Hari Ini, 25 Tahun Lalu ...
POSMETRO MEDANmemperingati anniversary perak. Seperti kemilau dan daya tahan logam mulia, media pelopor jurnalisme pop ini eksis seperempat
Global 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan –Sejumlah mahasiswi Universitas Darma Agung (UDA) diduga mengalami penyekapan di kamar asrama oleh pihak yang mengaku sebagai pengurus Yayasan Perguruan Darma Agung (YPDA).
Peristiwa ini terjadi di kompleks yayasan yang terletak di Jalan Dr. TD Pardede No. 21, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Baru, Kota Medan.
Insiden tersebut diduga berkaitan dengan konflik internal yang tengah melanda yayasan, khususnya menyusul kebijakan baru terkait pungutan biaya asrama.
Baca Juga:
Salah satu pihak yang mengklaim sebagai ahli waris yayasan menunjuk Livi Sembiring sebagai pengelola atau ibu asrama.
Kebijakan baru itu menuai polemik setelah Livi Sembiring mulai memberlakukan pungutan sebesar Rp250 ribu per orang kepada para penghuni asrama.
Baca Juga:
Padahal, sebelumnya kamar asrama diberikan secara gratis, mengingat mayoritas mahasiswi berasal dari luar kota dan memiliki keterbatasan ekonomi.
Situasi memanas ketika para mahasiswi menolak pungutan tersebut. Beberapa di antara mereka mengaku mendapat intimidasi hingga mengalami tindakan penyekapan oleh orang-orang yang disebut sebagai suruhan yayasan.
"Teman saya, mahasiswi semester enam, disekap selama tiga jam. Ia sempat meminta bantuan kepada saya," ujar Leni, mahasiswi Fakultas Pertanian UDA, saat ditemui wartawan pada Selasa (6/5) malam.
Menurut Leni, aksi penyekapan dilakukan oleh sejumlah pria yang mengaku mendapat perintah dari Livi Sembiring.
Mereka mendatangi asrama secara tiba-tiba, lalu mengunci kamar dari luar. Bahkan, salah satu pintu kamar mandi sempat didobrak saat ada mahasiswi di dalamnya.
“Sore itu, banyak pria datang dan mengunci kami dari luar. Mereka juga menggedor pintu kamar mandi tempat teman saya berada,” ungkap Leni.
Leni menambahkan, insiden intimidasi serupa pernah terjadi pada bulan sebelumnya. Saat itu, beberapa mahasiswi sempat dipaksa membayar pungutan sebesar Rp167 ribu karena merasa takut.
Namun, pungutan tersebut kemudian digratiskan dengan dalih mempertimbangkan kondisi ekonomi mahasiswa.
"Kami berharap situasi kembali kondusif seperti dulu. Kami hanya ingin belajar dengan tenang tanpa gangguan atau rasa takut," kata Leni, menyuarakan harapan para penghuni asrama.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Universitas Darma Agung maupun Yayasan Perguruan Darma Agung terkait dugaan penyekapan dan intimidasi terhadap mahasiswi tersebut.(Dam)
POSMETRO MEDANmemperingati anniversary perak. Seperti kemilau dan daya tahan logam mulia, media pelopor jurnalisme pop ini eksis seperempat
Global 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang yang diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Zainal Abidin Hutagal
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan terus meningkatkan kualitas fasilitas publik dengan menjawab kebutuhan penerangan jalan di se
Medan 10 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Pemerintah Kota Medan terus mendorong penataan ruang publik yang berkualitas dan mampu memberikan manfaat nyata bag
Medan 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN,JAKARTA Pemerintah Kabupaten Deli Serdang menjajaki skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) untuk pengemban
Sumut 11 jam lalu
MATITI BELUM USAI KUASA HUKUM MINTA APARAT BONGKAR UTUH RANGKAIAN PERISTIWA 12 SEPTEMBER
Sumut 12 jam lalu
Anggota DPR RI Musa Rajekshah meninjau pembangunan dinding penahan banjir di Tebing Tinggi.
Sumut 13 jam lalu
Pengusaha Konstruksi Lokal Bersama PERMADA Turun ke Jalan, Desak Klarifikasi Polemik Paket Proyek Disdik Langkat
Sumut 13 jam lalu
Lima Ekor Lembu Milik Warga Ditemukan Mati Diduga Diracun di Perkebunan Serbelawan
Sumut 13 jam lalu
Dua Pelaku Curat Toko Rp 157 Juta Dibekuk Satreskrim Binjai.
Sumut 13 jam lalu