Minggu, 17 Mei 2026

Kampus Kembali Jadi Arena Konflik Yayasan, Universitas Cut Nyak Dien Dikuasai Ahli Waris Sah

Administrator - Kamis, 24 Juli 2025 21:26 WIB
Kampus Kembali Jadi Arena Konflik Yayasan, Universitas Cut Nyak Dien Dikuasai Ahli Waris Sah
Reza
Kampus Kembali Jadi Arena Konflik Yayasan, Universitas Cut Nyak Dien Dikuasai Ahli Waris Sah.

POSMETRO MEDAN,Medan – Dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara kembali diguncang konflik internal yayasan. Kali ini, Universitas Cut Nyak Dien (UCND) masuk dalam daftar kampus swasta yang dilanda perseteruan perebutan kekuasaan pengelolaan, menyusul kasus serupa yang pernah terjadi di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Institut Teknologi Medan (ITM), dan Universitas Darma Agung (UDA).

Ketegangan mencuat setelah pihak keluarga kandung almarhum pendiri UCND, HT Abdullah Umar Hamzah, mengambil alih fisik lahan kampus. Mereka mengklaim sebagai ahli waris sah dan menyatakan memiliki legalitas penuh atas kepemilikan aset kampus yang selama lebih dari 20 tahun dikuasai pihak lain.

"Selama dua dekade, lahan kampus ini dikuasai tanpa dasar hukum yang jelas. Kini kami hadir dengan bukti kepemilikan yang sah secara hukum," tegas Cut Fitri, perwakilan dari keluarga kandung pendiri.

Baca Juga:

Pihak yang selama ini mengelola kampus berada di bawah pimpinan Cut Sartini, yang merupakan anak angkat dari HT Abdullah Umar Hamzah dan saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Cut Nyak Dien. Perseteruan antara anak angkat dan ahli waris kandung tersebut kini menyeret UCND ke dalam konflik terbuka yang berimbas langsung pada stabilitas akademik kampus.

Pengambilalihan lahan kampus oleh pihak ahli waris kandung dinilai sebagai titik balik dari konflik berkepanjangan yang sebelumnya berlangsung secara tertutup. Kini, perseteruan itu menjadi konsumsi publik dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan civitas akademika.

Baca Juga:

"Kami tidak ingin menjadi korban dari konflik keluarga. Kampus ini seharusnya menjadi tempat belajar, bukan arena pertikaian dan ambisi kekuasaan," ujar seorang mahasiswa UCND yang enggan disebutkan namanya.

Konflik ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola yayasan pendidikan swasta di Indonesia. Lemahnya pengawasan dari pemerintah dan otoritas pendidikan tinggi dianggap membuka ruang terjadinya konflik kepentingan yang berujung pada kerugian bagi mahasiswa dan dosen.

Pemerintah diminta untuk segera turun tangan dan memastikan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa terganggu oleh polemik internal. Para pihak juga didorong untuk menyelesaikan sengketa melalui jalur hukum dan mengedepankan kepentingan mahasiswa di atas segalanya.

Dengan bertambahnya kampus yang diguncang konflik internal, kepercayaan publik terhadap netralitas dan profesionalisme lembaga pendidikan swasta pun kembali dipertaruhkan. Dunia akademik, yang seharusnya menjadi ruang tumbuhnya ilmu dan karakter, kini kembali ternoda oleh perebutan kekuasaan yang sarat kepentingan pribadi dan keluarga.(Rez)

Editor
: Faliruddin Lubis
Tags
beritaTerkait
Airin Rico Waas : Cetak Talenta Digital Untuk Indonesia Emas 2045
Polemik KIP Kuliah, Ini Penjelasan Rektor UBT Dr Surya
Rico Waas Apresiasi Kepedulian Yayasan Buddha TZu Chi Untuk Wujudkan Hunian Layak
YLBH Keadilan Setara–Polres Tanjungbalai Kompak Dorong Restorative Justice
Perayaan Paskah Oikumene Pemerintah Kota Medan 2026 Berjalan  Penuh Hikmah
Tinjau Kampus Terpadu UMSU, Bupati Sebut Infrastruktur Jalan Dimulai Tahun Depan
komentar
beritaTerbaru