Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mendadak Dicopot
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mesecara mendadak dicopot dari jabatannya.
Profil 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara kembali diguncang konflik internal yayasan. Kali ini, Universitas Cut Nyak Dien (UCND) masuk dalam daftar kampus swasta yang dilanda perseteruan perebutan kekuasaan pengelolaan, menyusul kasus serupa yang pernah terjadi di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Institut Teknologi Medan (ITM), dan Universitas Darma Agung (UDA).
Ketegangan mencuat setelah pihak keluarga kandung almarhum pendiri UCND, HT Abdullah Umar Hamzah, mengambil alih fisik lahan kampus. Mereka mengklaim sebagai ahli waris sah dan menyatakan memiliki legalitas penuh atas kepemilikan aset kampus yang selama lebih dari 20 tahun dikuasai pihak lain.
"Selama dua dekade, lahan kampus ini dikuasai tanpa dasar hukum yang jelas. Kini kami hadir dengan bukti kepemilikan yang sah secara hukum," tegas Cut Fitri, perwakilan dari keluarga kandung pendiri.
Baca Juga:
Pihak yang selama ini mengelola kampus berada di bawah pimpinan Cut Sartini, yang merupakan anak angkat dari HT Abdullah Umar Hamzah dan saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Cut Nyak Dien. Perseteruan antara anak angkat dan ahli waris kandung tersebut kini menyeret UCND ke dalam konflik terbuka yang berimbas langsung pada stabilitas akademik kampus.
Pengambilalihan lahan kampus oleh pihak ahli waris kandung dinilai sebagai titik balik dari konflik berkepanjangan yang sebelumnya berlangsung secara tertutup. Kini, perseteruan itu menjadi konsumsi publik dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan civitas akademika.
Baca Juga:
"Kami tidak ingin menjadi korban dari konflik keluarga. Kampus ini seharusnya menjadi tempat belajar, bukan arena pertikaian dan ambisi kekuasaan," ujar seorang mahasiswa UCND yang enggan disebutkan namanya.
Konflik ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola yayasan pendidikan swasta di Indonesia. Lemahnya pengawasan dari pemerintah dan otoritas pendidikan tinggi dianggap membuka ruang terjadinya konflik kepentingan yang berujung pada kerugian bagi mahasiswa dan dosen.
Pemerintah diminta untuk segera turun tangan dan memastikan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa terganggu oleh polemik internal. Para pihak juga didorong untuk menyelesaikan sengketa melalui jalur hukum dan mengedepankan kepentingan mahasiswa di atas segalanya.
Dengan bertambahnya kampus yang diguncang konflik internal, kepercayaan publik terhadap netralitas dan profesionalisme lembaga pendidikan swasta pun kembali dipertaruhkan. Dunia akademik, yang seharusnya menjadi ruang tumbuhnya ilmu dan karakter, kini kembali ternoda oleh perebutan kekuasaan yang sarat kepentingan pribadi dan keluarga.(Rez)
Kapolres Langkat AKBP David Triyo Prasojo Mesecara mendadak dicopot dari jabatannya.
Profil 2 jam lalu
Kejutan Forkopimcam mewarnai Perayaan HUT Bhayangkara ke80 di Polsek Simpang Empat
Sumut 3 jam lalu
Kadis SDABMBK Hadiri Rangkaian Kegiatan Rakernas XVIII APEKSI Tahun 2026.
Medan 3 jam lalu
Modus &lsquoKawin Pesanan&rsquo ke Tiongkok Terbongkar, Mafirion Buru Sindikat Internasional.
Politik 3 jam lalu
Business Summit IndonesiaKorea Selatan Disiapkan, Danau Toba Jadi Pintu Masuk Kerja Sama.
Sumut 4 jam lalu
Polres Dairi mengaku siap mewujudkan Polri yang semakin humanis dan profesional untuk melayani masyarakat.
Sumut 4 jam lalu
2 Pria Disebut Maling Dilakban Jadi Teletubbies, Ternyata Konten Kreator Lagi Challenge.
Peristiwa 4 jam lalu
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menargetkan jumlah geosite di kawasan Toba Caldera UNESCO Global Geopark bertambah dari 16 menjadi 40.
Sumut 4 jam lalu
Satresnarkoba Polres Batu Bara Ungkap Kasus Pengedar Sabu, Tiga Pelaku sebagai penjual Diamankan.
Sumut 5 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Sebanyak 98 wali kota peserta Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEK
Medan 6 jam lalu