Oknum Jaksa Todongkan Pistol ke Warga Demi Bela Pacar, Korban Lapor ke Polda Sumut
POSMETRO MEDANJagat hukum di Sumatera Utara kembali tercoreng oleh aksi arogan oknum yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat. Seorang p
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Medan – Dugaan kasus besar di sektor perbankan kembali mencuat dan menyita perhatian publik. Hilangnya dana nasabah senilai Rp123 miliar menyeret PT Toba Surimi Industries serta diduga melibatkan oknum internal Bank Mandiri di wilayah Sumatera Utara.
Kasus ini terungkap setelah ditemukan sebanyak 54 lembar cek yang dapat dicairkan, meskipun diduga tidak pernah diaktifkan maupun ditandatangani oleh jajaran direksi PT Toba Surimi Industries. Dana dalam jumlah besar tersebut disebut hilang dalam waktu singkat melalui serangkaian transaksi yang dinilai janggal.
Alih-alih dilakukan melalui transfer perbankan, dana justru ditarik secara tunai dalam nominal besar. Selanjutnya, uang tersebut diduga mengalir ke sejumlah perusahaan yang tidak memiliki hubungan bisnis dengan PT Toba Surimi Industries. Di antaranya, PT BLN yang menerima sekitar Rp35,2 miliar serta PT MJPS sebesar Rp11,6 miliar, dan sejumlah entitas lainnya hingga total mencapai Rp123 miliar.
Baca Juga:
Kejanggalan juga terlihat dari intensitas transaksi dalam waktu yang sangat singkat. Pada periode 29 hingga 30 September, tercatat belasan kali penarikan tunai dengan total hampir Rp38 miliar. Pola ini dinilai tidak lazim dan semestinya dapat terdeteksi oleh sistem pengawasan internal perbankan.
Dalam praktik perbankan, transaksi bernilai besar, terutama dalam bentuk penarikan tunai, wajib melalui prosedur ketat seperti verifikasi berlapis, pencocokan tanda tangan, hingga konfirmasi langsung kepada pemilik rekening.
Baca Juga:
Selain itu, sistem pencegahan pencucian uang (anti-money laundering/AML) seharusnya mampu mengidentifikasi aktivitas mencurigakan. Namun, dalam kasus ini, prosedur tersebut diduga tidak berjalan optimal.
Informasi yang beredar menyebutkan adanya dugaan keterlibatan oknum karyawan bank di Medan yang bekerja sama dengan pihak tertentu. Dana yang telah dicairkan itu kemudian disinyalir disalurkan ke sejumlah perusahaan, termasuk yang diduga fiktif.
Saat ini, penanganan perkara telah ditangani oleh Polda Sumatera Utara. Penyidik diketahui telah menetapkan enam orang sebagai tersangka, di mana empat di antaranya merupakan oknum internal bank.
Meski demikian, sejumlah pihak menilai kemungkinan keterlibatan pihak lain masih terbuka, mengingat besarnya nilai kerugian dan pola transaksi yang terindikasi terstruktur. Dugaan adanya aktor intelektual di balik kasus ini pun mencuat ke publik.
Berbagai kalangan mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus tersebut hingga ke akar permasalahan, termasuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak dengan posisi lebih tinggi.
Sementara itu, pihak Bank Mandiri belum memberikan keterangan resmi secara rinci. Legal Bank Mandiri wilayah Sumatera Utara, Andina Tampubolon, kepada wartawan menyampaikan bahwa pihaknya masih melakukan penelusuran internal.
"Saya belum mengetahui secara rinci persoalan ini. Nanti akan saya koordinasikan dengan pimpinan dan akan kami sampaikan lebih lanjut," ujarnya singkat.
Di sisi lain, pihak kepolisian, baik dari Direktorat Reserse Kriminal Umum maupun Bidang Humas Polda Sumatera Utara, juga belum memberikan pernyataan resmi hingga berita ini dipublikasikan.
Kasus ini menjadi sorotan karena dugaan keterlibatan oknum perbankan dalam pencairan dana ilegal dinilai berpotensi merugikan nasabah serta menurunkan kepercayaan publik terhadap lembaga keuangan.
Peristiwa ini sekaligus menjadi peringatan bagi industri perbankan untuk memperketat sistem pengawasan dan memastikan keamanan transaksi nasabah tetap terjaga.(POS)
POSMETRO MEDANJagat hukum di Sumatera Utara kembali tercoreng oleh aksi arogan oknum yang seharusnya menjadi pengayom masyarakat. Seorang p
Sumut 3 jam lalu
POSMETRO MEDAN Aksi arogan yang diduga dilakukan oleh seorang oknum aparat penegak hukum kembali mencoreng wajah institusi. Seorang pria
Kriminal 3 jam lalu
Gelar juara Piala Afrika 2025 yang diraih Senegal dicopot oleh CAF (Konfederasi Sepak Bola Afrika). Otoritas sepak bola benua hitam itu.
Sport 6 jam lalu
Besok, Tarekat Naqsabandiyah di Padang Akan Laksanakan Salat Idul Fitri 1447 H
Inter-Nasional 6 jam lalu
Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas bersama Pemko Medan, KORPRI, dan BAZNAS Kota Medan mengajak 400 anak yatim dan dhuafa berbelanja.
Medan 7 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Lubuk Pakam Masih dalam semangat berbagi di penghujung bulan suci Ramadan, Ketua LSM LIPAN Sumatera Utara, Pantas Tarigan,
Sumut 7 jam lalu
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas mengapresiasi program Mudik Gratis Presisi 2026 yang digelar Polda Sumatera Utara.
Medan 7 jam lalu
Buka Puasa Bersama Dengan OPD, Camat Dan Lurah, Tim Penggerak PKK, Dharma Wanita, Kementerian Agama,MUI, Kelompok Bimbingan Ibadah Haji.
Medan 7 jam lalu
Diduga Skandal Rp123 Miliar, Oknum Bank Mandiri Terseret Kasus Hilangnya Dana Nasabah
Medan 8 jam lalu
POSMETRO MEDAN,Jakarta PT Perkebunan Nusantara IV PalmCo resmi memberangkatkan 1.160 peserta Mudik Gratis Lebaran 2026 secara serentak dar
Sumut 8 jam lalu