Selasa, 01 September 2026

Potret Menyedihkan Anak-Anak Korban Banjir Bandang di Nepal, Lihat Foto-fotonya...

Faliruddin Lubis - Senin, 31 Agustus 2026 15:15 WIB
Potret Menyedihkan Anak-Anak Korban Banjir Bandang di Nepal, Lihat Foto-fotonya...
Foto-foto: Tangkapan Layar X
Potret Menyedihkan Anak-Anak Korban Banjir Bandang di Nepal.

POSMETRO MEDAN,Kathmandu – Banjir bandang dahsyat yang melanda wilayah perbatasan Nepal-Tibet sejak 26 Agustus 2026 tidak hanya menewaskan ratusan orang dan membuat ribuan hilang, tetapi juga meninggalkan luka mendalam pada anak-anak.

Banyak di antara mereka terpisah dari orang tua, ditemukan menangis di hutan, atau berjuang sendiri di tengah reruntuhan dan luapan air.

Salah satu potret yang paling menyentuh adalah anak-anak kecil yang terlihat menggendong adiknya sambil mencari orang tua yang hilang.

Baca Juga:

Baca Juga:

Di media sosial beredar video viral seorang bocah yang menggendong adik perempuannya yang menangis.

Wajah keduanya penuh goresan dan luka. Mereka tampak kebingungan berjalan di area terdampak, seolah berusaha menemukan sandaran yang telah terlepas akibat kemarahan alam.

Kisah serupa datang dari Sonika Nagarkoti (13 tahun) di Nuwakot. Saat banjir datang, ia berlari ke arah lebih tinggi sambil menggendong adik laki-lakinya yang berusia 3 tahun, Sajan.

"Saya tidak tahu di mana orang tua saya. Saya sangat takut karena terpisah dari keluarga," kenangnya. Rumah mereka hanyut, dan mereka berlindung di sekolah sementara sambil menunggu kabar keluarga.

Ada juga anak yang ditemukan menangis di hutan. Shivan (atau Sivan/Shiwan) Tamang, berusia sekitar 2–2,5 tahun, hilang selama sekitar 50 jam di Hutan Komunitas Shankhadevi, Gaindakot, Nawalparasi.

Ia mengikuti neneknya yang memetik jamur, lalu tersesat. Setelah pencarian intensif, petugas dan warga menemukan bocah itu menangis di sudut hutan dekat aliran sungai, dengan beberapa luka dan lecet di tubuh. Ia selamat dan diserahkan kembali kepada keluarga setelah diperiksa di rumah sakit.

Di tempat lain, anak-anak bertahan dengan cara heroik. Zoyal Ghale (8 tahun) berlari ke hutan dan memanjat pohon saat banjir menghancurkan sekolahnya di Rasuwa.

Ia menderita patah kaki dan luka di wajah, lalu dievakuasi dengan helikopter. Ibunya, Matti Maya Tamang, yang sempat putus asa mencari dua anaknya, akhirnya bertemu kembali dengannya di rumah sakit di Kathmandu.

Sementara itu, sejumlah anak lain ditemukan menangis di tengah luapan air, memegang tiang atau benda apa pun untuk bertahan hidup, atau dikeluarkan dari reruntuhan setelah berjam-jam hingga berhari-hari. UNICEF memperkirakan sedikitnya 17.000 anak terdampak di distrik Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading. Banyak yang terpisah dari keluarga, dan upaya reunifikasi masih terus dilakukan.

Potret-potret ini menjadi cerminan penderitaan anak-anak di tengah bencana yang merenggut begitu banyak nyawa. Meski beberapa kisah berakhir dengan penyelamatan ajaib, rasa sakit dan trauma mereka masih jauh dari selesai.(X/BBS)

Tags
beritaTerkait
Subhanallah...Anak Perempuan 6 Tahun Selamat Setelah Terkubur 55–60 Jam di Bawah Reruntuhan Banjir Nepal
Mulai Membusuk, Ratusan Korban Banjir Tanpa Identitas di Nepal Dimakamkan Massal
Polres Karo Ajak Masyarakat Stop Kekerasan terhadap Anak
45 Warga Indonesia Hilang Ditelan Banjir Bandang Dahsyat Nepal Dan Tibet
Keluarga Saya Tersapu Banjir Di Depan Mata Saya...
Korban Tewas Sudah 389 Orang, Turis-Tentara Hingga Polisi Hilang
komentar
beritaTerbaru