetromedan.id), kami tak pakai hak jawab," ujar Isli.

Sebelum menutup saluran telepon, Isli menitipkan pesan kepada pimpinan di posmetromedan.id atas keberhasilan peliputan tentang Unimed.

"Sampaikan ke pimred, tadinya Unimed mau pakai hak jawab, kami disitu yang disorot. Emang seksi Unimed ini kak, saya ucapkan selamat atas keberhasilan. Nanti kedepan ada arahan dari pimpinan, saya tunggu arahan dari Unimed," katanya. (Redaksi)

Tags
beritaTerkait
Polemik Seminar Internasional IECES Unimed, DPRD Sumut akan Temui Dekanat?
Kenapa Seminar Internasional IECESS FEB Unimed Abal-abal?
Mahasiswa FE Unimed ‘Dipaksa Bayar’ Ikut Seminar Internasional “Aba-abal”, Rektorat Membantah
Rocky Gerung Ajak Mahasiswa Berpikir Kritis
Mahasiswa Unimed  Dorong Proyek Kemanusiaan  Potensi TOGA di Desa Sukasari
Tim RB ZI Unimed Selenggarakan Kegiatan Penyelarasan Dokumen LKE ZI Bersama TPSK DIKTI
komentar
beritaTerbaru