Putus Mata Rantai Peredaran Narkotika, Polres Labusel Tangkap 701 Tersangka
Polres Labusel Putus Mata Rantai Narkotika, 701 Tersangka Diamankan
Sumut satu jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Senja di Jalan Bukit Barisan II, Kelurahan Glugur Darat I, Kecamatan Medan Timur, perlahan turun membawa aroma kopi dan percakapan hangat. Di sebuah sudut kota yang tak jauh dari denyut perdagangan lama Medan, puluhan orang berkumpul di Tanjung Coffee, petang, beberapa waktu lalu.
Mereka datang untuk berbuka puasa bersama. Di balik hidangan sederhana itu, terselip percakapan tentang masa depan usaha kecil yang berkelindan dengan perjalanan suci umat Islam, ekosistem ekonomi haji dan umroh.
Acara yang digelar Perkumpulan UKM Haji dan Umroh itu berlangsung dalam suasana akrab ramah tamah, diskusi ringan, dan doa yang mengalir menjelang azan Maghrib.
Para pelaku usaha kecil, tokoh pembina jamaah haji, hingga perwakilan perbankan syariah duduk satu meja, berbagi gagasan tentang bagaimana usaha mikro, kecil, dan menengah bisa mengambil peran dalam pelayanan ibadah ke Tanah Suci.
Di antara yang hadir terlihat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umroh Provinsi Sumatera Utara, Dr. Zulkifli Sitorus, jajaran KBIHU Sumatera Utara, pimpinan Bank Sumut Syariah KCP Jalan Karya Medan, serta para pelaku usaha yang tergabung dalam perkumpulan UKM Haji dan Umroh.
Acara dibuka dengan doa singkat, lalu disusul sambutan dari Ketua UKM Haji dan Umroh, Efriadi Gusman Effendi, yang akrab disapa Redy. Dalam nada tenang, Redy menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya bukanlah penyelenggara perjalanan haji ataupun umroh.
"Perkumpulan ini hadir untuk memberdayakan pelaku usaha kecil agar produknya bisa mendukung ekosistem pelayanan jamaah," ujarnya.
Ia menjelaskan, UKM Haji dan Umroh berfokus pada pembinaan pelaku usaha agar memiliki produk yang legal, berkualitas, dan bersertifikat halal, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Salah satu peluang yang sedang dikembangkan adalah menghadirkan produk-produk anggota pada musim keberangkatan jamaah haji di Asrama Haji Embarkasi Sumatera Utara di Medan.
Di sana, para calon jamaah biasanya mencari perlengkapan ibadah, makanan khas, hingga oleh-oleh sebelum berangkat ke Tanah Suci. Bagi pelaku UMKM, ruang itu bukan hanya pasar, tetapi juga panggung bagi produk lokal.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Zulkifli Sitorus menilai bahwa kehadiran Kementerian Haji dan Umroh serta dukungan lembaga seperti SMESCO Indonesia membuka peluang baru bagi UMKM untuk berkembang.
SMESCO, yang berada di bawah Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia, selama ini dikenal sebagai pusat layanan promosi dan pemasaran produk UMKM nasional. Menurut Zulkifli, kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga pendukung menjadi fondasi penting untuk membangun ekosistem ekonomi yang berkelanjutan.
"Sinergi ini penting agar UMKM tidak berjalan sendiri, tetapi memiliki jejaring dan dukungan yang kuat," ujarnya.
Dari sektor keuangan, Ahmad Syukri, Kepala Cabang Bank Sumut Syariah KCP Jalan Karya Medan, mengingatkan bahwa perbankan syariah siap menjadi mitra pelaku usaha dalam memperkuat permodalan.
Bank Sumut Syariah, kata dia, memiliki berbagai produk pembiayaan yang dapat dimanfaatkan UMKM untuk memperluas usaha mereka tanpa meninggalkan prinsip-prinsip ekonomi syariah.
Sementara itu, H. Sangkot Saragih, Ketua KBIHU Kota Medan, pemilik KBIHU Al-Mukaromah, sekaligus Ketua Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Kota Medan, menyoroti tantangan baru yang dihadapi pelaku usaha di era digital.
Menurutnya, pelaku UMKM tidak boleh tertinggal dalam hal teknologi dan peningkatan kapasitas usaha.
"Persaingan sekarang bukan hanya soal produk, tetapi juga kemampuan beradaptasi dengan perkembangan zaman," katanya.
Acara yang dipandu Alya Rahmayani Siregar, Bendahara Umum FK-KBIHU Sumatera Utara sekaligus pimpinan KBIHU Multazam Wisata Agung, berlangsung santai namun penuh makna.
Sambil menunggu waktu berbuka, para peserta terlibat dalam percakapan ringan tentang produk, peluang pasar, hingga kemungkinan kolaborasi ke depan. Silaturahmi yang terbangun di meja-meja kecil itu seolah menegaskan, ekonomi umat sering kali tumbuh dari ruang-ruang sederhana.
Ketika azan Maghrib akhirnya berkumandang, percakapan berhenti sejenak. Gelas air dan kurma berpindah tangan, menandai berakhirnya puasa hari itu.
Namun bagi para pelaku usaha yang hadir, pertemuan tersebut meninggalkan sesuatu yang lebih panjang dari sekadar santap berbuka, sebuah harapan bahwa ekosistem ekonomi berbasis haji dan umroh di Sumatera Utara dapat terus tumbuh, memberi ruang bagi usaha kecil untuk ikut menapak di jalan besar ekonomi umat.
Acara pun ditutup dengan berbuka puasa bersama dan shalat Maghrib berjamaah sebuah penanda sederhana bahwa di antara doa dan usaha, harapan selalu menemukan jalannya. (erni)
Polres Labusel Putus Mata Rantai Narkotika, 701 Tersangka Diamankan
Sumut satu jam lalu
Berikut Jadwal Lengkap Semifinal Liga Champions.
Sport 2 jam lalu
IPW Pertanyakan Langkah Polres Metro Depok Tetapkan Tersangka Tunggal dalam Kasus Pengeroyokan.
Inter-Nasional 2 jam lalu
Polda Sumut dan Polres Labuhanbatu Gerebek Pesta Sabu Berbalut Judi, 8 Pria Diringkus Bersama Sang Bandar.
Sumut 3 jam lalu
Mahasiswa ITBI Protes Dana KIP Diduga Dipotong Rp200 Ribu Oleh Kampus.
Medan 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanjungbalai Pemkot Tanjungbalai berhasil meraih Juara 2 terbaik kategori pemerintah daerah yang berhasil dalam penurunan
Sumut 4 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Madina Siswa MAN 1 Mandailing Natal kembali menorekkan prestasi gemilang di tingkat nasional, kali ini melalui ajang Kompe
Sumut 5 jam lalu
Satreskrim Polres Labuhanbatu Ringkus Dua Pelaku Begal Wartawan Tribun Medan.
Kriminal 5 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Tapanuli Tengah Guna memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang kondusif, Kepolisian Resor Ta
Sumut 6 jam lalu
Start Posisi 17, Kiandra Ramadhipa Juara Red Bull Rookies Cup 2026.
Sport 7 jam lalu