Viral! Biawak Terjepit di Sok Breker dan Roda Depan Sepeda Motor Emak-emak di Binjai
Biawak terjepit di sok breker dan roda depan sepeda motor yang ditunggangi emakemak.
Peristiwa 25 menit lalu
POSMETROMEDAN, Medan-Di tengah riuh rendah wacana penegakan hukum, ada satu keberanian yang patut dicatat sebagai ikhtiar moral: sikap tegas Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H, dalam memerangi jaringan narkoba.
Lantas, apa kata Ustadz Zulfikar Hajar, sebagai tokoh agama Sumatera Utara. Berikut wawancara dengan Ustadz Zulfikar Hajar.
Bagaimana Ustadz melihat langkah Kapolrestabes Medan dalam memberantas narkoba?
Baca Juga:
Saya melihat ada keberanian nyata. Bandar-bandar besar narkoba yang selama ini seolah punya ruang untuk mengendalikan bisnis haramnya, kini mulai dipersempit geraknya. Ini bukan langkah biasa, tapi sikap tegas yang patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat.
Baca Juga:
Mengapa pemberantasan narkoba begitu penting menurut pandangan agama?
Karena narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah kejahatan kemanusiaan. Narkoba merusak akhlak, menghancurkan mental, dan memutus masa depan generasi. Dalam perspektif agama, segala sesuatu yang membawa kerusakan sosial seperti ini wajib dicegah bersama.
Sebagian masyarakat menilai ini sepenuhnya tugas aparat. Apa tanggapan Ustadz?
Itu pandangan yang keliru. Ketika aparat berani berdiri di garis depan, umat tidak boleh hanya menonton. Tugas kita adalah mendukung dan mendoakan. Tekanan dalam memberantas narkoba pasti besar. Maka salah jika aparat dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan moral dari masyarakat.
Apakah ada pesan khusus terkait penegakan hukum narkoba di Medan?
Kalau memang ingin Medan bersih dari narkoba, jangan ada tebang pilih. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Karena satu orang pecandu bukan hanya merusak dirinya, tapi juga menghancurkan satu keluarga dan satu lingkungan.
Bagaimana Ustadz memaknai langkah tegas aparat ini secara sosial dan keagamaan?
Ini adalah jihad sosial. Memberantas narkoba adalah bagian dari ibadah sosial. Aparat yang bekerja menyelamatkan generasi berarti sedang menjaga kehidupan banyak orang. Setiap langkah baik seperti ini wajib kita dukung, kita jaga, dan kita kawal bersama.
Apa harapan Ustadz ke depan?
Harapan saya sederhana tapi mendasar: Medan menjadi kota yang aman bagi anak-anaknya, bersih dari narkoba, dan masyarakatnya berani berdiri di pihak kebenaran. Itu hanya bisa terwujud jika aparat dan umat berjalan bersama, saling menguatkan.(RED)
Biawak terjepit di sok breker dan roda depan sepeda motor yang ditunggangi emakemak.
Peristiwa 25 menit lalu
POSMETROMEDAN, Galang Di tengah berbagai tantangan kehidupan saat ini, tidak semua masyarakat berada dalam kondisi yang sama. Masih banyak
Sumut 40 menit lalu
Dua Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) di Sumatera Utara resmi dicopot dari jabatannya setelah sempat diperiksa oleh Kejaksaan Agung.
Peristiwa 41 menit lalu
Kelurahan Sukamaju Raih Juara Umum MTQ ke59 Kecamatan Medan Johor.
Medan 49 menit lalu
Kelurahan Pulo Brayan Darat II Rebut Kembali Juara Umum MTQ ke59 Kecamatan Medan Timur.
Medan satu jam lalu
Sebuah pesawat milik PT Smart Air Aviation menjadi sasaran penembakan di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2/2026)
Inter-Nasional satu jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Warga Jalan Bilal Komplek Prima No B9, Kelurahan Pulo Brayan Darat I, Kecamatan Medan Timur, Selasa (10/2/2026) pag
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Bapenda Sumut (Badan Pendapatan Daerah Sumatera Utara) tahun 2025 membukukan pendapatan sebesar Rp5.062.093.148.068.
Sumut 2 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan Di sebuah desa bernama Gunung Baringin atau Mosa, Kecamatan Angkola Selatan, suara warga tidak terdengar lantang sepe
Politik 2 jam lalu
POSMETROMEDAN, Medan. Rektor Universitas Negeri Medan (Unimed) Prof Dr Baharuddin ST MPd berharap lulusan Unimed menjadi generasi tangguh ya
Medan 3 jam lalu