POSMETRO MEDAN-Kobaran api melahap sedikitnya 5 unit rumah warga di kawasan Jalan Tapanuli, dekat SPBU Jalan Pakpak, Sidikalang, Kabupaten Dairi, Jumat (18/9/2026) sore.
Peristiwa kebakaran ini yang terjadi sekitar pukul 16.15 WIB itu sontak mengundang kepanikan.
Sijago merah kian membesar dengan cepat, bahkan disertai suara ledakan berulang.
Baca Juga:
Jarak lokasi kebakaran yang berdekatan dengan SPBU membuat situasi semakin mencekam.
5 unit rumah -- seperti dirangkum dari sebuah postingan anonim facebook @Dtv news yang terlihat POSMETRO MEDAN pada Sabtu 19 September 2026-- dilaporkan hangus terbakar. Sementara 2 rumah lainnya terpaksa dibongkar untuk mengantisipasi agar kobaran api tidak semakin meluas.
Baca Juga:
Petugas pemadam kebakaran, TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat berjibaku melakukan penanganan. Sebanyak delapan unit mobil pemadam kebakaran serta satu truk tangki air TNI dikerahkan ke lokasi.
Namun di balik perjuangan petugas memadamkan api, ada pemandangan lain yang tak kalah memprihatinkan.
Ribuan warga berbondong-bondong mendatangi lokasi untuk menyaksikan kebakaran. Di tengah kepanikan dan jeritan warga yang rumahnya dilalap api, telepon genggam juga ikut terangkat—merekam kobaran api dari berbagai sudut.
Dokumentasi memang dapat membantu penyebaran informasi. Tetapi musibah seharusnya tidak berubah menjadi sekadar tontonan, apalagi hanya demi mengejar jumlah penonton dan tanda suka di media sosial.
Di saat seseorang mungkin sedang kehilangan rumah, harta benda, bahkan anggota keluarga, yang dibutuhkan bukan hanya kamera yang merekam. Justru yang dibutuhkan adalah kepedulian.
Jika tidak mampu membantu memadamkan api, setidaknya berikan ruang kepada petugas. Jangan menghalangi akses kendaraan pemadam. Jangan mendekati titik berbahaya hanya untuk mendapatkan gambar yang lebih dekat. Dan jika memiliki informasi penting mengenai kondisi korban atau lokasi api, sampaikan kepada petugas atau pihak berwenang.
Tragedi di Jalan Pakpak menjadi pengingat bahwa teknologi seharusnya digunakan untuk membantu, bukan menjadikan penderitaan orang lain sebagai tontonan.
Satu rekaman mungkin menghasilkan ribuan penonton. Tetapi satu tindakan nyata bisa jauh lebih berarti bagi orang yang sedang berada dalam kesulitan.
Dalam peristiwa ini, laporan sementara menyebut seorang warga bernama Bornok Manurung meninggal dunia. Ia diduga mengalami syok dan sesak setelah terpapar asap ketika kebakaran terjadi. Penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan.
Musibah bukan konten.
Di balik setiap rumah yang terbakar, ada keluarga yang kehilangan tempat tinggal, kenangan dan harta benda.
Dan di balik setiap korban, ada keluarga yang kehilangan orang yang mereka cintai.***
Tags
beritaTerkait
komentar