Sejoli Buang Bayi Hasil Hubungan Gelap, Takut Ketahuan Orangtua Saat Mudik Lebaran
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – YouTuber Abah Safwan Khayat menyoroti dugaan ketimpangan penegakan hukum di Indonesia melalui tayangan di kanal YouTube miliknya.
Dalam video tersebut, ia membandingkan penanganan kasus penjual es keliling dengan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut telah menelan banyak korban.
Abah Safwan mengungkapkan keprihatinannya terhadap penangkapan Sudrajat, seorang penjual es keliling yang dituding menjual es berbahan gabus atau spons yang diduga berbahaya bagi kesehatan.
Baca Juga:
Menurutnya, tudingan tersebut masih sebatas dugaan, namun Sudrajat langsung diamankan aparat dan diperlakukan secara represif.
"Ini baru dugaan, tapi langsung ditangkap. Padahal beliau sudah puluhan tahun berjualan dan tidak pernah menimbulkan korban," ujar Abah Safwan dalam videonya. Ia menyebut perlakuan tersebut mencerminkan hukum yang keras terhadap rakyat kecil.
Baca Juga:
Di sisi lain, Abah Safwan menyoroti program Makan Bergizi Gratis yang dilaporkan menyebabkan banyak siswa jatuh sakit hingga harus dirawat di rumah sakit. Ia menyebut jumlah korban mencapai ribuan orang, namun hingga kini belum ada pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.
"Korban MBG berjatuhan di mana-mana, tapi tidak ada yang diproses hukum. Tidak ada yang ditahan. Ini yang membuat publik bertanya-tanya," katanya.
Ia juga menyinggung anggaran MBG yang disebut sebesar Rp15.000 per porsi. Namun menurut informasi yang beredar, nilai makanan yang diterima siswa diduga jauh di bawah angka tersebut, bahkan diperkirakan hanya sekitar Rp6.500 per porsi. Abah Safwan mempertanyakan ke mana sisa anggaran tersebut mengalir.
Dalam tayangan itu, ia juga menampilkan contoh menu MBG yang dinilainya tidak layak disebut bergizi, seperti ikan lele berukuran kecil dan kurus serta potongan semangka yang sangat tipis. "Apakah ini layak disebut makanan bergizi?" ujarnya.
Lebih lanjut, Abah Safwan menyampaikan bahwa sejumlah orang tua murid di beberapa sekolah disebut telah berani mengambil sikap dengan menghentikan program MBG di sekolah mereka. Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap kesehatan anak-anak.
Motif Sejoli Buang Bayi di Asahan Takut ketahuan Orangtua Saat Pulang Jelang Idul Fitri.
Peristiwa 2 jam lalu
Geng Motor Serang Warga di Deli Tua, Motor dan Rumah Dirusak, Barang Diduga Dijarah.
Peristiwa 3 jam lalu
Pegawai IndomaretAlfamart Bisa Punah, Penggantinya Muncul di China.
Global 4 jam lalu
Pastikan Kondisi Aman dan Bersih dari Narkoba, Lapas Muara Bungo Gelar Tes Urin dan Razia Kamar WBP
Inter-Nasional 4 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menghadiri pertemuan strategis bertajuk India Indonesia Business Promoti
Bisnis 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Team Khusus Anti Bandit ( Tekab) Polsek Medan Kota akhirnya berhasil menangkap dua pria terduga pelaku pencurian sepe
Kriminal 6 jam lalu
Posmetro Medan, Medan Warga Jalan Turi, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai, khususnya dari dua lingkungan Lingkungan V dan Lingkunga
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Sebanyak 562 calon jemaah haji Kabupaten Deli Serdang mengikuti Manasik Haji Integrasi Tahun 1447 H/2026 M ya
Sumut 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN Benarbenar apes nasib Ramlan (51). Garagara sekejap lupa mencabut kunci kontak, warga Labuhan Batu ini harus merelakan Hon
Medan 9 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Binjai Dengan tema yang menyentuh hati, Satu kata satu rasa sangat berarti untuk kita yang terpisah bersatu kembali empat
Sumut 9 jam lalu