Akun TikTok 'Karo Bukan Batak' Resmi Ditahan, Ketum HBB Apresiasi Langkah Tegas Polda Sumut
Akun TikTok &039Karo Bukan Batak&039 Resmi Ditahan, Ketum HBB Apresiasi Langkah Tegas Polda Sumut.
Sumut 12 detik lalu
POSMETRO MEDAN,Medan - Viral satu unggahan yang menyebut telah terjadi pelecehan seksual yang dilakukan mahasiswa Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Universitas Sumatera Utara (USU) inisial CHS kepada mahasiswi yang juga adik kelasnya melalui Direct Massage (DM) Instagram.
Pihak kampus meminta para korban membuat laporan ke Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS).
Dilihat dari unggahan akun Instagram chardtogi_ bahwa pelecehan seksual terjadi kepada mahasiswi melalui pesan singkat. R, pemilik akun chardtogi_ menyebut pacarnya menjadi salah satu korban dari CHS.
Baca Juga:
"Awalnya info dari teman dekat wanita saya yang masuk ke USU terus dia ngadu ke saya kalau kakak kelasnya ganggu dia. Saya tanya gangguannya seperti apa dan dia langsung kirim saya screenshoot-annya antara pelaku sama teman saya ini," ungkap R kepada wartawan, Sabtu (11/7/2026).
"Isi chat-nya itu seperti melecehkan teman saya seperti, "ayo masuk ke mobilku, kita ciuman dan pelukan, terus ngajak-ngajak VCS," lanjutnya.
Baca Juga:
Usai aduan tersebut, R langsung menghubungi CHS untuk meminta penjelasan. Kepada R, CHS langsung meminta maaf.
"Dia (CHS) langsung minta maaf ke saya dan bilang kalau nggak tahu cewek saya yang mana. Berarti banyak korban dia kan saya logika kan," kata R.
Dari situ, R langsung mengumpulkan bukti-bukti dari para korbanpelecehan yang diduga dilakukan CHS.
"Saya cari tahu ternyata ada 2-3 orang yang juga korban si pelaku. Setelah saya cari bukti dan langsung up ke media sosial, ternyata membludak banyak yang lapor dm ke saya," jelasnya.
"Sekarang bertambah ada 60 perempuan dan 3 laki-laki," ujarnya.
Berdasarkan keterangan R, modus CHS melancarkan aksi pelecehan seksualnya melalui media sosial. CHS diduga mengirim banyak pesan tidak senonoh ke banyak mahasiswa baik di Sumut maupun luar Sumut.
"Banyak korban-korbannya itu dari Instagram dan Tiktok gitu, dia dm-dm ke banyak orang. Bukan hanya mahasiswa di Sumut aja tapi ke Bali, Surabaya, Jakarta dan banyak kampus lain yang sudah kena jebakannya," tutur R.
Setelah viral aksinya melecehkan sejumlah mahasiswi, terduga pelaku CHS mengunggah video permintaan maaf. Dalam video tersebut CHS mengaku akan memperbaiki diri dan tidak mengulangi perbuatannya.
"Dengan segala kerendahan hati saya, saya memohon maaf yang sebesar-besarnya bagi orang yang saya sakiti melalui perkataan saya dan perbuatan saya selama ini. Saya mohon maaf atau kekhilafan saya yang buat kegaduhan di sosmed. Saya menyesali yang sudah saya lakukan," kata CHS di akun criistoophers.
Dalam video tersebut, CHS juga mengucapkan terima kasih kepada pihak yang sudah menegur dirinya. Ia berjanji kasus ini menjadi pembelajaran bagi dirinya.
"Saya berjanji hal ini jadi pelajaran berharga bagi saya untuk jadi pribadi yang baik," tuturnya.
Ia pun membeberkan bahwa dirinya sudah mengikuti konseling dalam upaya memperbaiki kepribadiannya.
"Saat ini saya sudah mengikuti konseling yang bertujuan memperbaiki kepribadian saya ke depan agar tidak terulang. Saya juga minta maaf kepada orang yang saya kecewakan, saya rendahkan, saya janji mulai saat ini tidak terjadi hal terulang," ucapnya.
Korban Diminta Lapor Satgas PPKS
Usai kasus ini viral di medsos, pihak kampus USU langsung merespons kasus dugaan pelecehan seksual dari salah satu mahasiswanya.
"Setelah menerima informasi awal, FEB USU langsung berkoordinasi dengan BEM FEB USU sebagai pihak yang turut mendampingi proses pengaduan. Selanjutnya, pada Kamis, 9 Juli 2026, para korban telah hadir ke Fakultas untuk menyampaikan pengaduan secara langsung dengan didampingi oleh BEM USU, BEM FEB USU, dan perwakilan Himpunan Mahasiswa Akuntansi,"kata Manajer Humas dan Promosi USU Irsan Mulyadi melalui keterangan tertulisnya.
Irsan menyebut jika pihak FEB juga mengatakan sedang memproses kasus ini dengan berkoordinasi dengan satgas PPKS.
"FEB USU telah menerima laporan tersebut, mendengarkan keterangan korban, serta menghimpun informasi awal sebagai dasar tindak lanjut. Fakultas juga telah berkoordinasi dengan Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Universitas Sumatera Utara agar kasus ini diproses lebih lanjut sesuai mekanisme resmi yang berlaku di lingkungan Universitas," jelasnya.
Ia pun mengimbau agar korban CHS langsung melapor ke Satgas agar kasus ini dapat ditindaklanjuti dengan serius.
"Bagi pihak yang merasa menjadi korban atau memiliki informasi terkait, kami mengimbau agar segera melapor kepada Satgas PPKS USU atau melalui pihak Fakultas. Setiap laporan akan ditindaklanjuti dengan serius, profesional, serta tetap menjaga kerahasiaan identitas pelapor," ucap Irsan. (detikSumut)
Akun TikTok &039Karo Bukan Batak&039 Resmi Ditahan, Ketum HBB Apresiasi Langkah Tegas Polda Sumut.
Sumut 12 detik lalu
9 Tersangka Narkoba Penyerang Polisi di Katingan Dibekuk.
Inter-Nasional 13 menit lalu
Postmetro Medan, Sibolga Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Banteng Muda Indonesia (BMI) oraganisasi sayap PDI Perjuangan Kota Sibolga kembali
Sumut 23 menit lalu
Melihat dari dekat sosok almarhum Haji Anif yang dikenal sebagai tokoh di Sumut pemilik kompleks perumahan mewah.
Profil 24 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, melepas 10 kepala desa yang akan mengikuti Program Kepala
Berita 29 menit lalu
Pemkab. Samosir mendukung penguatan investasi internasional untuk pengembangan TSTH2.
Bisnis 29 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Percut Sei Tuan Bupati Deli Serdang, dr H Asri Ludin Tambunan, melepas 10 kepala desa yang akan mengikuti Program Kepala
Berita 31 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Labuhan Deli Harapan Sukini, warga Desa Pematang Johar, Kecamatan Labuhan Deli, untuk memiliki rumah yang lebih layak se
Sumut 40 menit lalu
Ayah dan Anak Tiri Kompak Curi Motor di Batam, 4 Pelaku Ditangkap Polisi.
Kriminal 47 menit lalu
POSMETRO MEDAN, Percut SEi Tuan PERCUT SEI TUAN Meningkatnya penerimaan pajak di Kecamatan Percut Sei Tuan terus diikuti dengan percepa
Sumut 51 menit lalu