POSMETROMEDAN, Medan-Di tengah riuh rendah wacana penegakan hukum, ada satu keberanian yang patut dicatat sebagai ikhtiar moral: sikap tegas Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H, dalam memerangi jaringan narkoba.
Lantas, apa kata Ustadz Zulfikar Hajar, sebagai tokoh agama Sumatera Utara. Berikut wawancara dengan Ustadz Zulfikar Hajar.
Bagaimana Ustadz melihat langkah Kapolrestabes Medan dalam memberantas narkoba?
Baca Juga:
Saya melihat ada keberanian nyata. Bandar-bandar besar narkoba yang selama ini seolah punya ruang untuk mengendalikan bisnis haramnya, kini mulai dipersempit geraknya. Ini bukan langkah biasa, tapi sikap tegas yang patut diapresiasi dan didukung sepenuhnya oleh masyarakat.
Baca Juga:
Mengapa pemberantasan narkoba begitu penting menurut pandangan agama?
Karena narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum. Ia adalah kejahatan kemanusiaan. Narkoba merusak akhlak, menghancurkan mental, dan memutus masa depan generasi. Dalam perspektif agama, segala sesuatu yang membawa kerusakan sosial seperti ini wajib dicegah bersama.
Sebagian masyarakat menilai ini sepenuhnya tugas aparat. Apa tanggapan Ustadz?
Itu pandangan yang keliru. Ketika aparat berani berdiri di garis depan, umat tidak boleh hanya menonton. Tugas kita adalah mendukung dan mendoakan. Tekanan dalam memberantas narkoba pasti besar. Maka salah jika aparat dibiarkan berjalan sendiri tanpa dukungan moral dari masyarakat.
Apakah ada pesan khusus terkait penegakan hukum narkoba di Medan?
Kalau memang ingin Medan bersih dari narkoba, jangan ada tebang pilih. Hukum harus ditegakkan tanpa pandang bulu. Karena satu orang pecandu bukan hanya merusak dirinya, tapi juga menghancurkan satu keluarga dan satu lingkungan.
Bagaimana Ustadz memaknai langkah tegas aparat ini secara sosial dan keagamaan?
Ini adalah jihad sosial. Memberantas narkoba adalah bagian dari ibadah sosial. Aparat yang bekerja menyelamatkan generasi berarti sedang menjaga kehidupan banyak orang. Setiap langkah baik seperti ini wajib kita dukung, kita jaga, dan kita kawal bersama.
Apa harapan Ustadz ke depan?
Harapan saya sederhana tapi mendasar: Medan menjadi kota yang aman bagi anak-anaknya, bersih dari narkoba, dan masyarakatnya berani berdiri di pihak kebenaran. Itu hanya bisa terwujud jika aparat dan umat berjalan bersama, saling menguatkan.(RED)
Tags
beritaTerkait
komentar