Jumat, 07 Agustus 2026

Kapolres Dairi Beberkan Kronologis Penganiayaan Pemiik Kafe yang Berujung Maut di Tanah Pinem

P. Silalahi - Jumat, 07 Agustus 2026 17:45 WIB
Kapolres Dairi Beberkan Kronologis Penganiayaan Pemiik Kafe yang Berujung Maut di Tanah Pinem
facebook @Guru Dok
Polres Dairi memaparkan kronologis penganiayaan pemiik kafe yang berujung maut di Tanah Pinem.

POSMETRO MEDAN- Seorang pria berinisial KG (41) warga Desa Pamah Kecamatan Tanah Pinem Kabupaten Dairi dilaporkan tewas usai dihajar oleh CT (51) yang merupakan pemilik kafe.

Dalam konferensi pers, Kapolres Dairi, AKBP Otniel Siahaan mengatakan KG dihajar usai dalam kondisi mabuk berat menolak untuk membayar minuman serta mengejek tersangka.

Baca Juga:

"Korban awalnya datang ke warung milik tersangka bersama tiga temannya, dan memesan beberapa minuman keras. Saat itu, kedua temannya sudah terlebih dahulu pulang, dan yang tertinggal hanya korban seorang, " ujar Kapolres, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga:

Saat warung milik CT hendak tutup, istri CT berinisial N mencoba meminta uang pembayarannya minuman, namun KG tak memberi respon.

"Kemudian istri CT melaporkan hal tersebut ke CT, dan akhirnya CT yang akan menagih pembayaran tersebut, " jelas Kapolres seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Guru Dok yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Jumat 7 Agustus 2026.

Saat hendak menagih, KG menolak membayar minuman itu.

Dalam kondisi mabuk, KG malah mengancam akan membakar kafe tersebut, bahkan menyebut CT dengan sebutan 'monyet'.

Alhasil, CT pun kemudian menarik KG keluar dari cafe itu. Setelah diluar cafe, KG menarik kerah baju CT, dan menyulutkan api rokok ke tangannya.

CT pun kemudian tersulut emosi dan menganiaya korban berkali - kali ke arah KG hingga tersungkur ke tanah.

Usai menghajar KG, CT pun kemudian tersadar dari amarahnya dan kemudian membawa KG untuk dihantar pulang.

Karena tak tahu dimana alamat KG, CT pun kemudian bertanya kepada seorang warga di sebuah Gubuk.

Para warga kemudian meminta agar CT menurunkan KG di gubuk itu, dan menyebut bahwa KG memang kerap mabuk dan tidur di gubuk itu.

Usai menghantarkan KG, CT pun kemudian pulang dengan berjalan kaki menuju rumahnya dan langsung tidur.

Keesokan harinya, CT kemudian dibangunkan istrinya yang memberi tahu bahwa lokasi tempat KG dihantar telah ramai warga.

"Setelah dicek, ternyata KG sudah meninggal dunia," papar Kapolres.

CT pun kemudian mempertanggungjawabkan perbuatannya, dan mendatangi Polsek Tanah Pinem untuk memberikan keterangan.

Setelah itu, CT kemudian dibawa ke Sat Reskrim Polres Dairi untuk dimintai keterangan lagi, dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka.

Kepada penyidik, CT mengaku kesal kepada KG karena sering kerap membayar setengah dari total biaya yang seharusnya dibayarkan. Bahkan KG kerap tidak membayar.

"Kemudian diketahui pula bahwa KG sering membuat keributan di cafe milik CT, sehingga menimbulkan gangguan kepada pengunjung lainnya, " terang Kapolres.

Meskipun begitu, CT tetap harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang sudah menghilangkan nyawa seseorang.

Kapolres Dairi pun mengimbau warga untuk menjauhi minuman keras dan kejahatan lainnya yang bisa memicu gangguan kamtibmas.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
Pengunjung Tewas Dianiaya di Dairi, Pemilik Kafe Remang Ditangkap Polisi
Ini Kisah Wanita Muda yang Diduga Jadi Korban Pemerkosaan Oknum Polisi, Jadi Pelajaran Berharga!
Polres Simalungun: Perangi Premanisme, Judi, Narkoba dan Geng Motor
Astaga! Pria Mabuk Tewas Terbakar Saat Coba Bakar Istri
Viral! Pengunjung THM di Setia Budi Medan Ramai-ramai Tepar Diduga Mabuk Berat
Kafe Ducan Bagikan 80 Paket Sembako kepada Warga, Anak Yatim dan Kaum Dhuafa di Jalan Sakti Lubis Medan
komentar
beritaTerbaru