Selasa, 20 Oktober 2026

Diapresiasi, Gerak Cepat Polri Dekati Umat Beragama

Ustaz Zulfan Usulkan Program Polri Gemilang
Toga Nainggolan - Selasa, 20 Oktober 2026 14:00 WIB
Diapresiasi, Gerak Cepat Polri Dekati Umat Beragama

POSMETRO MEDAN

MEDAN – Pengasuh pondok pesantren sekaligus aktivis dakwah, Ustaz Zulfan Nababan, mengapresiasi langkah cepat Kapolri Jenderal Pol. Dr (H.C.) Suyudi Ario Seto, S.I.K., M.H., M.Si., beserta jajaran yang aktif hadir di tengah masyarakat melalui berbagai kegiatan keagamaan lintas umat. Ia juga mengusulkan program Polri Gemilang (Gerakan Rumah Ibadah dan Lingkungan Cemerlang).

Apresiasi itu disampaikan Zulfan setelah mencermati kehadiran Kapolri dan jajarannya di masjid untuk salat Subuh berjemaah dan salat Jumat, serta dalam kegiatan Minggu Kasih di gereja dan rumah ibadah lainnya.

Menurut Zulfan, kehadiran langsung pimpinan kepolisian di rumah ibadah merupakan langkah positif untuk memperkuat hubungan Polri dengan masyarakat. Pendekatan itu tak hanya menunjukkan kedekatan aparat dengan umat, tetapi juga membangun komunikasi, mempererat persaudaraan, dan menjaga kerukunan di tengah keberagaman.

"Ini bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat. Rumah ibadah bisa menjadi ruang strategis untuk membangun komunikasi, kebersamaan, dan kepercayaan antara kepolisian dengan seluruh lapisan masyarakat," ujar Zulfan di Medan, Minggu (18/10/2026).

Ia menilai kegiatan seperti salat Subuh berjemaah, salat Jumat keliling, dan Minggu Kasih akan berdampak lebih besar jika dilaksanakan berkesinambungan, terjadwal, dan terintegrasi dengan program pemberdayaan masyarakat di sekitar rumah ibadah. Pendekatan humanis itu, katanya, perlu dikembangkan menjadi gerakan bersama yang melibatkan kepolisian, tokoh agama, pengurus rumah ibadah, pemuda, dan warga setempat.

Usulan Polri Gemilang

Zulfan mengusulkan gerakan bernama Polri Gemilang, singkatan dari Gerakan Rumah Ibadah dan Lingkungan Cemerlang. Gagasan ini mengembangkan pendekatan kepolisian yang dekat dengan masyarakat melalui kegiatan keagamaan, sosial, gotong royong, dan pembinaan lingkungan secara terpadu.

"Program ini diharapkan tidak berhenti pada ibadah bersama, tetapi berlanjut menjadi gerakan kebersamaan yang nyata. Rumah ibadah dan lingkungan sekitarnya harus menjadi pusat kegiatan positif, tempat masyarakat saling mengenal, saling membantu, dan bersama-sama menjaga keamanan serta ketertiban," jelasnya.

Menurut Zulfan, program ini dapat dilaksanakan di semua rumah ibadah, yakni masjid, gereja, pura, vihara, dan kelenteng, dengan menyesuaikan karakteristik agama dan kebutuhan masyarakat setempat. Kegiatannya dapat mencakup ibadah bersama sesuai keyakinan masing-masing, gotong royong membersihkan rumah ibadah dan lingkungan, kegiatan sosial, olahraga bersama, serta dialog rutin antara kepolisian, tokoh agama, dan warga.

Interaksi yang rutin, ujarnya, akan memperkuat komunikasi Polri dengan masyarakat sekaligus mempererat kerukunan antarumat beragama.

Pencegahan Gangguan Kamtibmas

Zulfan berharap Polri Gemilang menjadi pendekatan preventif untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Menurutnya, lingkungan dengan komunikasi sosial yang kuat, kepedulian bersama, dan partisipasi aktif warga lebih siap mengenali dan mencegah potensi gangguan sejak dini, termasuk peredaran narkoba, tawuran, keributan antarwarga, dan tindak kriminal lainnya.

