Kamis, 12 Februari 2026

Polda Sumut Nyatakan Perang Kepada Pelaku Sindikat Tindak Pidana Perdagangan Manusia

Medio Januari-Oktober 2025, 21 Kasus TPPO Diungkap, 33 Pelaku Ditangkap dan 133 Korban Diselamatkan
Salamudin Tandang - Selasa, 14 Oktober 2025 10:28 WIB
Polda Sumut Nyatakan Perang Kepada Pelaku Sindikat Tindak Pidana Perdagangan Manusia
ist
Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP.Dr.Parulian Samosir SH MH, saat menjadi narasumber dalam program Talk Show TVRI Sumut, Senin (13/10/2025).

POSMETRO MEDAN,MEDAN — Polda Sumatera Utara menegaskan sikap tanpa kompromi terhadap kejahatan kemanusiaan terbesar abad ini: Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Kasubdit Kamneg Ditreskrimum Polda Sumut, AKBP.Dr.Parulian Samosir SH MH, menyampaikan hal ini saat menjadi narasumber dalam program Talk Show TVRI Sumut, Senin (13/10/2025).

Baca Juga:

"Negara tidak boleh kalah melawan sindikat yang menjual manusia seperti komoditas," tegas AKBP Parulian pembukaan paparannya.

Baca Juga:

Selama Januari hingga Oktober 2025, sebanyak 21 kasus TPPO berhasil diungkap, dengan 33 pelaku ditangkap dan 133 korban berhasil diselamatkan terdiri dari 78 laki-laki dan 55 perempuan.

Menurut AKBP Parulian, sebagian besar korban tergiur janji palsu bekerja di luar negeri dengan gaji besar, padahal mereka justru dijebak menjadi korban eksploitasi tenaga kerja maupun seksual.

"Janji itu hanya umpan. Di baliknya ada jerat eksploitasi dan penderitaan panjang," ujarnya.

Pencegahan dan Edukasi: Benteng Pertama Lawan TPPO

Polda Sumut tidak hanya bergerak menindak, tetapi juga mengedukasi masyarakat hingga ke pelosok desa.


Melalui peran Bhabinkamtibmas, kampanye bahaya TPPO terus disosialisasikan kepada masyarakat.

"Pencegahan dimulai dari kesadaran. Edukasi adalah vaksin terbaik melawan tipu daya sindikat perdagangan manusia," kata AKBP Parulian.

Untuk memperkuat langkah pemberantasan TPPO, Polda Sumut membangun sinergi dengan BP2MI, Imigrasi, TNI AL, dan Dinas Sosial, membentuk Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan TPPO di tingkat provinsi.

"Kami awasi pelabuhan tikus, jalur udara, hingga perbatasan yang rawan jadi pintu keluar korban. Kolaborasi lintas sektor itu mutlak," jelasnya. Hasil penyelidikan menunjukkan, Malaysia dan Kamboja masih menjadi tujuan utama korban asal Sumut.


Kini modus semakin canggih, mulai dari iming-iming kerja di pabrik, penipuan online, hingga scamming dan judi daring yang dikelola jaringan lintas negara.

"Tantangan kami bukan hanya menangkap, tapi membuktikan. Banyak pelaku dan korban berada di luar negeri dan berkomunikasi lewat media sosial yang sulit dilacak," ungkapnya.

Polda Sumut pun terus memperkuat kerja sama dengan KBRI dan aparat hukum negara tujuan untuk memulangkan korban sekaligus menjerat otak di balik layar sindikat ini.

AKBP Parulian mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya janji pekerjaan tanpa legalitas jelas, terutama yang ditawarkan melalui media sosial.

"Satu klik bisa membawa hidupmu ke jurang perbudakan modern," tegasnya.

Polda Sumut berkomitmen terus meningkatkan kapasitas personel, memperluas edukasi publik, dan memperkuat koordinasi lintas lembaga demi mewujudkan Sumatera Utara bebas dari perdagangan manusia.

Sebagai narasumber Talk Show TVRI Sumut, AKBP Dr. Parulian Samosir sampaikan 7 pesan moral.

Pertama, "Perdagangan manusia bukan sekadar kejahatan hukum;" Ia adalah pengkhianatan terhadap kemanusiaan. Kedua, "Ketika manusia diperjualbelikan, nurani bangsa sedang diuji". Ketiga, "Edukasi adalah pagar pertama sebelum hukum bekerja."

Keempat, J"angan tergiur janji kerja tanpa prosedur"; karena tidak semua gaji besar datang dari jalan yang benar. Kelima, "Kolaborasi adalah senjata utama — tanpa sinergi, keadilan akan pincang." Keenam,"Setiap korban yang diselamatkan adalah kemenangan kecil bagi kemanusiaan, tapi pertempuran belum selesai. Dan ketujuh, "Negara harus hadir, bukan hanya menindak, tapi juga melindungi setiap warganya dari perbudakan modern."

Perdagangan manusia bukan sekadar kejahatan hukum, tetapi pengkhianatan terhadap kemanusiaan. Setiap korban yang berhasil diselamatkan adalah kemenangan kecil bagi bangsa ini.

Namun perjuangan belum selesai, Polda Sumut menegaskan, tidak akan mundur satu langkah pun dalam perang melawan perbudakan modern.(san/lam)

Editor
: Salamudin Tandang
Tags
beritaTerkait
Capai 12.090 Penindakan, Operasi Keselamatan Toba 2026 Dorong Disiplin Pengguna Jalan
Pelanggaran Turun 56,7 Persen, Edukasi dan Pengawasan Semakin Masif
Brimob Polda Sumut Pastikan Keamanan Pembangunan Hunian bagi Korban Banjir dan Longsor Sipirok
Brimob dan Warga Dirikan Hunian Tetap Korban Banjir di Tolang Julu
Polda Sumut Gagalkan Peredaran 20 Kg Ganja Asal Aceh, 3 Pelaku Diamankan di Setia Budi Medan
Brimob Batalyon C Menyatu dengan Warga, Bangun Huntara dan Salurkan Ratusan Sak Beras
komentar
beritaTerbaru