Minggu, 08 November 2026

Yulhasni Soroti Kesejahteraan Guru di Hardiknas 2026: Dedikasi Tinggi, Penghasilan Masih Rendah!

Salamuddin Tandang - Senin, 04 Mei 2026 16:29 WIB
Yulhasni Soroti Kesejahteraan Guru di Hardiknas 2026: Dedikasi Tinggi, Penghasilan Masih Rendah!
Ist
Yulhasni

POSMETRO MEDAN,MEDAN – Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) pada 2 Mei 2026, isu kesejahteraan guru kembali mencuat ke permukaan. Di tengah tuntutan profesionalisme dan tanggung jawab besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, masih banyak guru di Indonesia yang menghadapi kenyataan pahit berupa penghasilan yang belum memadai.

Yulhasni, dosen Pendidikan Bahasa Indonesia di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara, menilai kondisi tersebut sebagai ironi yang terus berulang setiap tahun tanpa adanya solusi yang signifikan.

"Guru dituntut untuk profesional, inovatif, dan berdedikasi tinggi. Namun di sisi lain, masih banyak guru—terutama honorer—yang menerima penghasilan jauh dari kata layak. Ini adalah realita yang tidak bisa kita abaikan," ujar Yulhasni kepada wartawan, Sabtu (2/5/2026).

Baca Juga:

Ia juga menyoroti adanya ketimpangan yang mencolok jika dibandingkan dengan profesi lain, termasuk petugas dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang dalam beberapa kasus memiliki tingkat penghasilan lebih tinggi.

"Ini bukan soal membandingkan secara sempit, tetapi tentang rasa keadilan. Ketika profesi yang menjadi fondasi pembangunan sumber daya manusia justru belum mendapatkan kesejahteraan yang layak, maka ada yang perlu dievaluasi secara serius dalam kebijakan kita," tambahnya.

Baca Juga:

Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak akan berjalan optimal jika kesejahteraan guru terus diabaikan. Kebijakan pendidikan, kata dia, seharusnya tidak hanya berfokus pada kurikulum dan program-program baru, tetapi juga menyentuh aspek mendasar yakni kesejahteraan tenaga pendidik.

Pada momentum Hardiknas 2026 ini, ia mengajak pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan untuk menjadikan kesejahteraan guru sebagai prioritas utama dalam pembangunan pendidikan nasional.

"Jika kita ingin pendidikan maju, maka guru harus sejahtera terlebih dahulu.

Tanpa itu, semua visi besar pendidikan hanya akan menjadi retorika," tutupnya.(lam/rel)

Tags
beritaTerkait
Jaga Tradisi dan Tarik Wisatawan, Lom Lom Dorong Kerja Tahun Lubuk Pakam Jadi Agenda Budaya Unggulan
BKM Masjid Ar-Rahmah Binjai Timur Tolak Kegiatan Halloween Satuan.co, Minta Tak Terulang
Setelah Diberitakan Posmetro Medan, SPBU 14,2071112 l Stop
Rico waas Serap Aspirasi Warga Medan Area, Pembenahan Drainase Dan Penanganan Banjir Jadi Prioritas
Perkuat Kedekatan Dengan Masyarakat, Kadis SDABMBK Medan Tinjau Kondisi Drainase Saat Gotong Royong Di Medan Area
Residivis 6 Kali Beraksi Di Binjai Selatan, Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Binjai
komentar
beritaTerbaru