Ada harapan lain yang tak kalah besar, kecepatan
Menurut Efriadi, kehadiran kementerian ini akan mempercepat persiapan haji 2026, yang tidak lagi ditangani Kementerian Agama. "Ini akan jadi ujian pertama.
Baca Juga:
Kita ingin kementerian baru ini gesit, tidak terjebak dalam birokrasi lama," ujarnya.
Bagi calon jamaah, kehadiran kementerian khusus adalah janji akan pelayanan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Bagi pelaku usaha, ini berarti kepastian dan ruang gerak lebih luas.
Transparansi dan Kolaborasi
Efriadi menekankan, kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi tetap kunci utama. "Kementerian ini harus menjamin peningkatan layanan ibadah, dari pendaftaran, kuota, hingga fasilitas di Tanah Suci. Transparansi mutlak diperlukan, karena selama ini persoalan layanan sering diwarnai kabut informasi," jelasnya.
Sebuah Angin Segar
Bagi keluarga besar UKM Haji dan Umrah, pelantikan Gus Irfan dan Dahnil seperti hembusan angin segar di tengah panasnya isu layanan ibadah.
"Kami percaya, dengan kepemimpinan baru ini, jamaah akan lebih tenang beribadah, dan pelaku usaha akan lebih terjamin kelangsungannya," kata Efriadi menutup percakapan.
Di luar ruangan, azan Zuhur baru saja berkumandang. Efriadi tersenyum tipis, menyeruput kembali kopi yang mulai dingin. Ada semacam keyakinan di wajahnya, bahwa pelantikan di Jakarta hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal sebuah perubahan.(erni)
Tags
beritaTerkait
komentar