Minggu, 29 Maret 2026
Jangan Kasih Ampun, Pak. Bersihkan Semua...

Tak Menyerah Hingga Jermal Berubah

Faliruddin Lubis - Jumat, 16 Januari 2026 11:58 WIB
Tak Menyerah Hingga Jermal Berubah
Foto-foto: Adam Wizard
Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, ikut terjun langsung memimpin misi penggerebekan malam.

POSMETRO MEDAN, Medan-Negara menolak kalah kepada Jermal XV yang membandel. Empat Kombes Polisi terjun langsung memimpin penyergapan kedelapan kalinya. Menangani urusan sepelik itu, kolaborasi menjadi keniscayaan.

Langit Medan terlihat cerah meski jarum jam sudah mendekati Pukul 22.00 WIB. Lapangan utama Polrestabes Medan dipenuhi ratusan aparat gabungan dari Poldasu, Polrestabes Medan, Satuan Brimob, BNN, dan TNI baik dari Kodim 0201/Medan maupun Denpom I/5 Medan. Tujuan operasi sudah tidak asing lagi: Jermal XV.

Baca Juga:

Tidak tanggung-tanggung, empat Komisaris Besar Polisi ikut terjun langsung memimpin misi malam itu. Selain KapolrestabesMedan, Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, ada Karo Ops Poldasu, Kombes Pol Dwi Tunggal Jaladri, SIK, SH, Mhum, Dansat Brimob Poldasu, Kombes Pol Rantau Isnur Eka, SIK, MM, MH, MHan, dan Dir Samapta Poldasu, Kombes Pol Sigid Haryadi, SIK, MH.

Baca Juga:

Dalam pengarahannya, Kapolrestabes berulang kali menegaskan bahwa kegiatan itu adalah misi bersama dan kolaboratif, wujud sinergi TNI-Polri, bahkan menyebutnya sebagai representasi dan bentuk kehadiran negara dalam misi kemanusiaan menyelamatkan anak bangsa dari cengkraman narkoba.

Tim dibagi dua. Tim Pertama, dipimpin oleh Kasat Narkoba Polrestabes Medan, Kompol Rafly Yusuf Nugraha dengan sasaran Jermal XV, sementara Tim Kedua dikomandoi Kasat Reskrim, AKBP Bayu Putro Wijayanto dengan sasaran Keramat Ujung.

Setelah apel dan taklimat singkat, puluhan kendaraan bergegas ke titik sasaran melewati jalanan Medan yang terlihat masih ramai. Meski tanpa sirene, para pengguna jalan tampak sigap memberi jalan kepada konvoi panjang itu. Semakin mendekati lokasi, makin banyak warga yang mengekspresikan kegembiraan.

"Jangan kasih ampun, Pak. Bersihkan semua," pekik mereka.

Melalui koordinasi dengan petugas PLN yang juga sudah ada di lokasi, lampu dipadamkan agar penyergapan menjadi lebih efektif. Di kedua lokasi tersebut, setidaknya 41 orang diamankan tanpa perlawanan berarti. Bisa dipastikan mereka bukan warga setempat dari KTP yang diperiksa.

Yang sungguh membuat masygul, barak-barak yang sebelumnya sudah dirobohkan dalam tujuh operasi terdahulu, tampak sudah berdiri lagi. Dengan sigap, tim menghancurkan dan membakarnya tanpa sisa.

"Ini benar-benar seperti menantang, tetapi negara tidak boleh kalah. Kita akan terus kejar sampai daerah ini benar-benar bersih, bebas dari narkoba," kata Kapolrestabes di lokasi.

Dia juga menyebut tindakan itu sebagai operasi kemanusiaan. Sebuah istilah yang terdengar lembut untuk sebuah tindakan tegas: membongkar barak narkoba, meratakan lapak judi, dan menyisir jaringan kartel yang tak kunjung padam.

Wilayah Jermal bukan nama baru dalam peta hitam peredaran narkobaMedan. Kawasan ini lama dikenal sebagai kantong kartel, tempat barang haram berpindah tangan, uang berputar cepat, dan hukum seolah benar-benar tidak dipandang.

Pada tujuh operasi sebelumnya, barak-barak telah diratakan, mesin-mesin permainan judi disingkirkan. Namun kenyataan di lapangan malam itu sungguh menunjukkan betapa narkoba ini membuat orang kehilangan rasa takut bahkan akal sehat. Barak-barak baru kembali berdiri. Liar, ilegal, dan tak mungkin hasil sulap.

Calvijn mencoba berbincang akrab dengan warga sekitar.

"Apa Bapak dan Ibu di sini tidak resah melihat orang-orang bebas menggunakan narkoba, mendirikan barak-barak?"

"Resahlah, Pak," ujar mereka kompak.

"Kalau begitu, jangan dibiarkan. Jangan pura-pura tidak tahu. Jika ada yang mendirikan barak, menjual dan menggunakan narkoba, laporkan ke kami. Kita harus kerja sama, kolaborasi untuk membersihkan kampung ini," katanya.

Hasil sementara malam itu, 41 orang diamankan. Mereka bukan sekadar angka dalam rilis pers, melainkan simpul-simpul kecil dari jaringan yang lebih besar. Aparat percaya, kartel narkoba di Jermal bekerja terorganisir, terstruktur, dan punya kemampuan bertahan yang tak bisa diremehkan.

Itulah sebabnya Brimob bersenjata laras panjang juga ikut diturunkan. Bukan sekadar untuk penjagaan atau efek psikologis belaka, tetapi untuk menghadapi kemungkinan terburuk: perlawanan bersenjata atau amukan massa. Operasi ini, bagi aparat, adalah wilayah berisiko tinggi.

Namun di balik rompi anti peluru dan laras senjata, operasi ini dirancang untuk tujuan yang lebih panjang: menyelamatkan generasi. Narkoba dan perjudian bukan sekadar kejahatan hukum, tapi kejahatan sosial yang menggerogoti masa depan. Anak-anak yang tumbuh di sekitar barak-barak itu adalah taruhannya.

"Negara tidak boleh kalah," begitu pesan yang berulang disampaikan.

Polda Sumut memastikan operasi tidak berhenti pada malam itu. Jermal dan sekitarnya akan terus disisir, ditekan, dan diawasi sampai benar-benar bersih—sebuah janji yang sudah berkali-kali diucapkan, berkali-kali pula dapat ujian.

Ketika tim meninggalkan lokasi, termasuk truk berisi 41 orang yang diamankan, warga terlihat bersorak gembira, memekikkan terima kasih.

Ke Jermal XV negara akan terus datang, selama Kartel belum sepenuhnya pergi.(RED/*)

Tags
beritaTerkait
Wakapolrestabes Medan Pimpin Patroli Skala Besar, Targetkan Pelaku 3C dan Geng Motor
Melalui Medan Untuk Semua, Walikota Buka Peluang Emas Investor India Masuk
Tekab Polsek Medan Kota Tangkap Dua Pelaku Curanmor di Jalan Bahagia By Pass
Warga Jalan Turi Kec Medan Denai Tolak Rencana RTH Dijadikan Tempat Pembuangan Sampah
Polsek Medan Kota Ciduk Pencuri Motor di Jalan Bahagia, Uang Hasil Curian Ludes Dipakai Judi
Wakil Wali Kota Medan Terima Kunjungan Danyon Parako 463 Pasgat
komentar
beritaTerbaru