Geger! Pria Lajang 52 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Ruko, Cuma Pakai Celana Dalam
Warga Marelan Geger, Pria Ditemukan Meninggal 3 Hari di Dalam Ruko Diduga Tersengat Listrik.
Peristiwa satu jam lalu
POSMETRO MEDAN– Polemik dugaan penjualan jalan desa kembali mencuat di Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Warga menyoroti penembokan jalan yang sebelumnya menjadi akses penghubung antara Jalan Dewantara dan Jalan Jamin Ginting.
Jalan yang dulunya dikenal masyarakat sebagai Jalan Tani Maju itu kini tidak lagi dapat dilalui. Warga menduga jalan desa tersebut telah dijual, menyusul adanya tembok permanen yang menutup akses lintas warga.
Baca Juga:
Salah seorang warga, Caring beru Bukit, anak dari almarhum Pa Bukit, mengungkapkan bahwa akses jalan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai jalur penghubung warga.
"Awalnya tanah itu milik Pa Rebok. Supaya jalan bisa tembus ke Jalan Jamin Ginting, Pa Rebok menjual selebar satu meter kepada bapak saya. Lalu Pa Tukang Kaleng memberikan tambahan setengah meter tanpa bayaran. Jadi dulunya itu memang jalan pintasan warga," jelas Caring saat ditemui di sekitar lokasi, Selasa (17/02/2025).
Baca Juga:
Menurutnya, jalan tersebut dulunya kerap dilalui becak dayung untuk mengangkut penumpang dan barang dagangan. Namun sekitar tahun 2022, jalan itu mulai ditembok dan warga sempat melakukan aksi protes ke Kantor Kepala Desa Hulu.
Dugaan Keterlibatan Kepala Desa
Warga menduga penembokan jalan tersebut berkaitan dengan kebijakan Kepala Desa Hulu berinisial KAW. Kecurigaan semakin menguat setelah sebelumnya warga juga mempersoalkan penggunaan Dana Desa (DD) yang dinilai tidak melalui musyawarah desa dan tidak mengacu pada skala prioritas.
Dana Desa disebut digunakan untuk pemasangan paving block di jalan yang sama, padahal menurut warga, jalan tersebut tergolong buntu dan hanya dihuni satu kepala keluarga.
"Hanya satu warga yang tinggal di situ. Jalan itu buntu. Jadi pemasangan paving block dianggap pemborosan. Seharusnya dana bisa dipakai untuk kebutuhan yang lebih mendesak bagi kemajuan desa," ujar seorang warga.
Ironisnya, warga mengingat bahwa saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, KAW pernah berjanji akan menuntaskan persoalan jalan buntu tersebut agar kembali tembus ke Jalan Jamin Ginting. Janji itu menjadi salah satu alasan warga memberikan dukungan hingga akhirnya KAW terpilih.
Namun setelah menjabat, persoalan tersebut justru tak kunjung selesai. Bahkan, pemasangan paving block dilakukan tanpa musyawarah desa, yang kembali memicu tanda tanya di tengah masyarakat.
Riwayat Kepemilikan Lahan
Berdasarkan penelusuran di lapangan, lahan yang berada di sekitar akses jalan tersebut diketahui pernah dimiliki almarhum Tala Gurusinga dan berbatasan dengan tanah almarhumah Sampai beru Ginting. Di bagian belakangnya terdapat lahan milik almarhum Ngataken Bukit.
Perubahan kepemilikan lahan di sekitar lokasi diduga turut memengaruhi penutupan akses jalan. Warga mencurigai adanya kerja sama antara pemilik baru lahan dan pihak tertentu sehingga jalan tersebut akhirnya ditembok permanen.
Sebelumnya, warga bahkan sempat melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Camat Pancur Batu untuk menuntut kejelasan status jalan tersebut.
Klarifikasi Belum Diberikan
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Hulu berinisial KAW belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan.
Warga berharap pihak terkait, termasuk pemerintah kecamatan dan kabupaten, dapat turun tangan untuk menelusuri status hukum jalan tersebut dan memastikan penggunaan Dana Desa dilakukan secara transparan serta sesuai aturan.
Kasus ini pun menjadi sorotan masyarakat, mengingat jalan desa merupakan fasilitas umum yang menyangkut kepentingan banyak warga.
PANCUR BATU – Polemik dugaan penjualan jalan desa kembali mencuat di Desa Hulu, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Warga menyoroti penembokan jalan yang sebelumnya menjadi akses penghubung antara Jalan Dewantara dan Jalan Jamin Ginting.
Jalan yang dulunya dikenal masyarakat sebagai Jalan Tani Maju itu kini tidak lagi dapat dilalui. Warga menduga jalan desa tersebut telah dijual, menyusul adanya tembok permanen yang menutup akses lintas warga.
Salah seorang warga, Caring beru Bukit, anak dari almarhum Pa Bukit, mengungkapkan bahwa akses jalan tersebut memiliki sejarah panjang sebagai jalur penghubung warga.
