
Menurut Mulana, saat mereka berhenti di lokasi, kondisi lalu lintas tidak mengalami kemacetan. Namun, dua pria yang belakangan diketahui sebagai pelaku diduga memaksa mereka untuk tetap melintas di area tawuran.
Baca Juga:
Ia mengaku sudah menjelaskan kepada pelaku bahwa dirinya sedang hamil dan takut melintas karena situasi tidak aman. Namun, penjelasan itu diduga tidak dihiraukan.
"Saya bilang kami tidak berani lewat karena ada tawuran. Tetapi setelah itu suami saya langsung dipukul," tuturnya.
Baca Juga:
Melihat suaminya dianiaya, Mulana sempat berusaha merekam kejadian tersebut sebagai bukti untuk laporan polisi. Namun, telepon genggamnya terjatuh saat keributan berlangsung.
Tak hanya menyaksikan suaminya dipukul, Mulana juga mengaku menjadi korban kekerasan fisik. Ia menyebut salah seorang pelaku menendang bagian perutnya yang sedang hamil.
"Setelah itu datang satu pelaku lagi dan menendang perut saya. Jadi memang ada dua pelaku," ungkapnya.
Selain melakukan penganiayaan, para pelaku juga disebut sempat mengancam korban menggunakan senjata api. Akibat kejadian itu, Mulana mengaku mengalami tekanan psikologis dan kelelahan karena harus menjalani pemeriksaan serta mengurus proses hukum selama dua hari terakhir.
Dalam kesempatan tersebut, Mulana turut menyampaikan apresiasi kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang bergerak cepat menangani kasus hingga para pelaku berhasil diamankan.
"Saya berterima kasih kepada saksi yang merekam kejadian dan kepada pihak kepolisian yang sudah membantu menyelesaikan persoalan ini sampai pelakunya ditangkap," ujarnya.
Tags
beritaTerkait
komentar