POSMETRO MEDAN, MEDAN -
Di Medan, secangkir kopi yang baru saja tersaji di meja Efriadi Gusman Effendi mendadak kehilangan kehangatannya.
Matanya terpaku pada layar televisi yang menyiarkan langsung dari Istana Negara, Jakarta. Presiden Prabowo Subianto baru saja mengambil sumpah Mochamad Irfan Yusuf yang akrab disapa Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umrah, didampingi Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai Wakil Menteri, Senin (8/9/2025) itu, sejarah baru ditorehkan.
Baca Juga:
"Ini bukan sekadar pelantikan pejabat. Ini momentum besar bagi jutaan jamaah haji Indonesia, juga bagi kami pelaku usaha yang hidup di lingkar ekosistem haji dan umrah," ucap Efriadi, Ketua UKM Haji dan Umrah, kepada Posmetro Medan (9/9/2025).
Lebih dari Sebuah Amanah
Bagi Efriadi, jabatan yang kini diemban Gus Irfan dan Dahnil bukan sekadar posisi birokratis. Ia menyebutnya amanah besar, yang bila dijalankan dengan integritas akan menjadi berkah, bukan hanya bagi jamaah, tetapi juga bagi geliat ekonomi tanah air.
"Kami berharap amanah ini dijalankan dengan penuh dedikasi. Efeknya bisa langsung terasa, bukan hanya pada jamaah, tapi juga ribuan UMKM yang berputar di ekosistem ekonomi haji dan umrah," katanya.
Ekosistem yang ia maksud, Ekonomi Haji dan Umrah (EEHU), melibatkan banyak pihak, dari biro perjalanan, katering, transportasi, sampai koperasi kecil di daerah.
"Kalau kementerian ini solid, target pertumbuhan ekonomi 8 persen sangat mungkin tercapai," tegasnya.
Persiapan Haji 2026
Ada harapan lain yang tak kalah besar, kecepatan
Menurut Efriadi, kehadiran kementerian ini akan mempercepat persiapan haji 2026, yang tidak lagi ditangani Kementerian Agama. "Ini akan jadi ujian pertama.
Kita ingin kementerian baru ini gesit, tidak terjebak dalam birokrasi lama," ujarnya.
Bagi calon jamaah, kehadiran kementerian khusus adalah janji akan pelayanan yang lebih transparan, akuntabel, dan berkeadilan. Bagi pelaku usaha, ini berarti kepastian dan ruang gerak lebih luas.
Transparansi dan Kolaborasi
Efriadi menekankan, kerja sama dengan Pemerintah Arab Saudi tetap kunci utama. "Kementerian ini harus menjamin peningkatan layanan ibadah, dari pendaftaran, kuota, hingga fasilitas di Tanah Suci. Transparansi mutlak diperlukan, karena selama ini persoalan layanan sering diwarnai kabut informasi," jelasnya.
Sebuah Angin Segar
Bagi keluarga besar UKM Haji dan Umrah, pelantikan Gus Irfan dan Dahnil seperti hembusan angin segar di tengah panasnya isu layanan ibadah.
"Kami percaya, dengan kepemimpinan baru ini, jamaah akan lebih tenang beribadah, dan pelaku usaha akan lebih terjamin kelangsungannya," kata Efriadi menutup percakapan.
Di luar ruangan, azan Zuhur baru saja berkumandang. Efriadi tersenyum tipis, menyeruput kembali kopi yang mulai dingin. Ada semacam keyakinan di wajahnya, bahwa pelantikan di Jakarta hari itu bukan sekadar seremoni, melainkan titik awal sebuah perubahan.(erni)
Tags
beritaTerkait
komentar