Wakapolrestabes Medan Pimpin Patroli Skala Besar, Targetkan Pelaku 3C dan Geng Motor
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan-Pertanyaan besar tengah menggantung di benak publik Medan: ke mana perginya uang pajak reklame, restoran, hingga PBB yang setiap tahun ditarik dari warga dan pengusaha? Angka triliunan rupiah yang seharusnya menjadi darah segar pembangunan kota justru terkesan "menguap" di jalanan. Realisasi target Pendapatan Asli Daerah (PAD) nyatanya kerap jauh dari harapan.
Ironisnya, di lapangan warga tetap patuh membayar, pengusaha juga menyetor kewajiban, tapi kota seolah tak pernah benar-benar menikmati hasilnya. Jalanan masih berlubang, pelayanan publik setengah hati, dan wajah kota tidak mencerminkan potensi besar yang dimiliki. Situasi ini menimbulkan kecurigaan adanya kebocoran serius dalam sistem pajak.
Celah kebocoran diduga bukan sekadar dari wajib pajak nakal. Lebih jauh, praktik manipulasi justru disinyalir melibatkan oknum aparat pajak. Dari permainan mark-up, data ganda, hingga setoran fiktif, semua membuka ruang transaksi gelap yang merugikan kas daerah.
Baca Juga:
Sektor reklame, misalnya, dipenuhi papan iklan raksasa yang entah benar-benar tercatat atau tidak. Restoran pun rawan melaporkan omzet palsu, terlebih bila ada "toleransi" dari petugas. Bahkan pada PBB, masyarakat sering mengeluhkan pungutan liar, sementara dana resminya justru tak sampai ke kas.
Publik pun bertanya-tanya: siapa yang sebenarnya bermain di balik layar? Bagaimana mungkin kota dengan potensi pajak sebesar ini tidak mampu membiayai pembangunan dasar? Apakah uang rakyat hanya berakhir di kantong-kantong gelap? Keluhan warga yang menyebut "seandainya pajak benar-benar masuk, Medan pasti lebih maju" adalah tamparan keras bagi pemerintah.
Baca Juga:
Instruksi wali kota agar Bapenda menutup kebocoran memang patut diapresiasi. Namun, publik sudah jenuh dengan sekadar perintah. Yang dibutuhkan adalah tindakan nyata: audit menyeluruh, sistem digital yang transparan, serta penindakan hukum tegas tanpa pandang bulu.
Selama celah ini dibiarkan, pajak hanya akan menjadi momok bagi warga, bukan instrumen pembangunan. Uang rakyat berhak kembali ke rakyat dalam bentuk jalan mulus, pelayanan publik yang baik, dan wajah kota yang lebih layak. Jika tidak, maka setiap rupiah pajak yang dibayarkan hanyalah korban berikutnya dari permainan kotor yang tak kunjung diberantas.(Reza)
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan 8 jam lalu
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 11 jam lalu
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa 13 jam lalu
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global 13 jam lalu
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional 14 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 16 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 18 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 19 jam lalu