Kamis, 13 Agustus 2026

Ultimatum KKB: Yang Selenggarakan Upacara HUT RI di Papua Bakal Dihabisi...

P. Silalahi - Kamis, 13 Agustus 2026 06:00 WIB
Ultimatum KKB: Yang Selenggarakan Upacara HUT RI di Papua Bakal Dihabisi...
facebook @Melihat Indonesia
Kelompok bersenjata dari faksi KOMNAS TPNPB.

POSMETRO MEDAN- Menjelang HUT ke-81 Kemerdekaan RI, situasi keamanan di Wamena, Papua Pegunungan, kembali memanas.

Kelompok bersenjata dari faksi KOMNAS TPNPB mengklaim siap perang di Kota Wamena dan mengancam warga serta pelajar yang mengikuti upacara kemerdekaan.

Ancaman ini disampaikan melalui siaran pers berbahasa Inggris yang beredar Minggu (9/8/2026).

Baca Juga:

Pernyataan itu dikaitkan dengan Mayor Ebarowak Gwijangge yang mendaku sebagai Komandan TPNPB Kodap III Ndugama Derakma Batalyon Albu.

"Kami siap perang di Kota Wamena. Silakan perayaan HUT ke-81 RI di Jakarta, bukan di Papua," tegas Ebarowak.

Baca Juga:

Dia meminta masyarakat dan pejabat Papua tidak menggelar upacara HUT RI di Kota Wamena.

Ebarowak juga menyarankan pihak yang disebutnya sebagai agen pemerintah dan lembaga intelijen Indonesia merayakan kemerdekaan bersama Presiden Prabowo Subianto di Jakarta.

"Agen pemerintah kolonial Indonesia dan lembaga intelijennya disarankan menggelar upacara bersama Prabowo Subianto di Jakarta," ujarnya.

Ancaman kemudian diarahkan kepada warga sipil, termasuk pelajar yang mengikuti upacara.

"Jika kami menemukan warga Papua dan anak-anak sekolah berpartisipasi dalam upacara-upacara tersebut di Kota Wamena atau kabupaten lain di Papua, kami siap menembak mati mereka kapan saja dan di mana saja," kata Ebarowak--seperti dikutip dari sebuah postingan anonim facebook @Melihat Indonesia yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Kamis 13 Agustus 2026

Kelompok itu juga meminta seluruh aktivitas sipil terkait perayaan HUT RI dihentikan dan mengancam melabeli warga yang terlibat sebagai mata-mata pemerintah.

Ebarowak mengklaim pasukannya telah bersiaga di Kota Wamena serta menyerukan penghentian aktivitas di jalur Trans-Wamena. Namun, klaim mengenai keberadaan pasukan tersebut masih perlu diverifikasi aparat keamanan.

Dalam pernyataan yang sama, Ebarowak menyinggung konflik sebelumnya dengan aparat. Ia mengklaim serangan pada 15 April 2023 dilakukan sebagai balasan atas tewasnya Mayor Wisilul Gwijangge pada 24 Maret 2023.

Dia mengklaim 15 personel militer Indonesia tewas dalam serangan itu. Klaim ini belum diverifikasi secara independen.

Ancaman terbaru muncul di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah pegunungan Papua menjelang HUT RI. Selain itu insiden kekerasan di sekitar Festival Lembah Baliem dan seruan penghentian aktivitas di jalur Trans-Wamena turut meningkatkan kekhawatiran masyarakat.

Dari peristiwa menegangkan tersebut, aparat keamanan meningkatkan kewaspadaan di Wamena dan wilayah sekitarnya untuk mengantisipasi gangguan keamanan serta melindungi masyarakat sipil.***

Editor
: P. Silalahi
Tags
beritaTerkait
2 Pengedar Sabu di Tapanuli Tengah Ditangkap Polisi, 1 Diciduk di Simpang BKKBN
Wamenag Buka MTQ ke-40 Sumut: Momentum Rajut Persatuan dan Syiar Al-Qur'an
BKKBN Sumut Tingkatkan Peran Penyuluh di Toba Tekan Angka Kelahiran
Noel Minta Amnesti, Prabowo Tak Akan Bela Bawahan yang Terlibat Korupsi
Gerakan Ayah Teladan dan Vasektomi Serentak: Komitmen Bupati Syah Afandin Bangun Keluarga Tangguh
komentar
beritaTerbaru