Rabu, 02 September 2026

3 Nelayan Tewas di Kapal Saat Melaut

Faliruddin Lubis - Rabu, 02 September 2026 08:28 WIB
3 Nelayan Tewas di Kapal Saat Melaut
IntensNews
Satu jenazah Nelayan saat dievakuasi.

POSMETRO MEDAN,‎Belawan - Tiga anak buah kapal (ABK) KM Pulau Samosir tewas dalam insiden tragis saat menjalankan aktivitas melaut di perairan Pangkalan Brandan, Sumatera Utara. Senin (31/08/2026).

‎Ketiga korban masing-masing bernama Iwan (51 tahun), Garto (50 tahun), dan Mamat (45 tahun), yang seluruhnya sebagai nelayan. Peristiwa tersebut terjadi ketika kapal dengan sembilan ABK itu tengah melakukan aktivitas penangkapan ikan setelah bertolak dari Gudang Bincuan Gabion, Kelurahan Bagan Deli, pada pukul 02.30 WIB.

Tragedi bermula sekitar pukul 09.00 WIB ketika Garto memasuki palka bagian depan untuk melakukan pembersihan. Saat berada di dalam palka, korban tiba-tiba terjatuh dan tidak sadarkan diri. Mamat kemudian berupaya menyelamatkan rekannya dengan masuk ke dalam palka, namun turut mengalami kondisi serupa.

Baca Juga:

Melihat kejadian tersebut, Iwan juga berusaha memberikan pertolongan, tetapi kembali terjadi musibah dan Iwan ikut tidak sadarkan diri.

Nakhoda KM Pulau Samosir, Yusri M. Jamil, kemudian mengambil tindakan cepat dengan melarang ABK lainnya mendekati palka untuk mencegah jatuhnya korban tambahan serta memutar haluan kapal kembali menuju darat.

Baca Juga:

Sekitar pukul 16.00 WIB, KM Pulau Samosir tiba dan bersandar di Gudang Bincuan Gabion. Personel Posal Medan Labuhan segera bergerak membantu proses evakuasi setelah menerima laporan dari pengurus gudang.

Mulai pukul 16.05 WIB, personel bersama ABK melakukan evakuasi ketiga korban dari dalam palka dengan dukungan ambulans yang telah disiagakan di lokasi.

Setelah proses berlangsung, pada pukul 17.30 WIB ketiga jenazah berhasil dievakuasi dan selanjutnya dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka masing-masing untuk diserahkan kepada keluarga.

Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) I melalui Posal Medan Labuhan terus memberikan perhatian terhadap penanganan insiden tersebut, termasuk melaporkan kejadian kepada komando atas dan membantu proses evakuasi.

Berdasarkan analisa awal, kondisi di dalam palka diduga berkaitan dengan paparan gas berbahaya atau kekurangan oksigen, namun penyebab pasti masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Tags
beritaTerkait
Rektor Ingatkan Masa Perkulihan Bangun Intelektual dan Karakter
Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Ahmad Fauzi Kunker ke Samsat Sekip
Bupati Minta Arahan Pusat Percepat Pembangunan Deli Serdang
Kehilangan Kepercayaan, Mahasiswa UDA Bakar Ban di Depan LLDikti Wilayah 1 Sumatera Utara
Pemprov Sumut dan DPRD Perkuat Sinergi, Fokus Pembangunan 2027 Berorientasi Kesejahteraan
Kompol Dedi Kurniawan Kena Sanksi PTDH, Langsung Ajukan Banding
komentar
beritaTerbaru