"Ketika polisi dan masyarakat saling mengenal, komunikasi berjalan baik, dan warga peduli terhadap lingkungannya, potensi gangguan kamtibmas lebih cepat diketahui dan ditangani. Karena itu, pendekatan preventif harus diperkuat melalui kebersamaan, bukan semata-mata penindakan," ungkapnya.

Ia menambahkan, pelaksanaan program perlu menghormati perbedaan keyakinan, menjaga netralitas Polri, dan memastikan seluruh warga memperoleh kesempatan setara untuk berpartisipasi.

Terintegrasi dengan Green Policing

Zulfan juga menyarankan agar Polri Gemilang diintegrasikan dengan pendekatan green policing, yakni kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Bentuknya dapat berupa penghijauan dan penanaman pohon di sekitar rumah ibadah, pengelolaan sampah, kerja bakti membersihkan saluran air, serta edukasi tentang kebersihan lingkungan.

Dengan begitu, manfaat program tidak hanya berupa membaiknya hubungan Polri dan masyarakat, tetapi juga lingkungan permukiman yang lebih bersih, sehat, hijau, dan nyaman. Rumah ibadah, kata Zulfan, berpotensi menjadi pusat penggerak kepedulian sosial dan lingkungan karena dekat dengan kehidupan sehari-hari warga.

Pemetaan Wilayah Jadi Prioritas

Agar efektif, Zulfan menyarankan pelaksanaan diawali dengan pendataan dan pemetaan rumah ibadah serta lingkungan masyarakat di wilayah hukum masing-masing. Tahap awal sebaiknya memprioritaskan kawasan padat penduduk yang rawan gangguan kamtibmas, seperti peredaran narkoba, tawuran, dan kriminalitas.

Di kawasan prioritas itu, Polri dapat berkoordinasi intensif dengan pengurus rumah ibadah, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, dan perangkat lingkungan untuk menyusun kegiatan sesuai kebutuhan setempat. Rumah ibadah dan lingkungan prioritas kedua dapat menjadi sasaran secara berkala atau acak, dengan tetap mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan warga.

Menurut Zulfan, tiap wilayah memiliki karakteristik berbeda sehingga programnya tidak harus seragam. Perencanaan perlu menyesuaikan kondisi sosial, tingkat kerawanan, ketersediaan sumber daya, dan aspirasi masyarakat. Ia juga menyarankan evaluasi berkala untuk mengukur efektivitas program, mulai dari tingkat partisipasi warga, kualitas komunikasi Polri dengan masyarakat, kebersihan lingkungan, hingga perkembangan gangguan kamtibmas.

Dari Kedekatan Menjadi Gerakan Berkelanjutan

Zulfan berharap langkah Kapolri mendatangi rumah ibadah menjadi momentum memperkuat pendekatan humanis kepolisian secara berkelanjutan. Baginya, kehadiran polisi dalam kegiatan keagamaan adalah awal yang baik, tetapi nilai strategisnya akan lebih besar bila dilanjutkan dengan program nyata yang menyentuh kehidupan sosial dan lingkungan masyarakat.

"Polri Gemilang diharapkan menjadi gerakan bersama yang menghubungkan rumah ibadah, lingkungan, keamanan, kerukunan antarumat beragama, dan kepedulian terhadap alam. Dengan semangat Polri bersama masyarakat, kita ingin mewujudkan lingkungan yang aman, damai, rukun, bersih, dan cemerlang," tutupnya.

Ia berharap gagasan ini dapat menjadi bahan pertimbangan jajaran Polri untuk mengembangkan kegiatan keagamaan dan sosial menjadi gerakan kemasyarakatan yang terencana, inklusif, dan berkelanjutan demi situasi kamtibmas yang kondusif.

Editor
: Administrator
Tags
beritaTerkait
komentar
beritaTerbaru