Jumat, 28 Agustus 2026
Banjir Bandang Dahsyat di Nepal dan Tibet

Korban Tewas Sudah 389 Orang, Turis-Tentara Hingga Polisi Hilang

Faliruddin Lubis - Jumat, 28 Agustus 2026 09:13 WIB
Korban Tewas Sudah 389 Orang, Turis-Tentara Hingga Polisi Hilang
EPA/BBC
Seorang warga yang terdampak banjir bandang di Devghat, Distrik Nuwakot, Nepal, dievakuasi tim penyelamat, Rabu (26/08).

POSMETRO MEDAN, Nepal-- Setidaknya sudah 389 orang dilaporkan tewas di Nepal akibat banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi Rabu (26/08/2026).

Badan Nasional Penanggulangan Bencana Nepal juga menyatakan bahwa 910 orang masih hilang dan belum dapat dihubungi setelah banjir yang melanda wilayah tersebut.

Mayoritas orang yang hilang adalah warga negara asing, sebanyak 517 orang, kemudian 44 personel militer dan 28 anggota kepolisian.

Baca Juga:

Direktur Pusat Studi Bencana di Universitas Tribhuvan, Nepal, Basanta Raj Adhikari, mengatakan kepada program BBC Newsday bahwa ada risiko munculnya "gelombang kedua dan ketiga" bencana pada hari ini atau besok.

"Kami belum tahu pasti," katanya, seraya menambahkan bahwa ia terus berdiskusi dengan rekan-rekannya di China yang sedang memantau situasi tersebut. "Curah hujannya tidak tinggi, tetapi longsor bisa saja terjadi."

Baca Juga:

Ia menambahkan bahwa timnya telah lama memantau berbagai ancaman di kawasan Pegunungan Himalaya.

"Perubahan iklim benar-benar sedang terjadi di sini," ujarnya. "Kami terus melakukan pengamatan."

Peristiwa ini adalah bencana paling dahsyat di Nepal sejak gempa pada 2015, yang menewaskan sekitar 9.000 orang.

Visual dari udara menunjukkan kerusakan yang meluas pada rumah, jalan, dan jembatan di Sungai Bhotekoshi di wilayah Rasuwa, Nepal.

"Seluruh bangsa terkejut dan sangat berduka," kata Perdana Menteri Nepal, Balendra Shah.

Selain di Nepal, banjir dan longsor juga terjadi di Distrik Gyirong, Tibet. Rangkaian kejadian ini menewaskan setidaknya tiga orang, menurut laporan stasiun televisi pemerintah China, CCTV.

Menurut CCTV, setidaknya 558 oranghilang di Gyirong. Dari angka itu, terdapat 260 warga negara asing.

Perbatasan di Gyirong adalah titik penyeberangan utama bagi wisatawan dan lalu lintas antara China dan Nepal.

Pada hari Rabu, media pemerintah melaporkan "banyak korban jiwa" tak lama setelah tanah longsor terjadi di perbatasan bersama.

Beberapa distrik hilir di sepanjang perbatasan Nepal-China terdampak banjir dan longsor ini. Para pejabat setempat menyebut bencana ini memicu kerugian besar, baik nyawa dan harta benda, tapi mereka belum memiliki estimasi yang jelas.

Sejumlah permukiman penduduk di distrik Rasuwa dan Nuwakot di sepanjang tepi Sungai Bhotekoshi, Nepal, merupakan yang terdampak paling parah. Kawasan ini tidak padat penduduk dan jalanannya berfungsi sebagai jalur vital utama untuk perdagangan Nepal-China.

Infrastruktur penting di kawasan itu, seperti pembangkit listrik tenaga air, jalan raya, dan jembatan telah hancur.

Ribuan turis dari berbagai negara melakukan perjalanan melalui daerah ini untuk mengunjungi Kailash Mansarovar, yang terletak di Tibet.

Setiap tahun selama festival Janai Purnima, ratusan peziarah mengunjungi Gosaikunda, yang terletak di dalam taman nasional di wilayah tersebut, untuk beribadah. (BBC)

Tags
beritaTerkait
Mobil Bawa Pegawai Bank Tertabrak Kereta Api di Sergai, 1 Tewas 2 Luka
Seperti Tsunami! Banjir Bandang di Nepal-Tibet Renggut 165 Nyawa, 1.300 Hilang
Buat Laporan Palsu Sepeda Motor Kredit Hilang, 2 Sohib Ini Nyangkut di Polsek Medan Tembung
Mengenal Lebih Dekat Bunthora Situmorang, Sang Legend Sekaligus Maestro Musik Batak
Diberondong Peluru Kelompok KKB, Bripda Jhon Galu Situmorang Terluka Tembak
Karyawan PTPN IV Kebun Rambutan Tewas Kecelakaan Saat Angkut Limbah PKS
komentar
beritaTerbaru