Minggu, 29 Maret 2026

Beri Klarifikasi Tak Sesuai Fakta, Rumah Sakit Bunda Thamrin Dituding Lakukan Pencitraan

Administrator C
Administrator - Kamis, 13 November 2025 20:53 WIB
Beri Klarifikasi Tak Sesuai Fakta, Rumah Sakit Bunda Thamrin Dituding Lakukan Pencitraan
IST/WIK
Untung.

POSMETRO MEDAN- Warga bernama Untung kembali mengungkapkan kekecewaannya terhadap pelayanan rumah sakit yang dinilainya tidak mencerminkan rasa kemanusiaan dan keadilan bagi peserta BPJS Kesehatan, terhadap istrinya yan menderita stroke, Kamis (10/11/2025).

Keterangan Untung seperti yang dikirimnya melalui video kepada wartawan posmetromedan.idmengungkapkan kekecewaannya terhadap klarifikasi yang disampaikan pihak salah satu rumah sakit terkait pelayanan terhadap pasien (istrinya) yang tengah dirawat.

Ia menilai pihak rumah sakit telah melakukan pembenaran dan pencitraan melalui pernyataan yang dianggap tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya di lapangan.

Baca Juga:

Dalam video itu, Untung menyebut pihak rumah sakit mengklaim telah menempatkan pasien di ruang super VIP yang dilengkapi fasilitas tidur bagi keluarga yang menjaga. Namun, menurutnya, kenyataan di lapangan jauh berbeda.

"Pihak rumah sakit bilang pasien ditempatkan di ruang super VIP dengan fasilitas lengkap untuk keluarga, tapi kenyataannya tidak begitu. Kami sampai harus menyewa matras sendiri untuk bisa tidur menjaga pasien," ungkap Untung.

Baca Juga:

Ia juga mempertanyakan logika klarifikasi pihak rumah sakit yang menyebut pelayanan mereka sudah baik. "Kalau memang pelayanan mereka bagus, mana mungkin sampai dikomplain dan pasiennya harus pindah rumah sakit? Itu aja logikanya," katanya lagi.

Lebih lanjut, Untung menyebut pernyataan rumah sakit bahwa dokter telah berkomunikasi dengan pasien juga tidak benar. Ia mengatakan kondisi pasien hingga kini belum bisa berbicara, bahkan masih harus makan melalui selang.

"Mereka bilang dokter sudah komunikasi dengan pasien, padahal pasiennya belum bisa bergerak dan bicara. Makan pun masih pakai selang dari hidung," ujarnya.

Ia menilai klarifikasi yang disampaikan pihak rumah sakit justru terkesan sebagai upaya pembelaan diri agar citra lembaga tersebut tetap terlihat baik di mata publik.

"Apa tidak keterlaluan mereka, mau pembelaan diri biar kesannya bagus," tambahnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Manajemen Rumah SakitBunda Thamrin memberikan klarifikasi resmi terkait beredarnya video viral di media sosial yang memperlihatkan seorang pasien yang disebut-sebut dipulangkan dalam kondisi lemah.

Video tersebut menuai beragam reaksi dari masyarakat dan warganet, yang mempertanyakan alasan rumah sakit memulangkan pasien yang tampak belum sepenuhnya pulih.

Menanggapi hal tersebut, pihak rumah sakit melalui dr. Purnama M.K.N selaku perwakilan manajemen menyampaikan bahwa keputusan memulangkan pasien telah dilakukan berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan rekomendasi dokter yang merawat.

Ia menegaskan bahwa kondisi pasien dinilai sudah cukup stabil untuk menjalani perawatan lanjutan secara rawat jalan, sesuai dengan prosedur dan penilaian klinis yang berlaku di rumah sakit.

"Pasien tersebut adalah penderita stroke yang memang membutuhkan proses pengobatan jangka panjang dan berkesinambungan. Setelah menjalani perawatan intensif di rumah sakit, tim dokter melihat adanya perbaikan kondisi yang signifikan sehingga pasien diperbolehkan melanjutkan pengobatan rawat jalan di rumah. Keputusan ini tentu tidak diambil sembarangan, tetapi berdasarkan observasi medis yang mendalam," jelas dr. Purnama dalam keterangan pers di Medan, Senin (11/11/2025).

