DPN Gelar Semarak Gebyar HUT ke-81 RI di Stadion Teladan Medan
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Dunia pendidikan tinggi di Sumatera Utara kembali diguncang konflik internal yayasan. Kali ini, Universitas Cut Nyak Dien (UCND) masuk dalam daftar kampus swasta yang dilanda perseteruan perebutan kekuasaan pengelolaan, menyusul kasus serupa yang pernah terjadi di Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Institut Teknologi Medan (ITM), dan Universitas Darma Agung (UDA).
Ketegangan mencuat setelah pihak keluarga kandung almarhum pendiri UCND, HT Abdullah Umar Hamzah, mengambil alih fisik lahan kampus. Mereka mengklaim sebagai ahli waris sah dan menyatakan memiliki legalitas penuh atas kepemilikan aset kampus yang selama lebih dari 20 tahun dikuasai pihak lain.
"Selama dua dekade, lahan kampus ini dikuasai tanpa dasar hukum yang jelas. Kini kami hadir dengan bukti kepemilikan yang sah secara hukum," tegas Cut Fitri, perwakilan dari keluarga kandung pendiri.
Baca Juga:
Pihak yang selama ini mengelola kampus berada di bawah pimpinan Cut Sartini, yang merupakan anak angkat dari HT Abdullah Umar Hamzah dan saat ini menjabat sebagai Ketua Yayasan Cut Nyak Dien. Perseteruan antara anak angkat dan ahli waris kandung tersebut kini menyeret UCND ke dalam konflik terbuka yang berimbas langsung pada stabilitas akademik kampus.
Pengambilalihan lahan kampus oleh pihak ahli waris kandung dinilai sebagai titik balik dari konflik berkepanjangan yang sebelumnya berlangsung secara tertutup. Kini, perseteruan itu menjadi konsumsi publik dan menimbulkan kekhawatiran di kalangan civitas akademika.
Baca Juga:
"Kami tidak ingin menjadi korban dari konflik keluarga. Kampus ini seharusnya menjadi tempat belajar, bukan arena pertikaian dan ambisi kekuasaan," ujar seorang mahasiswa UCND yang enggan disebutkan namanya.
Konflik ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola yayasan pendidikan swasta di Indonesia. Lemahnya pengawasan dari pemerintah dan otoritas pendidikan tinggi dianggap membuka ruang terjadinya konflik kepentingan yang berujung pada kerugian bagi mahasiswa dan dosen.
Pemerintah diminta untuk segera turun tangan dan memastikan agar proses pendidikan tetap berjalan tanpa terganggu oleh polemik internal. Para pihak juga didorong untuk menyelesaikan sengketa melalui jalur hukum dan mengedepankan kepentingan mahasiswa di atas segalanya.
Dengan bertambahnya kampus yang diguncang konflik internal, kepercayaan publik terhadap netralitas dan profesionalisme lembaga pendidikan swasta pun kembali dipertaruhkan. Dunia akademik, yang seharusnya menjadi ruang tumbuhnya ilmu dan karakter, kini kembali ternoda oleh perebutan kekuasaan yang sarat kepentingan pribadi dan keluarga.(Rez)
POSMETRO MEDAN, Medan Menyemarakkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Dewan Peduli Negeri (DPN) Sumatera Utara m
Medan 3 jam lalu
Sejumlah wisatawan dan penggemar olah raga kano asal Inggris didampingi Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kab. Pakpak Bharat Maringan Bancin.
Sport 4 jam lalu
Wabup Samosir Bersama Dirjen Hortikultura Kementan Tanam Bawang Putih, Dorong Samosir Jadi Sentra Swasembada Pangan.
Bisnis 4 jam lalu
Polres Karo Ungkap Peredaran Sabu di Kedai Tuak, Seorang Pria Diamankan.
Kriminal 5 jam lalu
Wali Kota Wesly Servis Bola Perdana, Tandai Pembukaan Kompetisi QRIS Padel Championship Tahun 2026
Sport 6 jam lalu
Meriahkan HUT RI ke81, Kodim 0201/Medan Gelar Lomba 17 Agustus.
Medan 7 jam lalu
Tim gabungan Bea Cukai menggagalkan penyelundupan moge ilegal.
Inter-Nasional 8 jam lalu
Bupati Humbang Hasundutan mengukuhkan Paskibraka kabupaten Tahun 2026.
Sumut 9 jam lalu
Paskibra Kecamatan Jorlang Hataran Dikukuhkan, Gladi Upacara HUT RI ke81 Berlangsung Khidmat.
Sumut 10 jam lalu
Bayi di NTT Lahir Saat Gempa, Diberi Nama Agustin Gempita Aurora.
Viral 10 jam lalu