Jumat, 05 Juni 2026
Pengakuan Ibu Hamil Korban Ditendang di Terowongan Tembung

Puji Tuhan Hasil USG Kandungan Saya Sehat...

Faliruddin Lubis - Jumat, 05 Juni 2026 21:13 WIB
Puji Tuhan Hasil USG Kandungan Saya Sehat...
IST
Mulana Kartika Nainggolan (31), ibu hamil yang menjadi korban penganiayaan di kawasan Terowongan Tembung, dan suaminya.

POSMETRO MEDAN,Medan – Kabar melegakan datang dari Mulana Kartika Nainggolan (31), ibu hamil yang menjadi korban penganiayaan di kawasan Terowongan Tembung, Jalan Baru, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan.

Setelah sempat mengalami kekerasan fisik dan tendangan di bagian perut, kondisi janin yang dikandungnya dipastikan sehat usai menjalani pemeriksaan medis dan USG.

Peristiwa yang viral di media sosial tersebut terjadi pada Rabu (3/6/2026) saat Mulana bersama suaminya melintas di bawah rel kereta api kawasan Terowongan Tembung. Saat itu, keduanya melihat aksi tawuran yang disebut sering terjadi di lokasi tersebut.

Baca Juga:

Karena sedang hamil tujuh minggu dan khawatir terhadap keselamatan, Mulana dan suaminya memilih berhenti di pinggir jalan dan tidak berani melintas di tengah situasi yang masih diwarnai lemparan batu.

Baca Juga:

"Keadaan saya sekarang, puji Tuhan sudah mendingan. Tadi hasil USG kandungan saya juga sehat, tidak ada masalah apa-apa," ujar Mulana saat ditemui wartawan, Kamis (4/6/2026).

Meski kondisi fisik dan kandungannya dinyatakan aman, Mulana mengaku masih mengalami trauma berat akibat kekerasan yang dialaminya.

Kehamilan yang sedang dijalaninya juga memiliki arti penting bagi dirinya dan sang suami, karena sebelumnya ia pernah mengalami keguguran pada akhir tahun lalu.

Mulana juga membantah pengakuan pelaku yang menyebut dirinya merekam aksi tawuran sebelum insiden penganiayaan terjadi. Ia menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merekam tawuran tersebut.

"Kami tidak merekam tawuran itu. Saya sedih karena disebut merekam kejadian tawuran yang viral tersebut," katanya.

Menurut Mulana, saat mereka berhenti di lokasi, kondisi lalu lintas tidak mengalami kemacetan. Namun, dua pria yang belakangan diketahui sebagai pelaku diduga memaksa mereka untuk tetap melintas di area tawuran.

Ia mengaku sudah menjelaskan kepada pelaku bahwa dirinya sedang hamil dan takut melintas karena situasi tidak aman. Namun, penjelasan itu diduga tidak dihiraukan.

"Saya bilang kami tidak berani lewat karena ada tawuran. Tetapi setelah itu suami saya langsung dipukul," tuturnya.

Melihat suaminya dianiaya, Mulana sempat berusaha merekam kejadian tersebut sebagai bukti untuk laporan polisi. Namun, telepon genggamnya terjatuh saat keributan berlangsung.

Tak hanya menyaksikan suaminya dipukul, Mulana juga mengaku menjadi korban kekerasan fisik. Ia menyebut salah seorang pelaku menendang bagian perutnya yang sedang hamil.

"Setelah itu datang satu pelaku lagi dan menendang perut saya. Jadi memang ada dua pelaku," ungkapnya.

Selain melakukan penganiayaan, para pelaku juga disebut sempat mengancam korban menggunakan senjata api. Akibat kejadian itu, Mulana mengaku mengalami tekanan psikologis dan kelelahan karena harus menjalani pemeriksaan serta mengurus proses hukum selama dua hari terakhir.

Dalam kesempatan tersebut, Mulana turut menyampaikan apresiasi kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus hingga para pelaku berhasil diamankan.

"Saya berterima kasih kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang sudah membantu menyelesaikan persoalan ini sampai pelakunya ditangkap," ujarnya.

Sebelumnya, Unit Resmob Polrestabes Medan telah menangkap dua pria yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.

Kedua pelaku diketahui bernama Zulyarham dan Zulfikar. Mereka diamankan di kediaman masing-masing di kawasan Jalan Bersama, Gang Bantan, Kota Medan.

Kasus penganiayaan terhadap ibu hamil tersebut kini masih dalam penanganan pihak kepolisian. (Mistar/FB)

Tags
beritaTerkait
Ternyata! Dua Bang Jago Penganiaya Ibu Hamil dan Suaminya di Terowongan Tembung Abang Adik
Lapas Kelas II B Muara Bungo Kerjasama Dengan Puskesmas Muara Bungo Tingkatkan Kesehatan WBP
Ngeriii...Warga Jermal Dianiaya Hingga Babak Belur, Pelakunya Diduga Kelompok Preman
Tegaskan Pentingnya Perlindungan Finansial Keluarga
MIN 2 Tanjungbalai Tanamkan Pola Hidup Sehat Sejak Dini melalui MBG
Stok Vaksin Kosong, Suspek Campak di Sumut Melonjak Tajam
komentar
beritaTerbaru