Rabu, 29 Juli 2026
Gempa 7,1 M Guncang Kumamoto Jepang

Korban Sudah 13 Orang Tewas, Operasi Penyelamatan Masih Berlangsung

Faliruddin Lubis - Rabu, 29 Juli 2026 15:37 WIB
Korban Sudah 13 Orang Tewas, Operasi Penyelamatan Masih Berlangsung
X@DailyWorld24
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang selatan, pada Selasa (28 Juli 2026) sore waktu setempat.

POSMETRO MEDAN,Kumamoto– Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto di Pulau Kyushu, Jepang selatan, pada Selasa (28 Juli 2026) sore waktu setempat.

Gempa yang berpusat sekitar 20 km selatan Kota Kumamoto ini menyebabkan setidaknya 13 orang tewas, puluhan luka-luka, dan kerusakan signifikan pada bangunan serta infrastruktur. Pemerintah Jepang masih mengerahkan seluruh sumber daya untuk menyelamatkan korban yang terjebak.

Gempa terjadi sekitar pukul 16:27 waktu setempat dan tercatat mencapai intensitas maksimum 7 pada skala seismik Jepang di beberapa wilayah, termasuk Uki City dan sekitarnya.

Baca Juga:

Badan Meteorologi Jepang (JMA) sempat mengeluarkan peringatan tsunami dengan ketinggian maksimal 1 meter untuk pesisir Laut Ariake dan Yatsushiro, meski akhirnya tidak ada tsunami besar yang terjadi.

Insiden paling parah terjadi di Aeon Mall Kumamoto. Sekitar 90 menit setelah gempa, ledakan diduga akibat kebocoran gas menghancurkan sebagian lantai dua mal.

Baca Juga:

Pelanggan berhasil dievakuasi, tetapi puluhan karyawan terjebak di dalam reruntuhan. Tim penyelamat berhasil menarik delapan orang, di antaranya dua perempuan berusia 20-an yang ditemukan tewas, sementara satu orang lainnya dalam kondisi henti jantung paru. Lima orang lainnya mengalami luka tapi tidak mengancam jiwa.

Korban tewas lainnya dilaporkan akibat runtuhnya bangunan dan cerobong asap pabrik Nippon Paper Industries di Yatsushiro, di mana beberapa orang masih dinyatakan hilang.

Rumah sakit di wilayah terdampak melaporkan puluhan hingga puluhan korban luka, termasuk yang kondisinya serius. Lebih dari 9.000 orang mengungsi ke pusat-pusat evakuasi akibat listrik padam yang melanda puluhan ribu rumah tangga.

Kerusakan infrastruktur meliputi:

Retak dan rusaknya jalan raya utama.

Runtuhnya sebagian dinding Kastil Kumamoto (yang masih dalam perbaikan pasca gempa 2016).

Gangguan layanan kereta api (termasuk Shinkansen) dan penerbangan di Bandara Kumamoto.

Kebakaran di beberapa bangunan.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyatakan bahwa 13 orang telah ditemukan tewas dan operasi pencarian serta penyelamatan masih berlanjut.

"Ini adalah perlombaan melawan waktu," ujarnya, seraya mengerahkan ratusan personel Pasukan Bela Diri Jepang (SDF) untuk membantu tim darurat di lokasi mal dan pabrik. Ia juga meminta warga tetap waspada terhadap gempa susulan yang berpotensi kuat dalam seminggu ke depan, serta risiko longsor.

Sekitar 260.000–300.000 warga diinstruksikan mengungsi. Suhu tinggi di wilayah tersebut (mencapai 34°C) menambah kekhawatiran akan heatstroke bagi para pengungsi yang kehilangan listrik.

Perusahaan seperti TSMC, Sony, Fujifilm, Tokyo Electron, dan Honda turut mengevakuasi atau menghentikan sementara operasi pabrik mereka di kawasan tersebut sebagai langkah pencegahan.

Wilayah Kumamoto sebelumnya pernah dilanda gempa dahsyat pada 2016 dengan magnitudo 7,0–7,3 yang menewaskan sekitar 275 orang dan merusak ribuan bangunan. Kejadian kali ini kembali mengingatkan warga akan kerentanan wilayah tersebut yang terletak di "Cincin Api" Pasifik.

Operasi penyelamatan masih berlangsung intens hingga Rabu pagi (29 Juli 2026). Jumlah korban dipastikan masih bisa bertambah seiring pencarian yang terus dilakukan di reruntuhan. Pihak berwenang terus memantau situasi dan menyediakan bantuan bagi para korban. (RTR/Al Jazeera/AP/BBS/RED)

Tags
beritaTerkait
Gempa 7,1 M Guncang Jepang , 1 Orang Tewas 50 Terluka
Kapolres Langkat Hadiri Aksi Penyampaian Aspirasi Korban Banjir Besitang
Geger! Pria Lajang 52 Tahun Ditemukan Tewas di Dalam Ruko, Cuma Pakai Celana Dalam
Nenek-nenek Ditemukan Tewas Terbakar di Dalam Kamar Rumahnya
Geger! Pria Lajang Berusia 52 Tahun Ditemukan Tewas di Ruko Kontrakan
Ini Dia Data Lengkap Korban Ledakan di Perumahan Mewah Grand Polonia Medan
komentar
beritaTerbaru