Sebagai solusi, Abah Safwan mengusulkan agar dana MBG diserahkan langsung kepada orang tua murid atau dikelola oleh kantin sekolah. Menurutnya, cara tersebut lebih menjamin kualitas dan kebersihan makanan karena menggunakan bahan segar dan diawasi langsung oleh orang tua.
Ia juga mengkritisi ketimpangan kesejahteraan antara petugas program MBG dan para guru. "Pegawai MBG gajinya jutaan, sementara masih ada guru yang digaji Rp200 ribu per bulan," kata Pensiunan Polisi Berpangkat AKBP itu.
Baca Juga:
Abah Safwan menegaskan bahwa kritik tersebut disampaikan sebagai bentuk kepedulian dan masukan kepada pemerintah agar dilakukan evaluasi menyeluruh terhadap program MBG. Ia mengajak masyarakat dan netizen untuk aktif menyuarakan aspirasi demi perbaikan kebijakan publik.
"Hukum jangan hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas. Ini harus menjadi perhatian bersama," pungkasnya.(YouTube)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar