Senin, 30 Maret 2026

Jalan Selamat Ketaren Rusak Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah

Administrator - Senin, 05 Januari 2026 14:11 WIB
Jalan Selamat Ketaren Rusak Parah, Warga Keluhkan Minimnya Perhatian Pemerintah
Bgs
Kondisi salah satu ruas di Jalan Selamat Ketaren yang rusak.

POSMETRO MEDAN,Medan -- Para pengendara yang melintasi Jalan Selamat Ketaren, Kecamatan Percut Sei Tuan, kini harus ekstra sabar dan waspada. Kondisi jalan di wilayah Kabupaten Deli Serdang ini rusak berat.

Kerusakan ini sudah terjadi selama bertahun-tahun, namun seolah luput dari perhatian pemerintah. Seorang warga, Azahra, mengaku sering melihat langsung kecelakaan di depan matanya.

"Kondisinya sangat bahaya, apalagi kalau sudah hujan. Lubang-lubang itu tertutup air, jadi tidak kelihatan. Saya sudah sering lihat orang jatuh terperosok karena lubang di tengah jalan itu cukup dalam," ujar Azahra saat diwawancarai, Senin (5/1/2026).

Baca Juga:

Berdasarkan pantauan langsung di Jalan Selamat Ketaren, Kecamatan Percut Sei Tuan, kondisi aspal kini lebih menyerupai kubangan daripada akses transportasi. Banyak lubang berdiameter besar dan kecil dengan kedalaman bervariasi tampak menganga di sepanjang ruas jalan, memaksa setiap pengendara melewati jalan harus lebih berhati-hati.

Berdasarkan Pasal 24 ayat (1) UU LLAJ, penyelenggara jalan wajib segera dan patut memperbaiki jalan yang rusak. Ayat (2), Jika belum dapat diperbaiki, mereka wajib memberi tanda atau rambu. Di Jalan Selamat Ketaren, kedua kewajiban ini tampak diabaikan sepenuhnya.

Tak hanya soal keselamatan, kerusakan jalan ini juga menyiksa kantong warga karena kendaraan jadi cepat rusak. Mafin, salah seorang pengguna jalan, menyebutkan bahwa melintasi jalan ini membutuhkan konsentrasi tinggi.

"Jalannya jelek sekali, jadi semua yang lewat harus pelan-pelan sekali sambil pilih-pilih jalan yang masih bisa dilewati," kata Mafin.

Kondisi ini jelas menghambat aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. Warga merasa hak mereka untuk mendapatkan fasilitas jalan yang layak telah diabaikan terlalu lama. Warga kini berharap pemerintah untuk segera melakukan perbaikan menyeluruh secara permanen bukan sekadar tambal sulam yang hanya bertahan seumur jagung.

"Kami warga di sini memohon kepada pemerintah, tolonglah mata dan hatinya dibuka. Jangan tunggu sampai ada korban nyawa melayang baru sibuk memperbaiki. Kami minta jalan ini segera diperbaiki total, bukan sekadar tambal sulam, supaya kami bisa lewat dengan tenang dan aman." tutup Mafin.

(Bgs)

Editor
: Indrawan
Tags
beritaTerkait
Hindari Jalan Berlubang, Pelajar di Simalungun Malah Tertabrak Truk dan Tewas
komentar
beritaTerbaru