Minggu, 29 Maret 2026
Tokoh Agama Sumatera Utara Dukung Penutupan THM De Tonga

Ustadz Zulfikar Hajar: Ini Momentum Terbaik 2025 Putus Mata Rantai Narkoba

Evi Tanjung - Sabtu, 27 Desember 2025 20:40 WIB
Ustadz Zulfikar Hajar: Ini Momentum Terbaik 2025 Putus Mata Rantai Narkoba
Ist
Ustadz Zulfikar Hajar Lc

POSMETRO MEDAN, Medan - Langkah tegas Polrestabes Medan bersama Pemerintah Kota Medan dalam menutup Tempat Hiburan Malam (THM) De Tonga terus menuai dukungan dari berbagai elemen masyarakat. Setelah tokoh masyarakat dan pemuda, kali ini dukungan kuat datang dari tokoh agama Sumatera Utara, Ustadz Zulfikar Hajar, Lc, yang menilai penutupan tersebut sebagai langkah strategis dan berani dalam perang melawan narkoba.

THM De Tonga sebelumnya santer diduga menjadi salah satu lokasi peredaran narkoba di Kota Medan. Penutupan tempat hiburan malam tersebut dinilai sebagai sinyal kuat bahwa aparat penegak hukum tidak lagi memberi ruang bagi bandar maupun jaringan narkoba untuk menjalankan bisnis haramnya secara bebas.

Baca Juga:

"Ini adalah momen terbaik di tahun 2025. Kita melihat ada keberanian nyata dari aparat, di mana bandar-bandar besar narkoba tidak lagi diberi keleluasaan untuk mengendalikan bisnis ini. Langkah seperti ini wajib kita dukung sepenuhnya," tegas Ustadz Zulfikar Hajar.

Pernyataan tersebut disampaikan Ustadz Zulfikar Sabtu 27/12/25 saat berbincang santai dengan awak media di Pesantren Jabal Noer, yang berlokasi di kawasan Sei Mencirim, Kabupaten Deli Serdang.

Menurut ustadz yang dikenal luas di Sumatera Utara itu, keberanian Polrestabes Medan menutup THM yang diduga kuat berkaitan dengan peredaran narkoba merupakan bentuk keberpihakan negara terhadap keselamatan generasi muda dan masa depan bangsa.

"Narkoba ini bukan sekadar pelanggaran hukum, tapi kejahatan kemanusiaan. Ia menghancurkan akhlak, merusak mental, dan memutus masa depan anak-anak kita. Maka ketika aparat berani berdiri di garis depan, tugas kita sebagai umat adalah mendukung," ujarnya.

Lebih lanjut, Ustadz Zulfikar memberikan apresiasi khusus terhadap Kapolrestabes Medan, yang dinilainya menunjukkan ketegasan, konsistensi, dan keberanian dalam memberantas narkoba, meski langkah tersebut berpotensi menghadirkan berbagai tekanan.

"Tidak ada takutnya Kapolrestabes Medan ini dalam memberantas narkoba. Ini bukan pekerjaan ringan, pasti banyak tekanan, pasti ada risiko. Tapi beliau tetap maju. Jadi justru salah besar kalau kita tidak mendukung dan tidak mendoakan beliau," ucapnya dengan nada tegas.

Ia menambahkan, dukungan moral dan doa dari masyarakat, khususnya tokoh agama, sangat penting agar aparat penegak hukum tetap kuat, istiqamah, dan tidak goyah dalam menghadapi godaan maupun ancaman dari jaringan narkoba.

Ustadz Zulfikar juga menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak boleh berhenti pada penutupan satu lokasi saja. Ia mendorong agar aparat terus melakukan penelusuran dan penindakan terhadap seluruh tempat yang terbukti menjadi sarang peredaran narkoba, tanpa pandang bulu.

"Kalau memang ingin Medan bersih dari narkoba, jangan ada tebang pilih. Semua tempat hiburan, semua lokasi, siapa pun pemiliknya, kalau terbukti melanggar hukum harus ditindak tegas. Ini soal keadilan dan keselamatan umat," katanya.

Menurutnya, langkah Polrestabes Medan dan Pemko Medan dalam menutup THM De Tonga harus dijadikan pintu masuk untuk membersihkan ekosistem gelap peredaran narkoba yang selama ini kerap bersembunyi di balik dunia hiburan malam.

Ia juga mengingatkan bahwa narkoba telah menjadi musuh bersama yang dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat, mulai dari meningkatnya kriminalitas, rusaknya rumah tangga, hingga hilangnya generasi produktif.

"Setiap pecandu narkoba itu korbannya bukan satu orang, tapi satu keluarga, satu lingkungan. Maka ketika aparat bergerak tegas, itu sesungguhnya sedang menyelamatkan banyak nyawa," ungkapnya.

Penutupan THM De Tonga sendiri dinilai sebagai simbol keseriusan aparat dan pemerintah daerah dalam menjawab keresahan masyarakat yang selama ini merasa laporan dan keluhan mereka kerap tidak ditindaklanjuti secara maksimal.

Dengan adanya dukungan dari tokoh agama seperti Ustadz Zulfikar Hajar, diharapkan langkah Polrestabes Medan dan Pemko Medan semakin kuat secara moral dan sosial, sekaligus menjadi pesan tegas bahwa perang terhadap narkoba adalah agenda bersama seluruh elemen masyarakat.

"Ini jihad sosial. Memberantas narkoba adalah ibadah. Dan setiap langkah baik yang dilakukan aparat wajib kita dukung, jaga, dan kawal," pungkas Ustadz Zulfikar.( Tim)

Tags
beritaTerkait
Tokoh Agama Sumut Ustadz Zulfikar Hajar Apresiasi Langkah Tegas Kapolda dalam Kasus Pembakaran Polsek Muara Batang Gadis
komentar
beritaTerbaru