POSMETRO MEDAN,Medan – Langkah tegas Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvjn Simanjuntak dalam memberantas peredaran narkoba di Kota Medan dan wilayah Sumatera Utara terus menuai dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari kalangan akademisi Universitas Islam Sumatera Utara (UISU).
Mardiansyah Manurung, S.Sos., M.Si, Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UISU sekaligus Pelaksana Tugas Ketua Program Studi Administrasi Negara, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya terhadap komitmen dan keberanian Kapolrestabes Medan dalam membongkar jaringan narkoba, yang selama ini dinilai telah mengakar dan merusak sendi-sendi kehidupan masyarakat.
Menurut Mardiansyah, Kota Medan dan Sumatera Utara telah lama berada dalam kondisi darurat narkoba, sehingga dibutuhkan kepemimpinan aparat penegak hukum yang kuat, konsisten, dan tidak mudah diintervensi oleh kepentingan apa pun.
Baca Juga:
Ia menilai, berbagai operasi dan penindakan yang dilakukan Polrestabes Medan di bawah kepemimpinan Jean Calvjn Simanjuntak menunjukkan kehadiran negara yang nyata dalam melindungi warganya.
"Ketegasan Kapolrestabes Medan dalam memberantas narkoba harus kita dukung bersama. Narkoba bukan hanya kejahatan hukum, tetapi ancaman serius terhadap masa depan generasi muda dan stabilitas sosial di Kota Medan," ujar Mardiansyah, Jumat (26/12/2025).
Baca Juga:
Ia menambahkan, jaringan narkoba memiliki pola kerja yang terorganisir, kuat secara finansial, serta kerap melakukan perlawanan balik melalui berbagai cara, termasuk intimidasi, tekanan sosial, hingga pembentukan opini publik yang menyudutkan aparat penegak hukum. Kondisi ini, menurutnya, menuntut adanya solidaritas publik agar aparat tidak bekerja sendirian di lapangan.
"Sudah menjadi pola umum, ketika aparat mulai serius memberantas narkoba, akan muncul narasi-narasi yang mencoba melemahkan legitimasi penegakan hukum. Masyarakat harus cerdas menyikapi hal ini dan tidak mudah terprovokasi," tegasnya.
Lebih jauh, Mardiansyah mengutip berbagai kajian nasional dan internasional yang menyebutkan bahwa sindikat narkoba kerap menyusup ke ruang sosial, ekonomi, bahkan institusi formal.
Oleh karena itu, upaya yang dilakukan Polrestabes Medan dinilai tidak boleh berhenti pada penangkapan semata, tetapi harus didukung dengan penguatan sistem dan kolaborasi lintas sektor.
Ia juga mendorong agar pemerintah daerah, Badan Narkotika Nasional (BNN), tokoh agama, tokoh adat, media massa, serta perguruan tinggi mengambil peran aktif dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba secara berkelanjutan. Menurutnya, pendekatan represif harus diimbangi dengan edukasi, pengawasan sosial, dan transparansi kebijakan.
Tags
beritaTerkait
komentar