Polres Tapanuli Tengah Salurkan Paket Sembako untuk Warga Hutanabolon
Wujud Kepedulian Pasca Banjir, Polres Tapanuli Tengah Salurkan Paket Sembako untuk Warga Hutanabolon
Sumut satu menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Sore hari di Taman Kebun Bunga, Medan, selalu menghadirkan pemandangan yang menarik. Di antara para pengunjung yang berolahraga dan bersantai, langit di atas taman berubah menjadi arena pertempuran layangan.
Puluhan layangan berwarna-warni menari di udara, saling berkejaran, bersilang, dan beradu benang, menciptakan suasana meriah yang menghibur siapa pun yang melintas.
Namun, di tengah keramaian itu, ada satu sosok yang selalu menjadi pusat perhatian: seorang pria paruh baya yang akrab disapa Pak Amin.
Baca Juga:
Dengan gerakan tangan yang lincah dan tatapan penuh konsentrasi, ia mengendalikan layangannya dengan keahlian yang nyaris sempurna.
Tarikan dan uluran benangnya begitu halus, membuat layangan-lawannya satu per satu tumbang di udara. Setiap kali benang lawan terputus, sorak-sorai pun terdengar dari para penonton yang kagum dengan aksinya.
Baca Juga:
Bagi warga sekitar, kemenangan Pak Amin bukanlah hal baru. Ia dikenal sebagai "jawara layangan" Kebun Bunga—selalu siap menantang siapa pun yang ingin mengadu kemampuan.
Namun di balik kelihaiannya itu, tersimpan kisah unik tentang bagaimana ia memadukan hobi dan pekerjaan dalam satu tarikan benang.
"Main layangan ini sambil hiburan, tapi sekalian jualan juga," ujarnya sambil tersenyum, tanpa melepas pandangannya dari langit. Dari becaknya yang terparkir di pinggir lapangan, Pak Amin menjajakan berbagai jenis layangan dan benang.
Ia memanfaatkan setiap momen kemenangan untuk menawarkan dagangannya. "Yang putus, beli sini aja. Tiga ribu aja satu," katanya ringan kepada para pemain lain yang baru saja kalah.
Strategi berdagangnya sederhana, namun efektif. Keterampilannya di udara membuat banyak orang percaya pada kualitas layangan yang ia jual.
Tak sedikit anak-anak maupun orang dewasa yang akhirnya membeli layangan dari tangannya, tertarik oleh aksi dan reputasinya sebagai pemain ulung.
Di dalam becaknya, tertata rapi berbagai layangan warna-warni—merah, biru, kuning—dan gulungan benang yang siap dijual. Bagi Pak Amin, setiap sore bukan sekadar waktu untuk berjualan, melainkan juga ajang menampilkan seni dan ketangkasan. Ia bukan hanya pedagang, tapi juga performer yang memanfaatkan langit sebagai panggung.
Kini, setiap sore di Kebun Bunga, tak hanya ramai oleh tawa dan langkah kaki para pengunjung. Di atasnya, layangan Pak Amin terus menari, menjadi simbol dari kreativitas dan semangat warga kota—bahwa rezeki bisa datang dari mana saja, bahkan dari benang yang menari di langit sore Medan.(Bagas)
Wujud Kepedulian Pasca Banjir, Polres Tapanuli Tengah Salurkan Paket Sembako untuk Warga Hutanabolon
Sumut satu menit lalu
Patroli Humanis Sat Pamobvit Polres Dairi menghadirkan rasa aman di destinasi wisata Tao Silalahi.
Sumut 31 menit lalu
Mendukung Program Ketapang, Bhabinkamtibmas Polsek Siantar Utara mengecek lahan petani binaan.
Bisnis satu jam lalu
Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah resmi ditahan.
Inter-Nasional satu jam lalu
Polres Siak Ungkap Perkembangan Kasus Kematian dr. Alex Cristo Loris Situmorang, Hasil Otopsi Masih Ditunggu.
Peristiwa 2 jam lalu
Tabrak Lari Jalinsum Sei Rampah, Pelajar 17 Tahun Tewas, Satlantas Polres Sergai Buru Pengemudi Truk.
Peristiwa 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Labusel Langkah sigap dan masif dalam mengantisipasi ancaman gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) ter
Sumut 4 jam lalu
Saksi Sebut Proyek Waterfront City Samosir Sudah Tuntas Sesuai Kontrak.
Sumut 5 jam lalu
Polisi dan PGN (Perusahaan Gas Negara) bekerja sama melakukan penyelidikan ledakan dahsyat yang menghancurkan sebuah rumah di Kompleks Grand
Peristiwa 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tapteng Memberantas berbagai bentuk Penyakit Masyarakat (Pekat) di wilayah hukumnya, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Po
Kriminal 6 jam lalu