Polsek Siantar Marihat Laksanakan Patroli Antisipasi Guantibmas
Polsek Siantar Marihat melaksanakan Patroli Antisipasi Guantibmas.
Sumut 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan- Nasib nahas menimpa Guntur Sugoro (41), seorang satpam SPPG yang menjadi korban pembegalan pada Senin malam (11/5) lalu, di kawasan Percut Sei Tuan. Setelah berhasil lolos dari kepungan lima pelaku, perjuangan Guntur untuk sembuh justru mendatangkan persoalan baru.
Malam itu, dengan luka bacok dan peluru senapan angin yang bersarang di punggungnya, Guntur langsung dilarikan ke klinik terdekat. Karena luka yang cukup serius, ia kemudian dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan untuk mendapatkan penanganan darurat.
Namun di RS Haji, Guntur tidak mendapatkan tanggapan medis yang cepat. Dalam kondisi tubuh yang terus melemah, ia akhirnya dipindahkan ke RS dr. Pirngadi Medan dengan harapan bisa segera menjalani operasi pengangkatan proyektil peluru.
Baca Juga:
Bukannya dioperasi, pihak RS dr. Pirngadi justru hanya menjahit dan memperban luka tembak tersebut tanpa mengeluarkan peluru yang tertanam. Dokter yang menangani menyatakan peluru timah itu tidak berbahaya dan langsung mengizinkan Guntur pulang ke rumah.
Guntur hanya bisa pasrah beristirahat di rumahnya dengan kondisi peluru yang masih mengendap di dalam tubuh. Ia mengaku sering merasakan sesak di dada, namun tidak bisa berbuat banyak karena biaya operasi mandiri ditaksir mencapai Rp 60 juta hingga Rp 100 juta.
Baca Juga:
Melihat kondisi tersebut, Ketua ABUJAPI Sumut, Fedriansyah Lubis, ST, langsung memberikan respons tegas terkait situasi yang dihadapi oleh korban.
"Saya minta kasus yang menimpa Guntur Sugoro ini benar-benar menjadi perhatian serius bagi semua pihak. Kami tidak ingin ada kesan pembiaran terhadap korban kejahatan jalanan, apalagi kondisi peluru masih bersarang di tubuhnya. Hak penanganan medis dan kepastian hukum untuk korban harus segera dituntaskan agar tidak menjadi dampak buruk ke depannya," tegas Fedriansyah, Senin (25/5/2026).
Penanganan dari RS dr. Pirngadi Medan ini juga memantik kritik dari Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini, yang menyatakan kekecewaan mendalam atas perlakuan rumah sakit terhadap pasien.
"Rumah sakit semestinya memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dengan standar prosedur yang sesuai. Pasien harus dirawat sampai sembuh, tidak boleh pulang sebelum dinyatakan sembuh oleh dokter. Saya kecewa atas perlakuan RS Pirngadi terhadap pasien, ini tidak memenuhi standar pelayanan yang baik," ujar Yahya Zaini.
Yahya juga meminta Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk segera turun tangan melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap prosedur penanganan pasien di rumah sakit tersebut.
Polsek Siantar Marihat melaksanakan Patroli Antisipasi Guantibmas.
Sumut 5 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Universitas Negeri Medan (Unimed) menggelar Rapat Koordinasi Persiapan Implementasi Perkuliahan PPG Calon Guru Semes
Medan 56 menit lalu
Bupati Humbang Hasundutan membuka secara resmi Pembekalan Panitia Pemilihan Kepala Desa (PPKD) Tahun 2026.
Sumut 58 menit lalu
Sat Lantas Polres Pematangsiantar laksanakan sosialisasi tertib berlalu lintas untuk warga di Taman Bunga.
Sumut satu jam lalu
Sat Resnarkoba Polres Tebing Tinggi menyiita 9,59 gram sabu dari 3 pria yang ditangkap.
Kriminal 2 jam lalu
Sosok Abidin Hasibuan, disebut sebagai salah satu Sang &039Crazy Rich&039 Batam.
Profil 2 jam lalu
Pagelaran Seni Budaya di PRSU, Wali Kota Wesly Sebut Pematangsiantar Kaya Keberagaman Seni, Budaya, Kuliner, serta Kreativitas.
Sumut 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Medan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Utara (Kanwil Kemenag Sumut) menyatakan dukungan penuh kolaborasi
Medan 2 jam lalu
POSMETRO MEDAN, Tanjung Morawa Peristiwa pengrusakan di lahan Pasar 13 14 Gang Pendidikan Jalan Limau Manis Medan Sinembah Desa Limaumani
Sumut 2 jam lalu
Sat Binmas Polres Dairi menyambangi Personel Satpam di Kecamatan Sidikalang untuk memperkuat sinergi menjaga Kamtibmas.
Sumut 3 jam lalu