Jumat, 13 Februari 2026

Pasar Murah Ramadhan Medan 2026: Antara Kebijakan Pro-Rakyat dan Bayang-Bayang Mafia Pangan

Evi Tanjung - Jumat, 13 Februari 2026 13:23 WIB
Pasar Murah Ramadhan Medan 2026: Antara Kebijakan Pro-Rakyat dan Bayang-Bayang Mafia Pangan
atn
Ketua Relawan RANZ Kota Meda Ibrahim menyerahkan sepapan telur pada salah satu warga

POSMETROMEDAN, Medan -Pemerintah Kota (Pemko) Medan resmi membuka gelaran Pasar Murah menyambut bulan suci Ramadhan 1447 H. Peresmian yang dilakukan langsung oleh Walikota Medan pada Kamis (11/2/2026) di Kecamatan Medan Labuhan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di tengah fluktuasi harga bahan pokok nasional.

​Namun, di balik seremonial tersebut, sorotan tajam datang dari elemen masyarakat sipil. Ketua Relawan RANZ Kota Meda Ibrahim, memberikan peringatan keras agar program tahunan ini tidak menjadi "ladang perburuan" bagi para spekulan dan oknum yang mencari keuntungan pribadi.

​Kritik Tajam: Jangan Biarkan "Orang Berduit" Rampas Hak Rakyat Kecil

​Berbicara dalam konferensi pers di De Empat Belas Coffee, Jumat (13/2/2026), Ibrahim menegaskan bahwa pengawasan di lapangan seringkali menjadi titik lemah yang dimanfaatkan oleh oknum tertentu.

​"Kami mengimbau dan mengingatkan dengan sangat keras: Pasar Murah ini adalah hak masyarakat berpenghasilan rendah. Jangan sampai ada lagi oknum-oknum atau pihak 'berduit' yang memborong stok dalam jumlah besar, sehingga saat masyarakat kecil datang, barang sudah langka atau habis," tegas Ibrahim.

​Ia menambahkan bahwa praktik "borong habis" oleh pihak-pihak yang secara ekonomi mampu adalah bentuk pengkhianatan terhadap tujuan subsidi pemerintah. Ibrahim meminta petugas di lapangan bertindak tegas dan tidak tebang pilih dalam menjalankan prosedur operasional standar (SOP) distribusi.

​Menagih Janji Ketegasan Walikota

​Ibrahim juga menyinggung instruksi Walikota Medan yang sebelumnya telah mewanti-wanti seluruh jajaran dinas terkait untuk menjaga integritas program ini. ​Tanpa Permainan Harga: Harga harus sesuai dengan label subsidi yang ditetapkan Pemko Medan. ​Transparansi Stok: Distribusi harus merata di seluruh titik yang telah ditentukan. ​Sanksi Oknum: Harus ada tindakan konkret, bukan sekadar teguran, bagi petugas atau warga mampu yang mencoba "bermain" di area pasar murah.

​"Pak Wali sudah menegaskan, jangan ada yang bermain! Kami di Relawan RANZ akan ikut mengawal ini. Jika ditemukan ada manipulasi harga atau kelangkaan buatan karena permainan oknum, kami tidak akan segan untuk melaporkannya secara terbuka," lanjut Ibrahim.

​Analisis Konteks: Tantangan Inflasi 2026

​Berdasarkan data tren ekonomi awal 2026, harga beberapa komoditas pangan seperti beras, minyak goreng, dan gula cenderung mengalami tekanan akibat rantai pasok global yang belum sepenuhnya stabil. Pasar Murah Pemko Medan seharusnya menjadi instrumen buffer (penyangga) untuk menjaga daya beli masyarakat kelas bawah.

​Jika distribusi ini gagal karena lemahnya pengawasan, maka Pasar Murah hanya akan menjadi sekadar "gimmick" politik tanpa dampak nyata bagi stabilitas inflasi di Kota Medan. Keberanian Pemko Medan untuk menindak spekulan di tingkat kecamatan hingga lingkungan menjadi kunci keberhasilan program ini. (ATN)

Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru