Rabu, 01 April 2026

Operasi Ketupat Toba 2026 Tekan Gangguan Kamtibmas 24,27 Persen

Kecelakaan Lalu Lintas di Sumut Turun Signifikan
Salamuddin Tandang - Rabu, 01 April 2026 06:51 WIB
Operasi Ketupat Toba 2026 Tekan Gangguan Kamtibmas 24,27 Persen
Ist
Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, mengatakan, penurunan gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas ini menjadi indikator bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 berjalan efektif.

POSMETRO MEDAN,MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mencatat hasil positif selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026, dengan penurunan signifikan pada angka gangguan kamtibmas maupun kecelakaan lalu lintas selama periode pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Berdasarkan data Polda Sumut, jumlah gangguan kamtibmas (GK) pada periode sebelum Operasi Ketupat, yakni 28 Februari hingga 12 Maret 2026, tercatat sebanyak 2.340 kejadian. Sementara selama pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 pada 13 Maret hingga 25 Maret 2026, jumlah kejadian turun menjadi 1.772 kasus.

Dengan demikian, terjadi penurunan sebanyak 568 kejadian atau 24,27 persen, yang menunjukkan efektivitas pengamanan terpadu yang dilakukan Polda Sumut bersama seluruh jajaran dan unsur terkait.

Baca Juga:

Tak hanya itu, angka kecelakaan lalu lintas juga mengalami penurunan cukup tajam. Selama Operasi Ketupat Toba 2026, tercatat 134 kejadian laka lantas, lebih rendah dibanding periode yang sama pada tahun 2025 yang mencapai 191 kejadian. Artinya, terdapat penurunan 57 kasus atau 29,8 persen.

Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, di Medan, Selasa (31/3/2026), mengatakan capaian tersebut merupakan hasil kerja sama seluruh personel pengamanan di lapangan serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keselamatan selama momentum mudik dan arus balik Lebaran.

Baca Juga:

"Penurunan gangguan kamtibmas dan kecelakaan lalu lintas ini menjadi indikator bahwa pelaksanaan Operasi Ketupat Toba 2026 berjalan efektif. Ini adalah hasil sinergi antara Polri, TNI, pemerintah daerah, instansi terkait, serta partisipasi masyarakat yang semakin baik dalam menjaga keamanan dan ketertiban," kata Ferry.

Dukungan pengamanan Polda Sumut selama Operasi Ketupat Toba 2026 dan pernyataan Ferry tentang pendekatan humanis serta pengamanan arus balik juga tercermin dalam publikasi resmi dan pemberitaan terbaru.

Menurut dia, pengamanan selama operasi tidak hanya difokuskan pada jalur mudik dan balik, tetapi juga mencakup pusat keramaian, objek wisata, rumah ibadah, terminal, pelabuhan, stasiun, hingga bandara yang mengalami peningkatan mobilitas masyarakat.

"Polda Sumut dan jajaran mengedepankan langkah preemtif, preventif, serta penegakan hukum secara selektif. Tujuannya agar masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan aman, nyaman, dan lancar," ujarnya.

Selain keberhasilan dalam aspek keamanan, Polda Sumut juga mencatat tingginya pergerakan masyarakat melalui berbagai moda transportasi selama masa operasi.

Halaman:
Tags
beritaTerkait
Brimob Sumut Cetak Generasi Tangguh, 109 Siswa SMAN 2 Plus Sipirok Ikuti Tes Kesemaptaan Jasmani
BEM Sumatera Utara Miliki Tanggungjawab Moral Dukung Penegakan Hukum dan Kawal Pemberantasan Korupsi
Unit Reskrim Polsek Tanjung Morawa Amankan Pelaku Pencurian dengan Pemberatan
Polresta Deli Serdang Tes Urine kepada Awak Maskapai Penerbangan Indonesia
Penangguhan Dikabulkan, Amsal Sitepu Disambut Haru Keluarga
Posmetro Medan jadi Pengawas Eksternal Penerimaan Polri TA 2026 di Medan
komentar
beritaTerbaru