Kekecewaan Rico Waas bertambah lagi saat mengecek sejumlah ruangan, ia mendapati kesannya seperti gudang karena menjadi tempat penyimpanan barang-barang tidak terpakai. Bahkan, kondisi di lantai bawah jorok dan semrawutnya sama seperti di lantai dua.
"Bu, ini parah tempat kalian. Nggak dirawat sama sekali ini. Jangan karena letak kantor ini di ujung, tidak dirawat tempat kalian ini. Bayangkan saja untuk menata ini saja, kalian tidak bisa," ujarnya sambil menarik tumpukan sampah kertas dalam kotak di bawah meja kerja.
Rico Waas kembali menegaskan, jika kertas-kertas itu tidak terpakai, dikumpulkan dan dibuang, jangan dibiarkan begitu di bawah meja. "Mau jadi apa ini? Sepanjang saya ke kelurahan, baru ini kelurahan yang paling parah," ungkapnya.
Lurah Baru Ladang Bambu tampak hanya bisa pasrah dengan temuan Rico Waas dalam kunjungan yang tidak diduganya sama sekali itu. Ia hanya mengucapkan, "Siap salah, Pak" sambil menundukkan kepala. Sebelum meninggalkan kantor tersebut, pria yang dilantik menjadi Wali kota Medan sejak 20 Februari 2025 ini, minta segera dilakukan pembersihan, menata dan merawat kantor dengan baik sehingga menjadi tempat yang nyaman dan ramah bagi masyarakat.(ATN)
Tags
beritaTerkait
komentar