PT DPM Beli Lahan Warga Rp1,6 M Tapi Masih Dibayar Rp100 Juta, Jangan Ribut di Medsos!
PT DPM membeli lahan warga tapi diminta untuk meneken surat agar tak ribut di medsos (media sosial).
Sumut 35 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan - Forum Sastrawan Deliserdang (Fosad), Sabtu 18 April 2026 mendatang akan mengadakan acara Diskusi dan Doa untuk memperingati 100 hari wafatnya salah seorang Sastrawan besar Sumatera Utara, Ir. Jaya Arjuna.
Dalam acara tersebut juga akan diluncurkan buku "Mengenang Sastrawan Insinyur Jaya Arjuna: Sang Penjaga Peradaban" yang disusun oleh S. Satya Dharma, dkk.
Jaya Arjuna, Sastrawan kelahiran Bukittinggi, pada 7 Oktober 1953 ini wafat pada 2 Januari 2026 dalam usia 73 tahun. Selama hidupnya Bang Jaya, begitu dia suka dipanggil, tak pernah henti meneriakkan seruan moral untuk kebaikan lingkungan hidup dan peradaban manusia, baik melalui aksi-aksinya sebagai aktivis lingkungan hidup, sebagai dosen maupun sebagai sastrawan lewat karya-karya sastra yang ditulisnya.
Baca Juga:
Di kalangan aktivis pecinta lingkungan, Jaya Arjuna bukanlah orang asing. Pun di kalangan para seniman. Sejak masih mahasiswa jurusan mesin di Fakultas Teknik Universitas Sumatera Utara (USU), Jaya Arjuna sudah terlibat dalam banyak sekali aktivitas terkait pelestarian lingkungan hidup dan kesenian.
Di kampusnya, dulu, dia adalah salah seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan salah seorang pendiri Korps Mahasiswa Pecinta Alam (Kompas) USU.
Baca Juga:
Melanjutkan kecintaannya terhadap lingkungan hidup yang dipupuknya sejak masih mahasiswa itu, Jaya Arjuna bahkan akhirnya terjun total sebagai aktivis lingkungan dan bahkan melanjutkan pendidikan S2-nya terkait lingkungan itu di University Putra Malaysia.
Bahkan, dialah satu-satunya dosen/aktivis lingkungan yang pernah dikejar-kejar dengan pisau terhunus oleh seorang rektor salah satu kampus Perguruan Tinggi terkemuka di Medan karena aktivitas dan sikap tegasnya yang menolak adanya kegiatan perusakan lingkungan yang mengatasnamakan almamaternya itu.
Kisah itu terangkum dalam buku "Jaya Arjuna: Sang Penjaga Peradaban" yang kini sudah terbit. Sebuah buku yang mengisahkan jejak dan kiprah almarhum Ir. Jaya Arjuna, baik sebagai Sastrawan, sebagai aktivis mahasiswa, maupun sebagai pecinta lingkungan hidup.
Di luar kampus, Jaya Arjuna juga dikenal sebagai seorang penulis yang produktif dan terlibat aktif dalam banyak sekali kegiatan kesenian yang berlangsung di Medan. Sampai akhir hayatnya, Jaya Arjuna bahkan masih tercatat sebagai anggota Majelis Kesenian Medan (MKM).
Buku "Jaya Arjuna: Sang Penjaga Peradaban" berisi rangkuman karya almarhum dan testimoni oleh sejumlah rekan dan koleganya, baik semasa mahasiswa, semasa jadi aktivis maupun semasa jadi sastrawan. Semua testimoni itu diharapkan bisa memberi gambaran apa dan siapa Jaya Arjuna semasa hidupnya.
PT DPM membeli lahan warga tapi diminta untuk meneken surat agar tak ribut di medsos (media sosial).
Sumut 35 menit lalu
kegiatan Pembekalan dan Uji Sertifikasi Fasilitator Teknis Rabu (17/6) resmi dibuka Sekdin SDABMBK.
Medan 44 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Sejumlah Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) mengeklaim mulai menjual sejumlah kebutuhan pokok dengan harga lebih
Inter-Nasional satu jam lalu
Nilai Tukar Rupiah dibuka melemah terhadap Dolar AS pada Rabu, 17 Juni 2026.
Bisnis satu jam lalu
Polres Pematangsiantar membekuk seorang pria yang diduga sebagai pemilik ganja seberat 12,36 gram.
Kriminal 2 jam lalu
Prediksi Timnas Inggris vs Kroasia di Piala Dunia 2026 Duel Klasik Eropa yang Siap Sajikan Drama Besar.
Sport 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Badan Gizi Nasional (BGN) merombak total target penerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2027. Demi e
Medan 2 jam lalu
Integrasi Kawasan Hutan dan Tata Ruang Dinilai Penting untuk Atasi Konflik Lahan dan Perkuat Kepastian Hukum.
Medan 2 jam lalu
Prediksi Skor Timnas Portugal vs Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026 Last Dance Cristiano Ronaldo.
Sport 3 jam lalu
Bobby meminta OPD terkait mengimbau organisasi kemasyarakatan, pelaku usaha pariwisata seperti perhotelan dan restoran, serikat pekerja, pe
Sumut 4 jam lalu