Wakapolrestabes Medan Pimpin Patroli Skala Besar, Targetkan Pelaku 3C dan Geng Motor
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan 27 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Langkah tegas Polrestabes Medan bersama Pemerintah Kota Medan dalam menutup Tempat Hiburan Malam (THM) De Tonga terus menuai dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Setelah tokoh masyarakat dan pemuda, kali ini dukungan kuat datang dari tokoh agama Sumatera Utara, Ustadz Zulfikar Hajar, Lc, yang menilai penutupan tersebut sebagai langkah strategis dan berani dalam perang melawan narkoba.
THM De Tonga sebelumnya santer diduga menjadi salah satu lokasi peredaran narkoba di Kota Medan. Penutupan tempat hiburan malam tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum tidak lagi memberi ruang bagi bandar maupun jaringan narkoba untuk menjalankan bisnis haramnya secara bebas.
Baca Juga:
"Ini adalah momen terbaik di tahun 2025. Kita melihat ada keberanian nyata dari aparat, di mana bandar-bandar besar narkoba tidak lagi diberi keleluasaan untuk mengendalikan bisnis ini. Langkah seperti ini wajib kita dukung sepenuhnya," tegas Ustadz Zulfikar Hajar.
Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Zulfikar Sabtu 27/12/25 saat berbincang santai dengan awak media di Pesantren Jabal Noer, yang berlokasi di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang.
Menurut ustadz yang dikenal luas di Sumatera Utara itu, keberanian Polrestabes Medan menutup THM yang diduga kuat berkaitan dengan peredaran narkoba merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap keselamatan generasi muda dan masa depan bangsa.
"Narkoba ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi kejahatan kemanusiaan. Ia menghancurkan akhlak, merusak mental, dan memutus masa depan anak-anak kita. Maka ketika aparat berani berdiri di garis depan, tugas kita sebagai umat adalah mendukung," ujarnya.
Lebih lanjut, Ustadz Zulfikar memberikan apresiasi khusus terhadap Kapolrestabes Medan, yang dinilainya menunjukkan ketegasan, konsistensi, dan keberanian dalam memberantas narkoba, meski langkah tersebut berpotensi menghadirkan berbagai tekanan.
"Tidak ada takutnya Kapolrestabes Medan ini dalam memberantas narkoba. Ini bukan pekerjaan ringan, pasti banyak tekanan, pasti ada risiko. Tapi beliau tetap maju. Jadi justru salah besar kalau kita tidak mendukung dan tidak mendoakan beliau," ucapnya dengan nada tegas.
Ia menambahkan, dukungan moral dan doa dari masyarakat, khususnya tokoh agama, sangat penting agar aparat penegak hukum tetap kuat, istiqamah, dan tidak goyah dalam menghadapi godaan maupun ancaman dari jaringan narkoba.
Ustadz Zulfikar juga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penutupan satu lokasi saja. Ia mendorong agar aparat terus melakukan penelusuran dan penindakan terhadap seluruh tempat yang terbukti menjadi sarang peredaran narkoba, tanpa pandang bulu.
"Kalau memang ingin Medan bersih dari narkoba, jangan ada tebang pilih. Semua tempat hiburan, semua lokasi, siapa pun pemiliknya, kalau terbukti melanggar hukum harus ditindak tegas. Ini soal keadilan dan keselamatan umat," katanya.
Menurutnya, langkah Polrestabes Medan dan Pemko Medan dalam menutup THM De Tonga harus dijadikan pintu masuk untuk membersihkan ekosistem gelap peredaran narkoba yang selama ini kerap bersembunyi di balik dunia hiburan malam.
Ia juga mengingatkan bahwa narkoba telah menjadi musuh bersama yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya kriminalitas, rusaknya rumah tangga, hingga hilangnya generasi produktif.
"Setiap pecandu narkoba itu korbannya bukan satu orang, tapi satu keluarga, satu lingkungan. Maka ketika aparat bergerak tegas, itu sesungguhnya sedang menyelamatkan banyak nyawa," ungkapnya.
Penutupan THM De Tonga sendiri dinilai sebagai simbol keseriusan aparat dan pemerintah daerah dalam menjawab keresahan masyarakat yang selama ini merasa laporan dan keluhan mereka kerap tidak ditindaklanjuti secara maksimal.
Dengan adanya dukungan dari tokoh agama seperti Ustadz Zulfikar Hajar, diharapkan langkah Polrestabes Medan dan Pemko Medan semakin kuat secara moral dan sosial, sekaligus menjadi pesan tegas bahwa perang terhadap narkoba adalah agenda bersama seluruh elemen masyarakat.
"Ini jihad sosial. Memberantas narkoba adalah ibadah. Dan setiap langkah baik yang dilakukan aparat wajib kita dukung, jaga, dan kawal," pungkas Ustadz Zulfikar.( Tim)
POSMETRO MEDANGuna memastikan tidur warga Kota Medan tetap nyenyak dan aman dari gangguan bandit jalanan, Polrestabes Medan kembali memanas
Medan 27 menit lalu
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 3 jam lalu
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa 5 jam lalu
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global 5 jam lalu
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional 6 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 8 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 10 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 11 jam lalu