Stok Vaksin Kosong, Suspek Campak di Sumut Melonjak Tajam
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Utara, ancaman campak kembali mengetuk pintu kewaspadaan.
Sumut 9 menit lalu
POSMETRO MEDAN,Medan— Bentrokan keras disertai aksi kekerasan dan intimidasi bersenjata terjadi di Jalan Adi Sucipto, Gang Pipa I, Kelurahan Sari Rejo, Kecamatan Medan Polonia, Kota Medan, pada Rabu (8/10/2025).
Insiden ini diduga kuat dipicu oleh upaya penyerobotan lahan milik Ricau Matondang dan Timo Purba, yang diduga dilakukan oleh orang-orang suruhan Acai dan Ahok.
Lahan seluas kurang lebih 600 meter persegi tersebut sebelumnya telah dibeli secara sah oleh Ricau Matondang dan Timo Purba melalui mekanisme penggantian rugi kepada ahli waris Hj. Samsiah, yakni Citra Arisandi, dan telah dikuatkan dengan akta notaris yang sah secara hukum.
Baca Juga:
Namun, pada Selasa (7/10/2025), situasi mulai memanas setelah Rakesh, Bowo, dan I Made Dodi, yang diduga merupakan orang suruhan Acai dan Ahok, datang ke lokasi dan memprovokasi warga untuk melakukan pemagaran beton secara sepihak.
Tindakan ini langsung memicu ketegangan dengan pihak ahli waris serta pemilik lahan sah lainnya, yakni Henry Pakpahan, S.H., dan Octo Simangunsong, S.H.
Baca Juga:

Menurut keterangan di lapangan, ketiganya tidak hanya mengumpulkan warga setempat, tetapi juga diduga sengaja mendatangkan massa dari luar lingkungan kampung.
Situasi semakin mencekam ketika Rakesh terlihat membawa senjata tajam, yang diduga digunakan untuk mengintimidasi dan memancing kerusuhan.
Puncak kericuhan terjadi pada Rabu (8/10/2025), saat kelompok tersebut kembali mengumpulkan massa dan melakukan penyerangan terhadap pihak ahli waris dan pemilik lahan sah.
Dalam rekaman kamera wartawan, terlihat jelas I Made Dodi membawa senjata rakitan, sementara Rakesh kembali menenteng senjata tajam di tengah bentrokan. Aksi tersebut diduga sengaja dilakukan untuk memancing reaksi anarkis, termasuk pelemparan batu.
Akibat penyerangan brutal itu, sejumlah ahli waris mengalami luka cukup serius di bagian tangan, akibat lemparan batu dari kelompok yang diduga sebagai preman bayaran.
Kuasa hukum ahli waris yang berada di lokasi menegaskan bahwa pihaknya memiliki seluruh dokumen kepemilikan yang sah dan terdaftar secara hukum.
"Penyerangan ini adalah bentuk nyata upaya penguasaan lahan dengan cara-cara melawan hukum. Kami memiliki bukti lengkap dan tidak akan mundur," tegas kuasa hukum.
Warga sekitar juga membenarkan bahwa orang-orang yang terlibat bentrokan bukan warga setempat, melainkan preman bayaran yang sengaja didatangkan untuk menciptakan ketakutan.
Pasca bentrokan, Intel Polsek Medan Baru yang dipimpin AKP Veron Tambunan, bersama Unit Sabhara, segera turun ke lokasi untuk membubarkan massa dan mengamankan situasi.
Atas peristiwa tersebut, Rakesh, Bowo, dan I Made Dodi telah resmi dilaporkan dengan nomor laporan polisi: STTPL/B/3463/X/2025/SPKT/POLRESTABES MEDAN/POLDA SUMATERA UTARA
Para terlapor berpotensi dijerat dengan sejumlah pasal berat, antara lain: Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan, Pasal 351 KUHP tentang penganiayaan.
Pasal 160 KUHP tentang penghasutan, Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No. 12 Tahun 1951 terkait kepemilikan senjata tajam dan senjata rakitan tanpa izin, dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.
Masyarakat kini mendesak Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Jean Calvin Simanjuntak, untuk segera melakukan penyelidikan dan penyidikan menyeluruh, serta mengamankan para pelaku yang telah menebar teror bersenjata di tengah permukiman warga, guna mencegah terulangnya konflik berdarah serupa di Kota Medan.(REZ)
Di tengah tingginya mobilitas masyarakat Sumatera Utara, ancaman campak kembali mengetuk pintu kewaspadaan.
Sumut 9 menit lalu
Kapolsek Medan Kota Pimpin Pengamanan Ibadah Kenaikan Yesus Kristus di Gereja HKBP Sudirman.
Medan 37 menit lalu
Warga Temukan Mayat &039Pak Ogah&039 Gantung Diri di Bawah Jembatan Titi Kuning Medan.
Peristiwa 59 menit lalu
Pelaku Pencurian Perhiasan dan Pembakaran Rumah Hakim Tipikor Mulai Diadili di PN Medan.
Kriminal 2 jam lalu
POSMETRO MEDANDugaan praktik monopoli proyek pengadaan meubelair di lingkungan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara mencuat dan menjadi
Sumut 15 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Rumah Zakat kembali menyalurkan Kado Lebaran Yatim (KLY) kepada 15 siswa yatim di SMP Al Washliyah 8, Senin (11/5/
Medan 15 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Peluang kerja sama strategis antara Pemko Medan dan United Nations Development Programme (UNDP) Indonesia, semakin te
Medan 16 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Pertemuan Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas dengan Duta Besar Australia untuk Indonesia Rod Brazier di Rumah
Medan 16 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sebagai sosial kontrol, media massa merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan di pusat maupun daerah. Unt
Medan 16 jam lalu
Kodim 0204/DS Gerebek Sarang Judi dan Narkoba di Kutalimbaru, Enam Orang Diamankan dan Sejumlah Barang Bukti Narkoba.
Medan 16 jam lalu