Lebih lanjut, dr. Purnama menjelaskan kronologi penanganan pasien sejak awal masuk hingga dipulangkan. Ia menyebutkan bahwa pada tanggal 29 Oktober 2025, pasien tersebut awalnya ditempatkan di kamar kelas dua karena seluruh kamar di rumah sakit dalam kondisi penuh. Penempatan tersebut juga telah dikonfirmasi dan disetujui oleh pihak keluarga pasien.

Beberapa hari kemudian, tepatnya ketika istri pasien, Ibu Untung, mengalami penurunan kondisi kesehatan, rumah sakit segera memindahkan pasien ke ruangan HCU (High Care Unit) atau semi ICU untuk mendapatkan perawatan intensif selama tiga hari.

"Di ruangan HCU, pasien kami berikan pemantauan ketat dan penanganan maksimal agar kondisinya segera stabil," ungkap dr. Purnama.

Setelah menunjukkan perkembangan positif dan dinilai mengalami peningkatan kondisi oleh tim medis, pasien dipindahkan kembali ke ruang rawat biasa. Namun karena seluruh kamar kelas satu masih dalam kondisi penuh, pasien dititipkan sementara di kamar 908, yang merupakan kamar dengan klasifikasi Super VIP. Kamar tersebut hanya diisi satu pasien dengan satu tempat tidur tambahan bagi anggota keluarga yang menjaga.

"Pasien dirawat di kamar 908 sejak tanggal 1 November sampai 4 November 2025. Selama periode tersebut, pasien terus mendapatkan perawatan intensif dan pemantauan rutin dari tenaga medis kami. Setelah dinilai cukup stabil, dokter yang menangani kemudian memberikan izin untuk pasien melanjutkan pengobatan rawat jalan," tambahnya.

Pihak rumah sakit menegaskan bahwa semua tindakan medis dan administrasi terhadap pasien telah dilakukan sesuai dengan standar prosedur operasional (SOP) dan dengan pertimbangan profesional. Tidak ada unsur kelalaian atau pemaksaan terhadap keluarga pasien untuk memulangkan pasien.

"Rumah SakitBunda Thamrin senantiasa berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pasien tanpa membedakan latar belakang atau kemampuan ekonomi. Kami juga selalu mengutamakan aspek keselamatan dan kenyamanan pasien dalam setiap proses perawatan," tegas dr. Purnama.

Terkait video yang beredar luas di media sosial, pihak rumah sakit mengimbau masyarakat agar tidak langsung menarik kesimpulan tanpa mengetahui fakta sebenarnya. Manajemen juga membuka ruang komunikasi bagi keluarga pasien dan publik yang ingin mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

"Kami sangat memahami keresahan masyarakat setelah melihat video tersebut. Namun perlu kami luruskan bahwa semua keputusan yang diambil oleh pihak rumah sakit dilakukan atas dasar pertimbangan medis dan kondisi faktual pasien. Kami siap memberikan klarifikasi lebih lanjut apabila dibutuhkan," tutupnya.

Dengan adanya penjelasan ini, RS Bunda Thamrin berharap masyarakat dapat memahami situasi yang sebenarnya dan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi. Rumah sakit juga berkomitmen terus meningkatkan pelayanan serta memperkuat komunikasi dengan keluarga pasien agar tidak terjadi kesalahpahaman di masa mendatang.(WIK/REZ)

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
Berani Perangin Angin Camat Medan Tuntungan Hadir Dalam Pembukaan Happy Fun Dan Market Day di Bharlind School
Pengacara: Pemerasan Berkedok Damai
Polsek Medan Tuntungan Gandeng Pengurus dan Pedagang Pasar Induk Lau Cih Buka Puasa Bersama
Pemko Medan Sambut Kehadiran SPPG Sudirejo II - 003 Sebagai Bagian Dari Upaya Peningkatan Kualitas Masyarakat
Klarifikasi Karutan Labuhan Deli: Video Viral Fasilitas Mewah dan Wanita Penghibur tak Benar
Dipimpin Kapolsek, Polsek Medan Tuntungan Bakar Barak Narkoba di Jalan Petunia VIII
komentar
beritaTerbaru