"Awalnya tanah itu milik Pa Rebok. Supaya jalan bisa tembus ke Jalan Jamin Ginting, Pa Rebok menjual selebar satu meter kepada bapak saya. Lalu Pa Tukang Kaleng memberikan tambahan setengah meter tanpa bayaran. Jadi dulunya itu memang jalan pintasan warga," jelas Caring saat ditemui di sekitar lokasi, Selasa (17/02/2025).
Menurutnya, jalan tersebut dulunya kerap dilalui becak dayung untuk mengangkut penumpang dan barang dagangan. Namun sekitar tahun 2022, jalan itu mulai ditembok dan warga sempat melakukan aksi protes ke Kantor Kepala Desa Hulu.
Dugaan Keterlibatan Kepala Desa
Warga menduga penembokan jalan tersebut berkaitan dengan kebijakan Kepala Desa Hulu berinisial KAW. Kecurigaan semakin menguat setelah sebelumnya warga juga mempersoalkan penggunaan Dana Desa (DD) yang dinilai tidak melalui musyawarah desa dan tidak mengacu pada skala prioritas.
Dana Desa disebut digunakan untuk pemasangan paving block di jalan yang sama, padahal menurut warga, jalan tersebut tergolong buntu dan hanya dihuni satu kepala keluarga.
"Hanya satu warga yang tinggal di situ. Jalan itu buntu. Jadi pemasangan paving block dianggap pemborosan. Seharusnya dana bisa dipakai untuk kebutuhan yang lebih mendesak bagi kemajuan desa," ujar seorang warga.
Ironisnya, warga mengingat bahwa saat mencalonkan diri sebagai Kepala Desa, KAW pernah berjanji akan menuntaskan persoalan jalan buntu tersebut agar kembali tembus ke Jalan Jamin Ginting. Janji itu menjadi salah satu alasan warga memberikan dukungan hingga akhirnya KAW terpilih.
Namun setelah menjabat, persoalan tersebut justru tak kunjung selesai. Bahkan, pemasangan paving block dilakukan tanpa musyawarah desa, yang kembali memicu tanda tanya di tengah masyarakat.
Riwayat Kepemilikan Lahan
Berdasarkan penelusuran di lapangan, lahan yang berada di sekitar akses jalan tersebut diketahui pernah dimiliki almarhum Tala Gurusinga dan berbatasan dengan tanah almarhumah Sampai beru Ginting. Di bagian belakangnya terdapat lahan milik almarhum Ngataken Bukit.
Perubahan kepemilikan lahan di sekitar lokasi diduga turut memengaruhi penutupan akses jalan. Warga mencurigai adanya kerja sama antara pemilik baru lahan dan pihak tertentu sehingga jalan tersebut akhirnya ditembok permanen.
Sebelumnya, warga bahkan sempat melakukan aksi demonstrasi ke Kantor Camat Pancur Batu untuk menuntut kejelasan status jalan tersebut.
Klarifikasi Belum Diberikan
Hingga berita ini ditayangkan, Kepala Desa Hulu berinisial KAW belum memberikan klarifikasi resmi. Upaya konfirmasi melalui pesan WhatsApp belum mendapat tanggapan.
Warga berharap pihak terkait, termasuk pemerintah kecamatan dan kabupaten, dapat turun tangan untuk menelusuri status hukum jalan tersebut dan memastikan penggunaan Dana Desa dilakukan secara transparan serta sesuai aturan.
Kasus ini pun menjadi sorotan masyarakat, mengingat jalan desa merupakan fasilitas umum yang menyangkut kepentingan banyak warga.(Rez)
Warga Marelan Geger, Pria Ditemukan Meninggal 3 Hari di Dalam Ruko Diduga Tersengat Listrik.
Peristiwa satu jam lalu
Peringati HANI 2026, Pemko dan BNN Pematangsiantar Serahkan Bioflok dan Tenis Meja ke Kelurahan Bukit Sofa Kampung Bersinar
Sumut 2 jam lalu
Ada Spanduk Bertuliskan Minta PAWkan Anggota DPRD Sumut Partai NasDem Diduga Terlibat Prostitusi.
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sidang lanjutan dugaan korupsi penyaluran Bantuan Penguatan Ekonomi (PENA) bagi korban banjir bandang di Kabupaten S
Peristiwa 3 jam lalu
Posmetro Medan, Binjai Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 menjadi momentum istimewa bagi Sekolah Tumbuh Kembang Anak Mutiara Kids un
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN Pihak kepolisian bersama Perusahaan Gas Negara (PGN) melanjutkan olah tempat kejadian perkara terkait peristiwa ledakan pipa
Peristiwa 4 jam lalu
Sebanyak 282 Perwira Remaja (Paja) Akademi Kepolisian Angkatan ke58 Batalyon Ksatrya Hawin Sarwahita Tahun 2026.
Inter-Nasional 5 jam lalu
Harga Cabai Merah dan Daging Ayam Naik di Sumut, Daerah Ini Patok Harga Lampaui HET.
Bisnis 6 jam lalu
Angin Puting Beliung Terjang Kawasan Industri PT VME di Batam, Dua Shelter Pekerja Rusak.
Peristiwa 6 jam lalu
Dugaan Permainan Izin Kapal dan Solar Subsidi Mencuat, KIS Desak Wali Kota Tanjungbalai Bertindak Tegas.
Sumut 7 jam lalu