Alamak! Oknum Polisi Diduga Berbuat Anu di Dalam Mobil Diamankan Warga
Viral! Oknum Polisi Diduga Berbuat Asusila di Parkiran Rusunawa Kisaran Diamankan Warga.
Peristiwa 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Dugaan kasus besar di sektor perbankan kembali mencuat dan menyita perhatian publik. Hilangnya dana nasabah senilai Rp123 miliar menyeret PT Toba Surimi Industries serta diduga melibatkan oknum internal Bank Mandiri di wilayah Sumatera Utara.
Kasus ini terungkap setelah ditemukan sebanyak 54 lembar cek yang dapat dicairkan, meskipun diduga tidak pernah diaktifkan maupun ditandatangani oleh jajaran direksi PT Toba Surimi Industries. Dana dalam jumlah besar tersebut disebut hilang dalam waktu singkat melalui serangkaian transaksi yang dinilai janggal.
Alih-alih dilakukan melalui transfer perbankan, dana justru ditarik secara tunai dalam nominal besar. Selanjutnya, uang tersebut diduga mengalir ke sejumlah perusahaan yang tidak memiliki hubungan bisnis dengan PT Toba Surimi Industries. Di antaranya, PT BLN yang menerima sekitar Rp35,2 miliar serta PT MJPS sebesar Rp11,6 miliar, dan sejumlah entitas lainnya hingga total mencapai Rp123 miliar.
Baca Juga:
Kejanggalan juga terlihat dari intensitas transaksi dalam waktu yang sangat singkat. Pada periode 29 hingga 30 September, tercatat belasan kali penarikan tunai dengan total hampir Rp38 miliar. Pola ini dinilai tidak lazim dan semestinya dapat terdeteksi oleh sistem pengawasan internal perbankan.
Dalam praktik perbankan, transaksi bernilai besar, terutama dalam bentuk penarikan tunai, wajib melalui prosedur ketat seperti verifikasi berlapis, pencocokan tanda tangan, hingga konfirmasi langsung kepada pemilik rekening.
Baca Juga:
Selain itu, sistem pencegahan pencucian uang (anti-money laundering/AML) seharusnya mampu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan. Namun, dalam kasus ini, prosedur tersebut diduga tidak berjalan optimal.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum karyawan bank di Medan yang bekerja sama dengan pihak tertentu. Dana yang telah dicairkan itu kemudian disinyalir disalurkan ke sejumlah perusahaan, termasuk yang diduga fiktif.
Saat ini, penanganan perkara telah ditangani oleh Polda Sumatera Utara. Penyidik diketahui telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, di mana empat di antaranya merupakan oknum internal bank.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai kemungkinan keterlibatan pihak lain masih terbuka, mengingat besarnya nilai kerugian dan pola transaksi yang terindikasi terstruktur. Dugaan adanya aktor intelektual di balik kasus ini pun mencuat ke publik.
Berbagai kalangan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar permasalahan, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak dengan posisi lebih tinggi.
Viral! Oknum Polisi Diduga Berbuat Asusila di Parkiran Rusunawa Kisaran Diamankan Warga.
Peristiwa 14 jam lalu
Pos AL Medan Labuhan Evakuasi Jenazah di Perairan Bagan Deli.
Peristiwa 14 jam lalu
Data Penerima Bansos di Helvetia Jadi Sorotan, Verifikasi dan Validasi Dinilai Penting.
Medan 14 jam lalu
Panen Melon P2L, Polrestabes Medan Dukung Ketahanan Pangan.
Medan 14 jam lalu
POSMETRO MEDAN, STM Hulu Proyek Revitalisasi SD Negeri 107436 Rumah Lengo senilai Rp 885.768.705, menuai sorotan dan dipertanyakan, dinilai
Sumut 15 jam lalu
Wali Kota Wesly dan Ketua TP PKK Ny Liswati Hadiri Tradisi Farewell Parade dan Pedang Pora Penyambutan serta Pelepasan Kapolres
Sumut 18 jam lalu
Pasukan Penyelam dan Kopaska melaksanakan operasi pencarian dan evakuasi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8.
Inter-Nasional 19 jam lalu
POLSEK PANCUR BATU AMANKAN TERDUGA PELAKU PENCURIAN.
Peristiwa 20 jam lalu
Kapal induk ITS Giuseppe Garibaldi Hibah Pemerintah Italia Disambut di Indonesia.
Inter-Nasional 21 jam lalu
Sapa Warga di Medan Deli, Khairul Azmi Serap Aspirasi Infrastruktur Dan Dorong Penanganan Prioritas.
Medan 21 jam lalu